Pemilihan Kepala Daerah Otonomi (Pilkadao) sudah berlalu. Konon katanya 
merupakan pemilihan yang bersejarah di Acheh dimana pihak yang kalah dan yang 
menang sama-sama diharuskan untuk menciptakan keamanan demi kemajuan Acheh 
dimasa yang akan datang.  Ironisnya pihak yang menang itu melalui websit SIRA 
Referendum memuntahkan suatu gagasan yang sungguh tidak terpuji.

Mengapa mereka mempublikasikan dialog yang tendensius terhadap keberadaan Staf 
Kepemimpinan Acheh Mardeka di Swedia itu seolah-olah mereka itu "pencuri Sorban 
Wali Negara"?. Mengapa pihak pelaku bias itu menuduh 5 orang pemimpin yang 
berada di Swedia itu sebagai "Mafia Politik"?   Hasil wawancara Teuku Fahmi 
dari Tabloid SUWA dengan Teungku Abu Wahab membawa dampak yang cukup rejam bagi 
persatuan GAM dimasa yang akan datang, demikian juga hasil wawancara wartawan 
Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun.

Untuk lebih jelas mari kita telusuri bagimana biasnya opini mareka berdua. 
Dalam hal ini saya tidak mengangkat keseluruhan wawancara tersebut agar tulisan 
tidak terlalu panjang. Pertama kita mulai dengan Tgk  Wahab:

 
(S): Mengapa mafia itu berhasil bermain di Pidie ?
 
(AW): Mereka mencuri surban Yang Mulya (Wali Neugara Aceh Hasan Tiro) dan 
memakainya lalu menari di atas penderitaan rakyat, di atas air mata dan darah 
segar yang sampai kini masih menempel di dedaunan belantara Aceh. Di atas 
tulang kerangka tubuh  syuhada (pejuang yang mati syahid) yang masih berserakan 
di penjuru bumi ini. Secara keseluruhan, mereka gagal total. Mereka hanya mampu 
menghamburkan uang. Salah satu aksi itu dilakukan saat  di Losmen Daka. Saya 
sendiri diberi Rp500 ribu waktu itu. (Soal pemberian dana itu diakui sejumlah 
ulama yang diundang oleh H2O ke Wisma Daka, malah ada ulama yang hanya 
mendapatkan 300 ribu rupiah, padahal seharusnya 500 ribu, entah siapa yang 
memotongnya-red)
 
(S): Bagaimana caranya supaya rakyat Aceh rela memaafkan dosa politik mafia itu?
 
(AW): Tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, perjuangan ini telanjur 
berdarah-darah. Sebenarnya mafia telah bermain lama di dalam konflik Aceh. Yang 
berani bicara langsung ditembak saja. Bagi mafia, nyawa insan tak berarti. 
Artinya, sikap beginilah yang telah melahirkan Majelis Pemerintahan (MP) GAM 
murni yang dipecat oleh pencuri surban Wali. Wali sendiri tak pernah memecat 
siapapun, saya tahu karakter Wali.
 
(S): Berapa banyak mafia perjuangan yang Abu maksud?
 
(AW): Untuk tingkat pusat hanya lima orang saja. Di Pidie, jumlahnya dapat 
dihitung jari. Mereka merupakan satu keluarga pembusuk. Orang Pidie tahu 
tentang hal ini karena ini rahasia umum. Ini seperti penyakit kusta tulang 
kronis. Kalau kita mau tubuh selamat harus rela diamputasi. Maka selamatlah 
perjuangan Aceh. Sekarang kita baru tiba di terminal persinggahan, tapi ada 
yang berusaha mengaburkan pandangan Meuntroe (Menteri) Malik seolah kita sudah 
sampai ke tujuan.
 
(S): Bukankah  konsilidasi dibutuhkan agar GAM tak pecah dalam partai lokal 
nanti?
 
(AW): GAM tak pernah pecah di seluruh Aceh. Hanya geraknya terhalang-halangi 
oleh kelompok yang “peu bace-bace droe, padahai euntoek—Bagai kucing berlagak 
singa”. Tapi, GAM “bersih” tetap setia dan mendukung penuh Teungku Irwandi dan 
Muhammad Nazar. Contohnya: Yang Mulia Teungku Bahtiar Abdullah. Dia 
satu-satunya diplomat ulung yang disegani oleh  kawan serta ditakuti oleh  
lawan. Bagi saya, dia figur tokoh internasional Aceh.
 
Disini Tgk Wahab begitu berani menuduh Staf Kepemimpinan Wali negara Acheh 
Merdeka  sebagai "pencuri sorban Wali". Pantaskah seseorang yang dikatakan 
sebagai orang tua GAM mengeluarkan pernyataan seperti itu? Persoalan MP GAM 
sudah jauh tertinggal di belakang, kini mungkin saja untuk berdamai dengan 
mereka. Kalau dengan Hendon bersedia kita berdamai kenapa dengan mereka tidak. 
Kalau berdamai dengan Hendon pakai syarat, berdamai dengan MP juga tentu pakai 
syarat juga. Hal ini tidak memberatkan tentunya yang penting adanya sponsor 
atau pihak penengah. Tapi ironisnya kita malah menciptakan perpecahan lain lagi 
dengan tuduhan yang luar biasa keji terhadap Staf Kepemimpinan GAM di Swedia 
serta GAM Pidie.

Meuntroe Maleh dan segenap stafnya tau persis justru perjuangan GAM itu masih 
jauh, makanya GAM belum waktunya untuk langsung meraih kekuasaan, kecuali UUPA 
nya sudah sesuai dengan MoU Helsinki, tapi kenapa Tgk Wahab berbicara 
sebaliknya?  Belumpun pihak Hindunesia menepati janjinya Tgk Wahab sudah 
membela Irwandi - Nazar dan Bakhitiar secara membabi buta. Kalau kita berbicara 
menurut kaca mata Al Qur-an, justru masa revolusi itu tidak dapat diserahkan 
kepada musyawarah orang ramai, kecuali hanya Staf Revolusi saja yang patut 
berembuk. Rasulullah tidak pernah berembuk dengan para sahabat menyangkut 
pengangkatan pemimpin bawahannya, kecuali untuk strategi pertempuran.  Itu pun 
hanya sekali saja sebagaimana yang terjadi dalam menghadapi perang Khandag 
(perang Parit), dimana Rasulullah menyetujui pendapat Salman Al Faraisi agar 
kali itu membuat pertahanan dalam kota Madinah dengan cara menggali parit 
disekelilingnya. Berdasarkan bukti sejarah itu betapa bohongnya tgk Wahab itu
 sampai berani menuduh Rasulullah baru melaksanakan firman Allah itu setelah 
mendapat persetujan sahabat. 

Sahabat itu ramai ada yang baik dan ada yang jahat seperti Muawiyah, Amru bin 
Ask, Khalid bin Walid yang terlanjur dibesar-besarkan dan demikian juga 
sahabat-sahabat jahat lainnya. Andaikata firman Allah tidak disetujui para 
sahabat, apakah rasulullah tidak akan melaksanakan perintah yang terkandung 
dalam firman tersebut?  Betapa lugunya ini orang dalam beragama. Pastinya 
setiap perintah Allah itu harus dilaksanakan walaupun menurut manusia yang 
dhaif pikirannya seperti tgk Wahab masih dibutuhkan persetujuan para sahabat, 
masya Allah. Kalau kita meyakini insting Tgk Wahab ini murtad hukumnya saudara. 
Jangan coba-coba mempermainkan firman Allah demi membenarkan pendapat dhaifnya.

Kalau kita berbicara secara demokrasipun Tgk Wahab itu keliru 180 derajat.  
Secara demokrasipun kita berhak bergabung dengan PPP. Mengapa Tgk Wahab 
mencelanya?  Kendatipun kalau kita analisa justru PM Malik yang memiliki 
politik kelas tinggi, masih perlu menempuh cara seperti itu disebabkan UUPA nya 
belum selesai direvisi. Justru itu pula Tgk Hasbi dicalonkan sebagain wakil 
gubernur bukan Kepala. Apakah arif andaikata kita uraikan hal itu didepan umum 
secara panjang lebar?

Sesungguhnya pikiran manusia itu dhaif kecuali pikiran manusia yang didasari 
kepada Al Qur-an dan Hadist Nabi yang benar-benar saheh. Sebagai contoh perlu 
saya angkat satu: 
"Diwajibkan atas kamu berperang, sedangkan berperang itu adalah suatu yang kamu 
benci. dan boleh jadi kamu membenci akan sesuatu , padahal ia lebih baik 
bagimu. dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal ia adalah mudharat bagi 
kamu. dan Allah mengetahui, tetapi kamu tidak mengetahui". (Q.S, 2: 216).

Saya kira cukup sekian dulu dan insya Allah akan kita lanjutkan mengenai 
wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun. Perlu saya 
ingatkan sebetulnya tidak layah kita publikasi persoalan intern GAM tapi 
realitanya demikjianlah yang dilakukan pihak yang keliru dalam memahami 
Revolusi dan Demokrasi. Jadi sesungguhnya merekalah yang mempublikasikan hingga 
saya terpaksa meluruskannya.

bersambung. . . . . . .


 
____________________________________________________________________________________
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. 
Try the Yahoo! Mail Beta.
http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/newmail_tools.html 

Kirim email ke