*Di dunia ini memang susah susah membedakan antara "Mafia" dengan "Bukan
Mafia", "Anak Muda" dengan "Bandit", "Pahalawan" dengan "Pengkhianat"
. **Antara
Pahlawan dan Pengkhianat itu Relatif. Kita sering susah membedakan antara
Pahlawan dan Pengkhianat. Soeharto pernah menjadi Pahlawan di Indonesia
bahkan disebut "Bapak Pembangunan", dll. Tapi sekarang ? *
*Di Aceh kadangkala GAM dianggap Pahlawan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa
GAM juga pernah dianggap bukan Pahlawan di Aceh, sampai harus "lari" ke
hutan, keluar negeri, dll.*
*Kita sering tidak punya pendirian, rakyat kecil terkadang tergantung kemana
arah angin. Tidak bisa dipungkiri di Indonesia rakyat pernah
"memuja" Soekarno, Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, dll sebagai
Pahlawan mereka. Begitu juga di Aceh kadang rakyat menganggap TNI/Polri yang
Pahlawan, dilain waktu GAM lah yang menjadi "Tumpuan Harapan" dan Pahlawan.
Dalam GAM sendiri dulu Dr. Husaini yang dielu-elu sebagai Pahlawan, kadang
Malik, Zaini, Cs yang Pahlawan, bahkan Arjuna dan Amri bin Abdul Wahab juga
pernah menjadi idola dan pujaan rakyat Aceh, dll.*
*Kini Irwandi-Nazar, cs yang menjadi Pahlawan dimata rakyat Aceh. Hal ini
terbukti dimana kelompok mereka mendulang suara yang sangat signifikan dalan
Pilkada Aceh. Apakah mereka akan jadi Pahlawan sejati ?*
*Sekali lagi kita memang sulit membedakan antara Pahlawan dan Pengkhianat.
Biasanya Pemenang-lah yang dianggap Pahlawan, karena mereka bisa
memutarbalik fakta dengan berbagai fasilitas dan media yang ada, seperti
membuat Buku Putih dan sebagainya. Sedangkan yang Kalah sering dianggap
Pengkhianat atau Pecundang, mereka tidak punya sarana dan media, biasanya
berbagai "media" juga tidak berpihak kepada yang kalah, walaupun dulu
sebagai "Tim Sukses"nya. Pihak yang kalah mempunyai kesempatan yang sangat
kecil untuk film "G 30 S/PKI", dll.*
*Biasanya yang dianggap Pahlawan adalah Pihak yang Menang sedangkan yang
Kalah akan dianggap Pengkhianat. Tapi yang jelas tidak benar Pemenang itu
Pahlawan dan yang Kalah adalah Pengkhianat, tapi alangkah rakyat akan lebih
bahagia apabila Pemenanglah yang Pahlawan, tapi ingat biasanya di film-film
"Anak Muda" lah yang tersenyum di akhir film.*
*SIAPAKAH PAHLAWAN SEJATI ????????????????????*


On 2/6/07, Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Pemilihan Kepala Daerah Otonomi (Pilkadao) sudah berlalu. Konon katanya
merupakan pemilihan yang bersejarah di Acheh dimana pihak yang kalah dan
yang menang sama-sama diharuskan untuk menciptakan keamanan demi kemajuan
Acheh dimasa yang akan datang.  Ironisnya pihak yang menang itu
melalui websit SIRA Referendum memuntahkan suatu gagasan yang sungguh tidak
terpuji.

Mengapa mereka mempublikasikan dialog yang tendensius terhadap keberadaan
Staf Kepemimpinan Acheh Mardeka di Swedia itu seolah-olah mereka itu
"pencuri Sorban Wali Negara"?. Mengapa pihak pelaku bias itu menuduh 5 orang
pemimpin yang berada di Swedia itu sebagai "Mafia Politik"?   Hasil
wawancara Teuku Fahmi dari Tabloid SUWA dengan Teungku Abu Wahab membawa
dampak yang cukup rejam bagi persatuan GAM dimasa yang akan datang, demikian
juga hasil wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk
Harun.

Untuk lebih jelas mari kita telusuri bagimana biasnya opini mareka berdua.
Dalam hal ini saya tidak mengangkat keseluruhan wawancara tersebut agar
tulisan tidak terlalu panjang. Pertama kita mulai dengan Tgk  Wahab:

* *

*(S): Mengapa mafia itu berhasil bermain di Pidie ?*



(AW): Mereka mencuri surban Yang Mulya (Wali Neugara Aceh Hasan Tiro) dan
memakainya lalu menari di atas penderitaan rakyat, di atas air mata dan
darah segar yang sampai kini masih menempel di dedaunan belantara Aceh. Di
atas tulang kerangka tubuh  syuhada (pejuang yang mati syahid) yang masih
berserakan di penjuru bumi ini. Secara keseluruhan, mereka gagal total.
Mereka hanya mampu menghamburkan uang. Salah satu aksi* *itu* *dilakukan
saat  di Losmen Daka. Saya sendiri diberi Rp500 ribu waktu itu. *(Soal
pemberian dana itu diakui sejumlah ulama yang diundang oleh H2O ke Wisma
Daka, malah ada ulama yang hanya mendapatkan 300 ribu rupiah, padahal
seharusnya 500 ribu, entah siapa yang memotongnya*-red*)*



*(S): Bagaimana caranya supaya rakyat Aceh rela memaafkan dosa politik
mafia itu?*



(AW): Tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, perjuangan ini telanjur
berdarah-darah. Sebenarnya mafia telah bermain lama di dalam konflik Aceh.
Yang berani bicara langsung ditembak saja. Bagi mafia, nyawa insan tak
berarti. Artinya, sikap beginilah yang telah melahirkan Majelis Pemerintahan
(MP) GAM murni yang dipecat oleh pencuri surban Wali. Wali sendiri tak
pernah memecat siapapun, saya tahu karakter Wali.

* *

*(S): Berapa banyak mafia perjuangan yang Abu maksud?*

* *

(AW): Untuk tingkat pusat hanya lima orang saja. Di Pidie, jumlahnya dapat
dihitung jari. Mereka merupakan satu keluarga pembusuk. Orang Pidie tahu
tentang hal ini karena ini rahasia umum. Ini seperti penyakit kusta tulang
kronis. Kalau kita mau tubuh selamat harus rela diamputasi. Maka selamatlah
perjuangan Aceh. Sekarang kita baru tiba di terminal persinggahan, tapi ada
yang berusaha mengaburkan pandangan Meuntroe (Menteri) Malik seolah kita
sudah sampai ke tujuan.

* *

*(S): Bukankah  konsilidasi dibutuhkan agar GAM tak pecah dalam partai
lokal nanti?*



(AW): GAM tak pernah pecah di seluruh Aceh. Hanya geraknya
terhalang-halangi oleh kelompok yang "*peu bace-bace droe, padahai euntoek
*—Bagai kucing berlagak singa". Tapi, GAM "bersih" tetap setia dan
mendukung penuh Teungku Irwandi dan Muhammad Nazar. Contohnya: Yang Mulia
Teungku Bahtiar Abdullah. Dia satu-satunya diplomat ulung yang disegani oleh
kawan serta ditakuti oleh  lawan. Bagi saya, dia figur tokoh internasional
Aceh.



Disini Tgk Wahab begitu berani menuduh Staf Kepemimpinan Wali negara Acheh
Merdeka  sebagai "pencuri sorban Wali". Pantaskah seseorang yang dikatakan
sebagai orang tua GAM mengeluarkan pernyataan seperti itu? Persoalan MP GAM
sudah jauh tertinggal di belakang, kini mungkin saja untuk berdamai dengan
mereka. Kalau dengan Hendon bersedia kita berdamai kenapa dengan mereka
tidak. Kalau berdamai dengan Hendon pakai syarat, berdamai dengan MP juga
tentu pakai syarat juga. Hal ini tidak memberatkan tentunya yang penting
adanya sponsor atau pihak penengah. Tapi ironisnya kita malah menciptakan
perpecahan lain lagi dengan tuduhan yang luar biasa keji terhadap Staf
Kepemimpinan GAM di Swedia serta GAM Pidie.



Meuntroe Maleh dan segenap stafnya tau persis justru perjuangan GAM itu
masih jauh, makanya GAM belum waktunya untuk langsung meraih kekuasaan,
kecuali UUPA nya sudah sesuai dengan MoU Helsinki, tapi kenapa Tgk Wahab
berbicara sebaliknya?  Belumpun pihak Hindunesia menepati janjinya Tgk Wahab
sudah membela Irwandi - Nazar dan Bakhitiar secara membabi buta. Kalau kita
berbicara menurut kaca mata Al Qur-an, justru masa revolusi itu tidak dapat
diserahkan kepada musyawarah orang ramai, kecuali hanya Staf Revolusi saja
yang patut berembuk. Rasulullah tidak pernah berembuk dengan para
sahabat menyangkut pengangkatan pemimpin bawahannya, kecuali untuk strategi
pertempuran.  Itu pun hanya sekali saja sebagaimana yang terjadi dalam
menghadapi perang Khandag (perang Parit), dimana Rasulullah menyetujui
pendapat Salman Al Faraisi agar kali itu membuat pertahanan dalam kota
Madinah dengan cara menggali parit disekelilingnya. Berdasarkan bukti
sejarah itu betapa bohongnya tgk Wahab itu sampai berani menuduh Rasulullah
baru melaksanakan firman Allah itu setelah mendapat persetujan sahabat.



Sahabat itu ramai ada yang baik dan ada yang jahat seperti Muawiyah, Amru
bin Ask, Khalid bin Walid yang terlanjur dibesar-besarkan dan demikian juga
sahabat-sahabat jahat lainnya. Andaikata firman Allah tidak disetujui para
sahabat, apakah rasulullah tidak akan melaksanakan perintah yang terkandung
dalam firman tersebut?  Betapa lugunya ini orang dalam beragama. Pastinya
setiap perintah Allah itu harus dilaksanakan walaupun menurut manusia yang
dhaif pikirannya seperti tgk Wahab masih dibutuhkan persetujuan para
sahabat, masya Allah. Kalau kita meyakini insting Tgk Wahab ini murtad
hukumnya saudara. Jangan coba-coba mempermainkan firman Allah demi
membenarkan pendapat dhaifnya.



Kalau kita berbicara secara demokrasipun Tgk Wahab itu keliru 180
derajat.  Secara demokrasipun kita berhak bergabung dengan PPP. Mengapa Tgk
Wahab mencelanya?  Kendatipun kalau kita analisa justru PM Malik yang
memiliki politik kelas tinggi, masih perlu menempuh cara seperti itu
disebabkan UUPA nya belum selesai direvisi. Justru itu pula Tgk Hasbi
dicalonkan sebagain wakil gubernur bukan Kepala. Apakah arif andaikata kita
uraikan hal itu didepan umum secara panjang lebar?



Sesungguhnya pikiran manusia itu dhaif kecuali pikiran manusia yang
didasari kepada Al Qur-an dan Hadist Nabi yang benar-benar saheh. Sebagai
contoh perlu saya angkat satu:

"Diwajibkan atas kamu berperang, sedangkan berperang itu adalah suatu yang
kamu benci. dan boleh jadi kamu membenci akan sesuatu , padahal ia lebih
baik bagimu. dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal ia adalah
mudharat bagi kamu. dan Allah mengetahui, tetapi kamu tidak mengetahui". (
Q.S, 2: 216).



Saya kira cukup sekian dulu dan insya Allah akan kita lanjutkan mengenai
wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun. Perlu
saya ingatkan sebetulnya tidak layah kita publikasi persoalan intern GAM
tapi realitanya demikjianlah yang dilakukan pihak yang keliru dalam memahami
Revolusi dan Demokrasi. Jadi sesungguhnya merekalah yang mempublikasikan
hingga saya terpaksa meluruskannya.



bersambung. . . . . . .


------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel 
sites<http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097;_ylc=X3oDMTFtNW45amVpBF9TAzk3NDA3NTg5BF9zAzI3MTk0ODEEcG9zAzEEc2VjA21haWx0YWdsaW5lBHNsawNxMS0wNw--%0A>to
 find flight and hotel bargains.



Kirim email ke