http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 15 Februari 2007 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. BUALAN TARMIZI PENGANUT AJARAN "EKONOMI TRINITAS" ARQAM ALIAS RUFAQA' SESAT TERBONGKAR Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. TARMIZI-RUFAQA'-SESAT-"BUI HITAM"-"KECOA YUNAN"-CHONG-CHI-KA-SHEK DARUL ARQAM HIDUP DARI HASIL MEMBUAL Sudah bertahun-tahun Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek hidup dari cara melakukan bual membual kesegala peloksok dunia. Dari mulai membual soal pendidikan sampai ke soal nama yang kesemuanya dimaksudkan untuk menutupi akan kelemahan dirinya yang sangat rapuh dan tidak berdaya itu. Coba saja perhatikan beberapa fakta dan bukti tentang bualan Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek. Pada tanggal 19 Juli 2002 usia Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" adalah 30 tahun. Kemudian ia mengaku belajar di University of Warwick, dimana pada tahun itu ia sudah masuk semester 3 postgraduate mendalami Business Mathematics ( http://pthp.net/asing.html ) Nah sekarang, yang dipertanyakan adalah benarkah Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek pada tahun 2002 belajar di University of Warwick untuk tingkat postgraduate dalam bidang Business Mathematics? Nah, untuk menjawabnya, kita kupas secara ilmiah. Sekarang, kalau Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" pada bulan Juli 2002 sudah menempuh semester 3, berarti ia masuk dan diterima oleh pihak University of Warwick pada musim dingin tahun 2000 dengan membayar uang kuliah pertahun sebesar £15500 (lima belas ribu lima ratus pondsterling) atau $30000 (tiga puluh ribu dolar US). Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, benarkah ia masuk University of Warwick ke tingkat postgraduate dalam bidang Business Mathematics dengan membayar uang kuliah pertahun £15500 atau $30000 padahal ia sejak tahun 2000 sampai akhir tahun 2004 tinggal di Malaysia? Jelas, jawabannya adalah ia tidak benar masuk University of Warwick, karena untuk belajar di University of Warwick ia harus berada di Inggris full-time dan membayar uang kuliah pertahun £15500 atau $30000. Kemudian, pertanyaan selanjutnya adalah pasport apakah yang dipakai oleh Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" untuk dipakai sebagai identitas diri ketika ia meminta izin kuliah di Inggris? Jelas, jawabannya adalah pasport bergambar burung garuda, kalau ia bukan pengungsi dan bukan pelarian dari Acheh di Malaysia. Tetapi kalau ia pada tahun 2000 sudah memiliki Identity Card (IC) Merah di Malaysia karena kawin dengan perempuan melayu atau cina Malaysia, maka IC tersebut bisa dijadikan sebagai alat identitas dirinya. Tetapi tetap saja kalau dipakai untuk belajar di Inggris harus mempergunakan pasport, dimana salah satunya adalah memakai pasport cap burung garuda atau memakai pasport bercap kerajaan Malaysia. Hanya tentu saja pihak kerajaan Malaysia tidak akan memberikan pasport kepada yang bukan warga negara Malaysia. Nah sekarang berdasarkan keterangan diatas, maka Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" yang melihat statusnya di Malaysia tidak berkewarganegaraan Malaysia tidak mungkin bisa diterima dan belajar full time di University of Warwick dari sejak tahun 2000 sampai tahun 2002. Kemudian, kalau juga Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" untuk mendaftar ke University of Warwick memakai pasport bercap burung garuda, maka kemungkinan kecil sekali untuk diterima. Karena dalam kenyataannya Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" dari tahun 2000 sampai tahun 2004 hanya berkeliaran di Malaysia saja. Tidak pernah masuk ke Inggris dengan memakai pasport bercap burung garuda. Jadi sekarang sudah bisa dibuktikan bahwa sebenarnya Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan" yang pada tanggal 19 Juli 2002 menyatakan bahwa dirinya sudah sampai semester 3 di University of Warwick di tingkat postgraduate dalam bidang Business Mathematics adalah bohong belaka. Apalagi sampai ia harus membayar uang kuliah pertahun sebesar £15500 (lima belas ribu lima ratus pondsterling) atau $30000 (tiga puluh ribu dolar US), itu suatu hal yang mustahil bisa dilakukan oleh Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam" ini yang keadaannya di Malaysia terkatung-katung karena hanya menggantungkan dirinya pada bininya yang keturunan Cina itu. Selanjutnya, pada akhir tahun 2004, tepatnya pada hari Selasa tanggal 28 Desember 2004 07:25:41 +0000 (GMT) ia berada di Sydney, New South Wales, Australia. Di Australia pun ia hanya menggantungkan dirinya pada bini-Cina-nya itu. Terakhir, sekarang teroris Tarmizi-rufaqa'-sesat-"bui hitam"-"kecoa Yunan"-chong-chi-ka-shek yang usianya sekitar 34 tahun ini berlagak seperti bisnismen, padahal bisnismen "ekonomi trinitas" gadungan hasil celupan Arqam alias rufaqa'-sesat buatan Ashaari Muhammad. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ----------
