Komentar anda ini sangat okey Arbi Payapo bagaikan orang berfalsafah saja
nampaknya. Yang jelas komentarnya mengundang orang untuk berpikir. Terlkepas
benar tidaknya komentar itu kalau sudah mengundang orang untuk berpikir
pastinya mengandung nilai plusnya. Bukankah Allah berkali - kali menganjurkan
kita manusia agar berfikir? Misalnya dalam suarah Yasin: "Alam a' had ilaikum
yaa bani aadam allaa ta'budusy syaithaan, innahu lakum a'duwwum mubin. Waani'
buduunii, haaza shiraathum mustaqiim. Walaqad adhalla minkkum jibillang
katsira, afalam takuunuu ta'qiluun? (QS, 36 : 60 - 62). Artinya secara bebas:
Bukankah sudah kukatakan padamu wahai anak adam supaya kamu tidak tunduk patuh
kepada syaithan? Sesungguhnya syaithan itu musuh kamu yang nyata.
Tundukpatuhlah kepadaKu, inilah jalan selurus-lurusnya. Betapa banyak sudah
manusia yang rugi karenanya, apakah kamu tidak berfikir? (QS. Yaasin, 36 : 60 -
62).
Ketika kita mau berfikir kita tidak terfokus hanya pada yang tersurat saja,
tapi juga pada yang tersirat. Ketika kita melihat gunung, bukan hanya rimbunan
pepohonan yang nampak indah dibenak kita, tapi juga terbayang disanalah
bermukimnya segala jenis makhluk Allah yang membutuhkan perlindungannya, bahkan
lebih jauh dalam lagi: Oh ya Allah andaikata Engkau tidak menjadikan gunung
kemanakah kaum dhuafa berlindung untuk membela dirinya ketika diserang kaum
mutaqabbirun?
Ketika kita melihat komputer, tidak hanya kita memanfaatkannya untuk menimba
ilmu dan menulis tapi juga berfikir betapa rumitnya ciptaan manusia yang satu
ini, lalu kita terus berfikir, oh betapa agungnya Allah yang telah menciptakan
otak manusia hingga mampu menciptakan komputer dan berbagai tekhnology tinggi
lainnya. Lalu hati kecil kita mengatakan pantaslah kita dimintakan Allah untuk
berterima kasih kepadanya (bersyukur)dengan selalu mengingatNya ketika kita
beraktivity. Terlebih lagi ketika kita menulis, apakah Allah redha terhadap
tulisanku ini? Bukankah Allah meminta agar kita mempertanggung jawabkannya
dihadapan Allah kelak tentang apa yang telah kita tulis itu?
Dari itu pantaskah kita bercanda ketika menanggapi tulisan kawan sementara
sebahagian saudara kita larut dalam penderitaan sepanjang hari dan malam di
tenda-tenda darurat? Pernahkah kita membayangkan andaikata kita sendiri yang
mendekam selama dua tahun dan bahkan masih juga belum ada ketentuan kapan
penderitaan kita berakhir di tenda itu?
Tidak perlukah buat kita untuk melupakan segala perbedaan yang dapat
menjejaskan penderitaan kaum dhu'afa diseluruh Acheh Raya? Justru itu
pengkianat itu tidaklah dilihat dari kacamata yang kalah atau yang menang
tetapi dari Kaca mata Pemilik Dunia ini sendiri yang objektif, yaitu Allah
subhanahu wata'ala. Aamin yaa Rabbal 'aalamin. Salaamun 'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh
hsndwsp,-
arbi payapo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Di dunia ini memang susah susah membedakan antara "Mafia" dengan
"Bukan Mafia", "Anak Muda" dengan "Bandit", "Pahalawan" dengan "Pengkhianat" .
Antara Pahlawan dan Pengkhianat itu Relatif. Kita sering susah membedakan
antara Pahlawan dan Pengkhianat. Soeharto pernah menjadi Pahlawan di Indonesia
bahkan disebut "Bapak Pembangunan", dll. Tapi sekarang ?
Di Aceh kadangkala GAM dianggap Pahlawan, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa
GAM juga pernah dianggap bukan Pahlawan di Aceh, sampai harus "lari" ke hutan,
keluar negeri, dll.
Kita sering tidak punya pendirian, rakyat kecil terkadang tergantung kemana
arah angin. Tidak bisa dipungkiri di Indonesia rakyat pernah "memuja" Soekarno,
Soeharto, Habibie, Gusdur, Megawati, SBY, dll sebagai Pahlawan mereka. Begitu
juga di Aceh kadang rakyat menganggap TNI/Polri yang Pahlawan, dilain waktu GAM
lah yang menjadi "Tumpuan Harapan" dan Pahlawan. Dalam GAM sendiri dulu Dr.
Husaini yang dielu-elu sebagai Pahlawan, kadang Malik, Zaini, Cs yang Pahlawan,
bahkan Arjuna dan Amri bin Abdul Wahab juga pernah menjadi idola dan pujaan
rakyat Aceh, dll.
Kini Irwandi-Nazar, cs yang menjadi Pahlawan dimata rakyat Aceh. Hal ini
terbukti dimana kelompok mereka mendulang suara yang sangat signifikan dalan
Pilkada Aceh. Apakah mereka akan jadi Pahlawan sejati ?
Sekali lagi kita memang sulit membedakan antara Pahlawan dan Pengkhianat.
Biasanya Pemenang-lah yang dianggap Pahlawan, karena mereka bisa memutarbalik
fakta dengan berbagai fasilitas dan media yang ada, seperti membuat Buku Putih
dan sebagainya. Sedangkan yang Kalah sering dianggap Pengkhianat atau
Pecundang, mereka tidak punya sarana dan media, biasanya berbagai "media" juga
tidak berpihak kepada yang kalah, walaupun dulu sebagai "Tim Sukses"nya. Pihak
yang kalah mempunyai kesempatan yang sangat kecil untuk film "G 30 S/PKI", dll.
Biasanya yang dianggap Pahlawan adalah Pihak yang Menang sedangkan yang Kalah
akan dianggap Pengkhianat. Tapi yang jelas tidak benar Pemenang itu Pahlawan
dan yang Kalah adalah Pengkhianat, tapi alangkah rakyat akan lebih bahagia
apabila Pemenanglah yang Pahlawan, tapi ingat biasanya di film-film "Anak Muda"
lah yang tersenyum di akhir film.
SIAPAKAH PAHLAWAN SEJATI ????????????????????
On 2/6/07, Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Pemilihan
Kepala Daerah Otonomi (Pilkadao) sudah berlalu. Konon katanya merupakan
pemilihan yang bersejarah di Acheh dimana pihak yang kalah dan yang menang
sama-sama diharuskan untuk menciptakan keamanan demi kemajuan Acheh dimasa yang
akan datang. Ironisnya pihak yang menang itu melalui websit SIRA Referendum
memuntahkan suatu gagasan yang sungguh tidak terpuji.
Mengapa mereka mempublikasikan dialog yang tendensius terhadap keberadaan
Staf Kepemimpinan Acheh Mardeka di Swedia itu seolah-olah mereka itu "pencuri
Sorban Wali Negara"?. Mengapa pihak pelaku bias itu menuduh 5 orang pemimpin
yang berada di Swedia itu sebagai "Mafia Politik"? Hasil wawancara Teuku
Fahmi dari Tabloid SUWA dengan Teungku Abu Wahab membawa dampak yang cukup
rejam bagi persatuan GAM dimasa yang akan datang, demikian juga hasil wawancara
wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun.
Untuk lebih jelas mari kita telusuri bagimana biasnya opini mareka berdua.
Dalam hal ini saya tidak mengangkat keseluruhan wawancara tersebut agar tulisan
tidak terlalu panjang. Pertama kita mulai dengan Tgk Wahab:
(S): Mengapa mafia itu berhasil bermain di Pidie ?
(AW): Mereka mencuri surban Yang Mulya (Wali Neugara Aceh Hasan Tiro) dan
memakainya lalu menari di atas penderitaan rakyat, di atas air mata dan darah
segar yang sampai kini masih menempel di dedaunan belantara Aceh. Di atas
tulang kerangka tubuh syuhada (pejuang yang mati syahid) yang masih
berserakan di penjuru bumi ini. Secara keseluruhan, mereka gagal total. Mereka
hanya mampu menghamburkan uang. Salah satu aksi itu dilakukan saat di Losmen
Daka. Saya sendiri diberi Rp500 ribu waktu itu. (Soal pemberian dana itu diakui
sejumlah ulama yang diundang oleh H2O ke Wisma Daka, malah ada ulama yang hanya
mendapatkan 300 ribu rupiah, padahal seharusnya 500 ribu, entah siapa yang
memotongnya -red)
(S): Bagaimana caranya supaya rakyat Aceh rela memaafkan dosa politik mafia
itu?
(AW): Tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, perjuangan ini telanjur
berdarah-darah. Sebenarnya mafia telah bermain lama di dalam konflik Aceh. Yang
berani bicara langsung ditembak saja. Bagi mafia, nyawa insan tak berarti.
Artinya, sikap beginilah yang telah melahirkan Majelis Pemerintahan (MP) GAM
murni yang dipecat oleh pencuri surban Wali. Wali sendiri tak pernah memecat
siapapun, saya tahu karakter Wali.
(S): Berapa banyak mafia perjuangan yang Abu maksud?
(AW): Untuk tingkat pusat hanya lima orang saja. Di Pidie, jumlahnya dapat
dihitung jari. Mereka merupakan satu keluarga pembusuk. Orang Pidie tahu
tentang hal ini karena ini rahasia umum. Ini seperti penyakit kusta tulang
kronis. Kalau kita mau tubuh selamat harus rela diamputasi. Maka selamatlah
perjuangan Aceh. Sekarang kita baru tiba di terminal persinggahan, tapi ada
yang berusaha mengaburkan pandangan Meuntroe (Menteri) Malik seolah kita sudah
sampai ke tujuan.
(S): Bukankah konsilidasi dibutuhkan agar GAM tak pecah dalam partai lokal
nanti?
(AW): GAM tak pernah pecah di seluruh Aceh. Hanya geraknya terhalang-halangi
oleh kelompok yang " peu bace-bace droe, padahai euntoekBagai kucing berlagak
singa". Tapi, GAM "bersih" tetap setia dan mendukung penuh Teungku Irwandi dan
Muhammad Nazar. Contohnya: Yang Mulia Teungku Bahtiar Abdullah. Dia
satu-satunya diplomat ulung yang disegani oleh kawan serta ditakuti oleh
lawan. Bagi saya, dia figur tokoh internasional Aceh.
Disini Tgk Wahab begitu berani menuduh Staf Kepemimpinan Wali negara Acheh
Merdeka sebagai "pencuri sorban Wali". Pantaskah seseorang yang dikatakan
sebagai orang tua GAM mengeluarkan pernyataan seperti itu? Persoalan MP GAM
sudah jauh tertinggal di belakang, kini mungkin saja untuk berdamai dengan
mereka. Kalau dengan Hendon bersedia kita berdamai kenapa dengan mereka tidak.
Kalau berdamai dengan Hendon pakai syarat, berdamai dengan MP juga tentu pakai
syarat juga. Hal ini tidak memberatkan tentunya yang penting adanya sponsor
atau pihak penengah. Tapi ironisnya kita malah menciptakan perpecahan lain lagi
dengan tuduhan yang luar biasa keji terhadap Staf Kepemimpinan GAM di Swedia
serta GAM Pidie.
Meuntroe Maleh dan segenap stafnya tau persis justru perjuangan GAM itu masih
jauh, makanya GAM belum waktunya untuk langsung meraih kekuasaan, kecuali UUPA
nya sudah sesuai dengan MoU Helsinki, tapi kenapa Tgk Wahab berbicara
sebaliknya? Belumpun pihak Hindunesia menepati janjinya Tgk Wahab sudah
membela Irwandi - Nazar dan Bakhitiar secara membabi buta. Kalau kita berbicara
menurut kaca mata Al Qur-an, justru masa revolusi itu tidak dapat diserahkan
kepada musyawarah orang ramai, kecuali hanya Staf Revolusi saja yang patut
berembuk. Rasulullah tidak pernah berembuk dengan para sahabat menyangkut
pengangkatan pemimpin bawahannya, kecuali untuk strategi pertempuran. Itu pun
hanya sekali saja sebagaimana yang terjadi dalam menghadapi perang Khandag
(perang Parit), dimana Rasulullah menyetujui pendapat Salman Al Faraisi agar
kali itu membuat pertahanan dalam kota Madinah dengan cara menggali parit
disekelilingnya. Berdasarkan bukti sejarah itu betapa bohongnya tgk Wahab
itu sampai berani menuduh Rasulullah baru melaksanakan firman Allah itu
setelah mendapat persetujan sahabat.
Sahabat itu ramai ada yang baik dan ada yang jahat seperti Muawiyah, Amru bin
Ask, Khalid bin Walid yang terlanjur dibesar-besarkan dan demikian juga
sahabat-sahabat jahat lainnya. Andaikata firman Allah tidak disetujui para
sahabat, apakah rasulullah tidak akan melaksanakan perintah yang terkandung
dalam firman tersebut? Betapa lugunya ini orang dalam beragama. Pastinya
setiap perintah Allah itu harus dilaksanakan walaupun menurut manusia yang
dhaif pikirannya seperti tgk Wahab masih dibutuhkan persetujuan para sahabat,
masya Allah. Kalau kita meyakini insting Tgk Wahab ini murtad hukumnya saudara.
Jangan coba-coba mempermainkan firman Allah demi membenarkan pendapat dhaifnya.
Kalau kita berbicara secara demokrasipun Tgk Wahab itu keliru 180 derajat.
Secara demokrasipun kita berhak bergabung dengan PPP. Mengapa Tgk Wahab
mencelanya? Kendatipun kalau kita analisa justru PM Malik yang memiliki
politik kelas tinggi, masih perlu menempuh cara seperti itu disebabkan UUPA nya
belum selesai direvisi. Justru itu pula Tgk Hasbi dicalonkan sebagain wakil
gubernur bukan Kepala. Apakah arif andaikata kita uraikan hal itu didepan umum
secara panjang lebar?
Sesungguhnya pikiran manusia itu dhaif kecuali pikiran manusia yang didasari
kepada Al Qur-an dan Hadist Nabi yang benar-benar saheh. Sebagai contoh perlu
saya angkat satu:
"Diwajibkan atas kamu berperang, sedangkan berperang itu adalah suatu yang
kamu benci. dan boleh jadi kamu membenci akan sesuatu , padahal ia lebih baik
bagimu. dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu, padahal ia adalah mudharat bagi
kamu. dan Allah mengetahui, tetapi kamu tidak mengetahui". ( Q.S, 2: 216).
Saya kira cukup sekian dulu dan insya Allah akan kita lanjutkan mengenai
wawancara wartawan Sirareferendum T. Zulfahmi BTM dengan Tgk Harun. Perlu saya
ingatkan sebetulnya tidak layah kita publikasi persoalan intern GAM tapi
realitanya demikjianlah yang dilakukan pihak yang keliru dalam memahami
Revolusi dan Demokrasi. Jadi sesungguhnya merekalah yang mempublikasikan hingga
saya terpaksa meluruskannya.
bersambung. . . . . . .
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.