http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 14 Februari 2007
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
 

 
KEBIJAKSANAAN POLITIK IRWANDI YUSUF ADALAH BUKAN KEBIJAKSANAAN POLITIK GAM DI 
ACHEH
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
 

 
KEBIJAKSANAAN POLITIK IRWANDI YUSUF & MUHAMMAD NAZAR DI ACHEH ADALAH 
KEBIJAKSANAAN POLITIK MEREKA BERDUA SAJA.

"Bapak Ahmad ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan ke bapak. Beberapa waktu 
yang lalu bpk Irwandi pernah memberi sanggahan terhadap tulisan bapak dan kalau 
tidak salah beliau meminta supaya anda tidak banyak bicara. Pernahkah bapak 
mengenal, bertemu dan berbincang dengan bpk Irwandi, kapan dan dimana itu 
terjadi dan materi apa saja yang bapak bahas. Dengan dilantik nya bpk Irwandi 
sebagai gubernur untuk wilayah Aceh, bukankah ini merupakan sutu tujuan dari 
pada perjuangan awal untuk sampai ke tingkat yang dinamakan kemerdekaan seperti 
yang selama ini di dengung dengung kan oleh GAM. Bukankah ini satu jalan mulus 
yang dapat mencapai ke arah kemerdekaan. Apakah Wali Neugara setuju dengan 
pengangkatan bpk Irwandi sebagai gubernur Aceh. Saya dengar sekarang ini sedang 
terjadi perpecahan antara Perdana Mentri yang sewaktu pilkada menjogakan senior 
nya GAM dengan bpk Irwandi…" (Dian Sastro, [EMAIL PROTECTED] , 
[203.130.226.206], Wed, 14 Feb 2007 05:24:10 +0100 (CET))

Terimakasih saudari Dian di Banda Acheh, Acheh.

Tentang pertanyaan-pertanyaan saudari yang disampaikan kepada Ahmad Sudirman 
Insya Allah akan diberikan jawabannya.

Sebenarnya, bukan saudara Irwandi yang meminta supaya Ahmad Sudirman tidak 
banyak bicara, melainkan karena saudara Irwandi sendiri yang tidak mampu 
memberikan jawaban dari apa yang dituliskan oleh Ahmad Sudirman. Saudara 
Irwandi ketika memberikan jawaban atas tulisan Ahmad Sudirman terlalu emosional 
dan tidak mampu menguasai dirinya. Sehingga jatuh kedalam jaring yang dipasang 
sendiri.

Memang Ahmad Sudirman sudah mengenal saudara Irwandi bahkan bertemu di 
Stockholm, Swedia pada tanggal 21 Mei 2005. Tidak ada yang dibincangkan, selain 
ia hanya ingin mengetahui tentang sikap dan pendapat Ahmad Sudirman tentang 
Acheh saja waktu itu. Saudara Irwandi selalu mengikuti tulisan-tulisan Ahmad 
Sudirman di mimbar bebas sejak tahun 1998-an. Beberapa kali mengirimkan tulisan 
dan pendapatnya kepada Ahmad Sudirman.

Kemudian, sejak tanggal 8 Februari 2007 saudara Irwandi telah dilantik menjadi 
“Gubernur Acheh” adalah bukan merupakan langkah awal perjuangan untuk sampai 
ketingkat kemerdekaan Acheh. Mengapa? Karena pertama, munculnya Irwandi 
terpilih menjadi ”Gubernur Acheh” adalah didasarkan pada dasar hukum UU No.11 
tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh yang sebagian besar pasal-pasalnya 
bertentangan dengan MoU Helsinki. Kedua, Irwandi muncul atas nama pribadi atau 
atas nama independen, tidak membawa nama GAM, dan tidak didukung secara resmi 
oleh lembaga politik dan hukum GAM. Jadi, kalau sekarang Irwandi menjadi 
”Gubernur Acheh” itu adalah melalui jalan tangga pribadi yang tidak ada 
kaitannya dengan lembaga hukum dan politik GAM. Karena itu politik yang 
dijalankan Irwandi adalah politiknya sendiri bersama saudara Muhammad Nazar 
dari kelompok SIRA. Mereka berdua tidak membawa-bawa politik dan kebijaksanaan 
GAM dalam pemerintahah Acheh yang sedang berjalan sekarang ini. Soal mulus 
tidaknya jalan politik yang dijalankan oleh Irwandi dalam pemerintahannya itu 
tidak ada kena mengena dengan tujuan dan perjuangan GAM.

Selanjutnya Tentang sikap Wali Neugara Acheh Teungku Hasan Muhammad di Tiro 
atas pengangkatan saudara Irwandi menjadi ”Gubernur Acheh” yang didasarkan pada 
UU No.11 tahun 2006 yang bertentangan dengan MoU Helsinki adalah diluar garis 
perjuangan GAM. Dan sampai detik sekarang ini tidak kedengaran suara 
persetujuan dari Pimpinan Tertinggi GAM Teungku Hasan Muhammad di Tiro atas 
pengangkatan saudara Irwandi Yusuf sebagai ”Gubernur Acheh” model UU No.11 
tahun 2006  buatan DPR RI ini.

Memang dari sejak terbukanya kunci perdamaian di Acheh, dan GAM secara de jure 
dan de-facto menguasai Acheh, ternyata dimanfaatkan oleh segelintir anggota GAM 
misalnya saudara Irwandi Yusuf cs untuk menunjukkan bahwa ia dan kompaninya 
mampu membawa perjuangan GAM di Acheh, sehingga secara frontal melakukan 
tindakan perlawanan politik secara terbuka terhadap Pimpinan Tinggi GAM. 
Tetapi, saudara Irwandi cs memang masih kurang asam dan garam dalam berpolitik 
sehingga akhirnya ia bersama Muhammad Nazar  terjerumus kedalam jurang otonomi 
yang bertentangan dengan MoU Helsinki. Dan tentu saja, setelah saudara Irwandi 
Yusuf dan Muhammad Nazar menduduki kursi ”Gubernur dan Wakil Gubernur Acheh” 
akan mendapat kesulitan untuk melakukan tuntutan dan amandemen UU No.11 tahun 
2006 tentang Pemerintahan Acheh yang sebagian besar pasal-pasalnya masih 
bertentangan dengan MoU Helsinki. Tanpa UU No.11 tahun 2006 diamandemen untuk 
diacukan pada MoU Helsinki, maka tujuan untuk penentuan nasib sendiri bagi 
bangsa dan seluruh rakyat Acheh akan terbengkalai dan hanya fatamorgana saja.

Menyinggung kesehatan Wali Neugara Acheh Teungku Hasan Muhammad di Tiro sampai 
detik ini beliau masih tetap sehat. Adapun kapan beliau pulang ke Acheh, masih 
belum diketahui kapan waktunya, tetapi menurut Ahmad Sudirman selama pihak RI 
dalam hal ini Pemerintah RI dan DPR RI masih banyak melakukan penipuan dalam 
hal MoU Helsinki yang dituangkan dalam UU No.11 tahun 2006, maka selama itu 
kemungkinan akan sulit bagi beliau untuk masuk dan menyerahkan diri kepada 
pihak RI.

Adapun tentang soal terwujud negara Acheh merdeka itu tergantung penuh kepada 
pihak bangsa dan rakyat Acheh yang komitmen dengan MoU Helsinki. Karena sampai 
detik sekarang ini sebagian rakyat Acheh sudah terbuai dengan alunan dan buaian 
UU No.11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Acheh made in DPR RI yang menjurus 
pada otonomi bukan menjurus kepada Self Government sebagaimana yang telah 
disepakati oleh pihak GAM dan Pemerintah RI ketika berunding di Helsinki, 
Finlandia yang dituangkan dalam MoU Helsinki.

Kembali menyinggung siapa saudara Irwandi, sebenarnya ia masuk kedalam GAM 
bukan karena didorong oleh cita-cita perjuangan untuk menentukan nasib sendiri 
bagi bangsa dan rakyat Acheh, melainkan hanya terdorong oleh ikut-ikutan saja. 
Karena terbukti, setelah terbuka lebar bagi GAM di Acheh, langsung saja ia 
tampil kedepan untuk mencari kursi kekuasaan. Dan sebenarnya saudara Irwandi 
Yusuf bukan anggota juru runding di Helsinki, Finlandia. Sepengetahuan Ahmad 
Sudirman GAM tidak pernah mengangkat saudara Irwandi sebagai juru runding resmi 
di Helsinki untuk menghadapi tim juru runding pihak Pemerintah RI.

Ahmad Sudirman terakhir bertemu dan bertatap muka dengan saudara Irwandi Yusuf 
adalah pada tanggal 21 Mei 2005 di Stockholm, Swedia.

Nah, itulah sedikit jawaban atas beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh 
saudari Dian di Banda Acheh, Acheh.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL 
PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca 
tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam 
dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP 
http://www.dataphone.se/~ahmad
 
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon 
petunjuk, amin *.*
 
Wassalam.
 
Ahmad Sudirman
 
http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: from [203.130.226.206] by web31704.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Wed, 
14 Feb 2007 05:24:10 +0100 (CET)
Date: Wed, 14 Feb 2007 05:24:10 +0100 (CET)
From: Dian Sastro <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: asssalamu ^alaikum
To: [EMAIL PROTECTED]

Alhamdulillah.........

Hingga saat ini saya masih di berikan kesehatan dan kekuatan hingga saya masih 
dapat berkomunikasi dengan bapak Ahmad. Bapak Ahmad ada beberapa hal yang ingin 
saya tanyakan ke bapak.

1. Beberapa waktu yang lalu bpk Irwandi pernah memberi sanggahan terhadap 
tulisan bapak dan kalau tidak salah beliau meminta supaya anda tidak banyak 
bicara. Pernahkah bapak mengenal, bertemu dan berbincang dengan bpk Irwandi, 
kapan dan dimana itu terjadi dan materi apa saja yang bapak bahas.

2. Dengan dilantik nya bpk Irwandi sebagai gubernur untuk wilayah Aceh, 
bukankah ini merupakan sutu tujuan dari pada perjuangan awal untuk sampai ke 
tingkat yang dinamakan kemerdekaan seperti yang selama ini di dengung dengung 
kan oleh GAM. Bukankah ini satu jalan mulus yang dapat mencapai ke arah 
kemerdekaan.

3. Apakah Wali Neugara setuju dengan pengangkatan bpk Irwandi sebagai gubernur 
Aceh.

4. Saya dengar sekarang ini sedang terjadi perpecahan antara Perdana Mentri 
yang sewaktu pilkada menjogakan senior nya GAM dengan bpk Irwandi.

5. Bagaimana dengan kesehatan Wali Neugara? dan kapan beliau pulang ke Aceh. 
Saya sangat ini bertemu dengan Wali, karena selama ini saya hanya bissa melihat 
fotonya saja dari internet dan ada saya abadi kan di hp saya ,sebagai rasa 
penghormatan seorang rakyat terhadap pemimpin yang di cintai.

6. Akankah terwujut negara Acheh merdeka seperti apa yang pernah di perjuangkan 
selama ini.

7. Siapa sebenarnya bpk Irwandi dan apa latar belakangnya sehingga beliau bisa 
dingkat menjadi juru runding GAM.

8. Kapan anda terakhir bertemu dengan bapak Irwandi.

Atas jawaban yang bapak berikan saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah selalu 
melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua...amin ya rabbal ’alamin.
----------

Kirim email ke