Sabtu, 03 Februari 2007 *Banyak Konsekuensi Manokwari Kota Injil*
*Dari Semi Loka Manokwari Kota Injil* *Selama* dua hari berturut-turut berlangsung semi loka Manokwari kota Injil dengan menghadirkan sejumlah pakar termasuk dari kalangan akademisi. Yakni dari Universitas Negeri Papua dan Universitas Cenderawasih Jayapura, dan kalangan teologis Gereja Kristen di tanah Papua serta kalangan birokrat di Pemda manokwari. Koordinator kegiatan Semi Loka, Drs. Benny Boneftar yang dikonfirmasi mengatakan, tujuan seminar yang akan menghasilkan buku tentang sejarah pekabaran injil dan pendidikan di Tanah Papua yang kabarnya semua berawal dari pulau Mansinam Manokwari itu menjadi serius ketika membicarakan pula keterkaitan soal bagaimana sejarah Manokwari sebagai kota injil tetap lestari dan dinikmati oleh anak bangsa di tanah ini dimasa mendatang. "Banyak konsekuensi logis sebagai akibat bila Manokwari di jadikan sebagai kota injil di Tanah Papua seperti yang direkomendasikan Majelis Rakyat Papua dan fakfak sebagai kota religius Islam serta Merauke jadi pusat situs keagaaman Kristen Katolik," jelasnya. Terungkap dalam kegiatan itu, salah satu konsekuensi yakni mendukung dilarangnya peredaran Miras total di Manokwari dan sekitarnya termasuk di 29 distrik yang ada sekarang. Selain itu, konsekuensi berikut masyarakat tak terkecuali mesti diinjili, dalam arti mereka yang selama ini pamalas sembayang, dorang mesti rajin dan harus pergi sembayang seperti layaknya menyembah Tuhan Allah, poenguasa alam semesta ini. Disamping itu, sejarah masuknya injil dan pendidikan di tanah Papua yang tidak bisa di pisahkan satu sama lain itu, perlu pula di masukkan dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan dalam bidang studi muatan lokal di sekolah-sekolah di Manokwari kedepan. Itulah bagian dari konsekuansi yang mesti dilaksanakan oleh masyarakat Manokwari bila penerapan Manokwari kota Injil kedepan. Terkait dengan itu, Benny Boneftar menyatakan, kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam melestarikan budaya yang pernah terjadi dan dihargai serta dihormati dalam kenagan orang Papua dan mereka yang hadir di Manokwari terkiat masuknya injil dan pendidikan di tanah Papua pada waktu lalu. "Sehingga kita perlu membahas dan menulis kembali serta memasukkannya kedalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal yang akan diajarkan di lingkungan pendidikan dasar dan menengah di tanah Papua bagi gerenrasi muda," tuturnya. (cr-17) _______________ Anda ingin sukses hanya dengan modal Rp. 25.000,- ? Mulailah sekarang juga : http://arisan-10.dollarfactory.biz/?id=5632
