12 Tentara AS Tewas dalam Tiga Insiden Terpisah di Irak

Korban tewas tentara AS di Irak terus berjatuhan. Televisi Al Alam mengutip 
keterangan Militer AS di Baghdad hari ini yang melaporkan, akibat ledakan bom 
di jalan yang dilalui sebuah kendaraan militer AS di pusat Provinsi Diyala, 
timur laut Baghdad, sembilan tentara AS tewas dan 20 lainnya luka-luka. Ledakan 
bom di jalan yang dilalui konvoi tentara AS di utara Karbala juga menewaskan 
dua tentara AS. Sementara itu satu tentara AS tewas ditembak gerilyawan Irak di 
kawasan Miqdadiah.
Berdasarkan pengumuman resmi Pantagon, jumlah tentara AS yang tewas sejak 
invasi Maret 2003 lalu hingga kini mencapai 3.342 orang. Sumber-sumber 
independen meyakini, nyawa tentara AS yang melayang di Irak telah melampaui 
angka 12.000 orang.
 
Gerilyawan Irak Tewaskan Empat Tentara Australia
Empat tentara Australia tewas di Irak. Wartawan IRIB yang mengutip keterangan 
berbagai sumber pemberitaan Arab melaporkan, sekelompok orang bersenjata tak 
dikenal menyerang satuan patroli tentara Australia di kota Nasiriyah Irak 
selatan. Serangan tersebut menewaskan empat tentara Australia dan melukai 
beberapa lainnya. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai insiden serangan 
tersebut.  
 
Al Maliki: Isu Perpecahan Kelompok Ditiupkan Musuh Bangsa Irak
PM Irak, Noori Al Maliki, menyatakan bahwa  berita mengenai adanya friksi antar 
suku di Irak tidak lebih dari isu yang ditiupkan oleh musuh bangsa ini. Hal itu 
disampaikan Al Maliki saat bertemu dengan Ahmad Fathi Sorour, Ketua Dewan 
Rakyat Mesir, di Kairo hari ini. Menurut Al Maliki, Irak saat ini diperintah 
oleh pemerintahan persatuan yang dibentuk oleh perwakilan berbagai kelompok di 
negara ini, dan semuanya melangkah dalam rangka mewujudkan kehendak bangsa. Al 
Maliki juga menegaskan bahwa jika tidak ada halangan dari pihak asing, bangsa 
dan pemerintahan Irak saat ini sudah bisa mengimplementasikan berbagai program 
bagi kemajuan Irak.
Sementara itu Ketua Dewan Rakyat Irak mengatakan bahwa Irak yang kuat akan 
menjadi pendorong bagi bangkitnya dunia Islam. Sebalinya, jika Irak lemah, hal 
itu juga menjadi indikasi melemahnya kaum muslimin dunia.
Sebelum ini, Al Maliki bertemu dengan Sheikh Al Azhar, Sheikh Mohamad Sayid 
Tanthawi. Dalam kesempatan itu, Tanthawi menyeru seluruh kelompok di Irak 
meningkatkan kewaspadaannya di depan segala fitnah dan upaya berbagai pihak 
luar untuk memecah-belah kaum muslimin.
 
Tentara Zionis Cokok Lima Warga Palestina
Lima warga Palestina ditangkap tentara Zionis. Kantor berita Jerman yang 
mengutip keterangan militer Israel melaporkan, dalam agresi ke sebuah kawasan 
dekat Al-Khalil Tepi Barat Sungai Jordan, tentara Zions menangkap lima pemuda 
Palestina dengan tuduhan menjalin kerjasama dengan para pejuang. Tiga hari 
lalu, dalam agresinya tentara Zionis membunuh sembilan warga Palestina termasuk 
seorang anak kecil dan melukai puluhan lainnya. 
Membalas kebrutalan tentara Zionis itu, para pejuang Palestina menggempur 
pemukiman Zionis dengan roket. Televisi al-Alam yang mengutip dari sumber 
Palestina melaporkan, sayap militer Gerakan Perjuangan Islam (Hamas) hari 
Selasa ini menembakkan sedikitnya 30 roket ke sejumlah pemukiman Zionis. Juru 
bicara militer Rezim Zionis mengakui terjadinya serangan roket tersebut tanpa 
menyebutkan kerugian dan kemungkinan jatunya korban di pihak Zionis. 
 
Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak
Harga minyak mentah produksi negara-negara anggota Organisasi Pengekspor Minyak 
(OPEC) meningkat 86 sen parbarel. Kantor berita Reuters hari Selasa ini 
melaporkan, harga minyak OPEC hari ini naik dari 62,6 Dolar menjadi 62,92 US 
Dolar perbarel. 
 
Transkrip Berita Siaran Senin Pagi, 24 April 2007
 
Ahmadinejad: Tekanan Barat terhadap Nuklir Iran Murni Bersifat Politis
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyatakan bahwa kontroversi yang dibuat 
Barat terkait proyek nuklir Iran murni bersifat politis, karena sama sekali 
tidak didukung oleh hal-hal yuridis atau teknis. Demikian disampaikan 
Ahmadinejad dalam wawancaranya dengan wartawan Televisi Al Alam dan Reuters. 
Menurut Ahmadinejad, keberhasilan Iran dalan meraih tahap pengolahan bahan 
bakar nuklir skala industri dalam kerangka hukum yang legal. Karenanya, tidak 
mungkin Iran mundur dari langkahnya yang legal ini.
Menyinggung kelanjutan kerjasama pembangunan proyek nuklir Bushehr dengan 
Rusia, Ahmadinejad menyatakan bahwa kontrak kerja kedua negara tidak dibebani 
dengan syarat apapun dan saat ini sedang dalam tahap implementasi. 
Ditambahkannya bahwa beberapa kali penundaan dalam implementasi kontrak kerja 
didasarkan kepada hal-hal teknis.
Saat ditanya tentang seberapa jauh kesiapan Iran untuk menghadapi kemungkinan 
embargo yang lebih luas, Ahmadinejad menegaskan bahwa saat ini, embargo sudah 
tidak lagi memiliki makna dan dampak yang signifikan. Menurutnya, bangsa-bangsa 
di dunia sudah semakin paham sekaligus tidak akan pernah menerima kezaliman.
 
Soal Perundingan Nuklir, Barat Tidak Boleh Lagi Bicara Soal Prasyarat
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, mengingatkan 
Barat agar dalam penyelenggaraan perundingan nanti sama sekali tidak berbicara 
soal prasyarat apapun. Hal tersebut disampaikan Larijani dalam konferensi pers 
di Teheran Senin kemarin seusai menerima kunjungan mantan Menteri Dalam Negeri 
Lebanon, Sulaiman Faranjieh. Menurut Larijani, situasi kini sudah berubah, dan 
hal ini memerlukan inisiatif baru dari pihak Barat.
Larijani menambahkan, pembicaraan mengenai ada atau tidaknya penyimpangan dalam 
proyek nuklir sipil Iran bisa menjadi agenda ideal dalam perundingan nanti. 
Dikatakannya juga bahwa jika perundingan hanya main-main saja, hal itu tidak 
akan menjanjikan hasil apapun. 
Menyinggung tuduhan Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, bahwa Iran membantu 
kelompok Al-Qaeda, Larijani menyatakan bahwa tuduhan itu adalah lelucon besar, 
dan tidak lebih dari upaya Washington untuk lari dari fakta yang ada. 
Dikatakannya bahwa fakta yang ada justru dengan jelas menunjukkan keterkaitan 
kelompok-kelompok teroris di Irak dengan negara-negara sekutu AS.
Sementara itu Faranjieh dalam konferensi pers tersebut menyampaikan 
keprihatinannya atas krisis yang dibuat oleh sejumlah negara besar dunia atas 
Iran. Faranjieh mengatakan, "Kami datang ke Iran untuk menunjukkan kepada dunia 
bahwa bangsa kami berada di samping bangsa Iran."
 
Proyek Nuklir Iran Tidak Mungkin Dibuat Mundur 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohamad Ali Hosseini, menyatakan 
bahwa proyek nuklir Iran adalah proses yang tidak mungkin dibuat mundur. 
Penegasan itu disampaikan Hosseini saat berbicara di depan civitas akademika 
Universitas Tabriz, barat laut Iran, Senin kemarin. Menurut Hosseini, sejak 
dulu hingga kini, Republik Islam Iran selalu membuka perundingan. Akan tetapi, 
Teheran juga tidak akan mundur dari upaya meraih haknya di bidang pendayagunaan 
teknologi ini.
Menyinggung isu hubungan dengan masyarakat dunia, Hosseini menyatakan bahwa 
para pejabat Iran selalu menekankan pentingnya menjalin hubungan dengan seluruh 
negara dunia, kecuali rezim ilegal Zionis Israel. Hanya saja, menurut Hosseini, 
hubungan tersebut harus dalam kerangka penghormatan yang adil antara kedua 
belah pihak serta komitmen untuk tidak mengintervensi urusan internal negara 
lain. Hubungan tersebut juga harus memperhatikan pemenuhan kepentingan bersama 
masing-masing negara.
 
Terlibat Bentrokan Senjata dengan Pejuang Irak, Enam Tentara AS Tewas
Bentrokan bersenjata yang terjadi antara para pejuang Irak dan tentara 
pendudukan AS di Baghdad Senin kemarin menewaskan setidaknya enam tentara AS 
dan melukai 11 tentara lainnya. Demikian dilaporkan Televisi Al Alam yang 
bermarkas di Iran.
Menurut keterangan resmi Pentagon, jumlah tentara AS yang tewas di Irak sejak 
invasi ke negara itu Maret 2003 lalu, sebanyak 3.331 orang. Sumber-sumber 
independen membantah keterangan resmi Pentagon tersebut karena berdasarkan 
data-data rumah sakit AS sendiri, tentara AS yang tewas itu lebih dari 12.000 
orang.
 
Inggris Kehilangan Lagi Satu Nyawa Tentaranya di Irak
Satu lagi tentara Inggris tewas di Irak. Laporan yang disampaikan AFP, mengutip 
keterangan para pejabat militer Inggris, menyatakan bahwa tentara Inggris 
tersebut tewas dalam insiden serangan bersenjata kelompok tak dikenal terhadap 
pos militer Inggris di kawasan Al Ash'arah, Basrah, Senin kemarin. Jumat lalu, 
tiga tentara Inggris juga tewas dalam insiden serupa di Provinsi Meisan, 
selatan Irak.
Data resmi yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Inggris menunjukkan bahwa 
sejak invasi ke Irak Maret 2003 lalu, tentara Inggris yang tewas di Negeri 1001 
Malam itu berjumlah 146 orang. Sebagai sekutu terdekat AS, Inggris menempatkan 
lebih dari 7.000 tentaranya di kawasan-kawasan selatan Irak.
 
Pejuang Palestina Serang Permukiman Zionis dengan Roket
Para pejuang Palestina melontarkan sejumlah roket dengan sasaran kawasan 
permukiman Zionis di selatan Palestina Pendudukan. Demikian dilaporkan AFP yang 
mengutip keterangan para pejabat Zionis. Akan tetapi, sumber-sumber Zionis itu 
enggan memberikan keterangan mengenai kerugian yang diderita akibat serangan 
roket tersebut.
Selama tiga hari terakhir, tentara Zionis menyerbu kota Jenin di Tepi Barat 
Sungai Jordan, hingga menewaskan empat pejuang Palestina. Menangggapi kejahatan 
Zionis tersebut, kelompok-kelompok perlawanan Palestina berjanji akan melakukan 
aksi pembalasan.
 
MOSSAD Dalang Pembunuhan Rafik Hariri
Sumber-sumber pemberitaan Perancis mengungkapkan keterlibatan Dinas Rahasia 
Israel  (MOSSAD) dalam aksi teror yang menewaskan mantan PM Lebanon, Rafik 
Hariri. Seperti dikutip Situs "Arab48", sumber-sumber Perancis itu menyatakan 
bahwa tuduhan Kelompok 14 Maret bahwa Suriah adalah dalang pembunuhan Hariri 
tidak berdasar, karena pelaku sebenarnya adalah MOSSAD.
Laporan tersebut juga mengungkap fakta lain mengenai perang Lebanon tahun lalu. 
Dikatakannya bahwa dalam agresi itu, jumlah serdadu Zionis yang tewas bukan 119 
orang sebagaimana yang diumumkan secara resmi oleh pejabat Tel Aviv, melainkan 
lebih dari 2.300 orang.
 
Rusia Khawatirkan Rencana Penempatan Sistem Anti Rudal AS di Eropa
Rusia menyampaikan kekhawatirannya atas rencana AS menempatkan sistem 
pertahanan anti rudal di beberapa negara timur Eropa. Kekhawatiran itu 
disampaikan Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov, dalam pembicaraan 
dengan sejawatnya dari AS, Robert Gates. Seperti dikutip oleh Interfax, 
Serdyukov mengatakan bahwa tindakan seperti ini hanya akan mengganggu 
stabilitas dan keamanan di kawasan regional dan dunia. Lebih jauh lagi, 
Serdyukov mengingatkan Gates bahwa hubungan Moskow dan Washington masih 
berpotensi memantik ketegangan.
Januari lalu, AS mengajukan usulan kepada Polandia dan Ceko, dua negara di 
kawasan timur Eropa, terkait penempatan sistem pertahanan anti rudal berupa 
penempatan rudal pemburu dan sistem radar.
 
 

LINTAS   WARTA

 
 
Kelompok Penekan dan Perannya di Irak
Selain berlanjutnya aksi pendudukan pasukan asing, terdapat faktor lain 
menyebabkan instabilitas di Irak yaitu keberadaan pressure group atau kelompok 
penekan dalam lembaga politik dan keamanan negara tersebut. Bahaya aksi siluman 
kelompok tersebut telah diperingatkan oleh Deputi PM Irak, Salam Al-Zubayi. 
Menurutnya, kelompok penekan itu berhubungan dengan para teroris. Proses 
pemulihan aktivitas politik tidak ada artinya bagi mereka dan jenis kelompok 
tersebut hanya mengacu pada perpercahan di antara kelompok-kelompok Irak. 
Disinggungnya pula bahwa sejak awal kelompok-kelompok Sunni menentang terorisme 
namun ada pihak-pihak yang menyetarakan perjuangan dengan terorisme. 
Meninjau kembali pada tujuan AS untuk melanggengkan gejolak dan krisis di Irak, 
tak diragukan lagi bahwa aktivitas kelompok penekan itu dibiayai dan 
dikoordinasi langsung oleh militer AS. Dalam beberapa waktu terakhir, kelompok 
penekan tersebut gencar mengupayakan penghapusan UU larangan partisipasi 
politisi eks-Ba'ath. Upaya itu juga ditanggapi secara serius oleh militer AS. 
Padahal AS sendiri yang pada tahun 2003, menyeret keluar Rezim Ba'ath pimpinan 
mantan diktator Saddam Hossein, dari lingkup kekuasaan Irak. Wajar jika upaya 
AS untuk mengembalikan para politisi Ba'ath ke gelanggang politik Irak menuai 
kecurigaan dari berbagai kalangan. 
Di sisi lain, instabilitas dan aksi teror di Irak kian meningkat. Bagi warga 
Irak, hari ini lebih buruk dari hari kemarin dan kondisi ini akan terus 
berlanjut. Meski pemerintah telah menggulirkan program keamanan Baghdad, namun 
ibukota Irak terus dilanda instabilitas. Kesuksesan program keamanan itu 
tersumbat akibat sikap militer AS yang sangat tidak kooperatif dengan 
pemerintahan PM Irak, Nouri Al Maliki. Akumulasi seluruh kinerja militer AS 
terkait keamanan di Irak dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan niat Gedung 
Putih untuk mengubah format dan struktur pemerintahan Irak. 
Sejak Presiden AS George W. Bush, mengumumkan strategi barunya di Irak, kinerja 
militer AS di negeri pendudukan itu lebih diprioritaskan untuk memperlemah 
pemerintahan Al Maliki. Pada tahap berikutnya, militer AS juga tengah merancang 
kudeta politik di Irak. Dengan kata lain, saat ini para penguasa Gedung Putih 
tengah mencari cara yang paling efektif, murah, dan mudah, untuk melanjutkan 
pendudukannya dengan cara pencangkokan kelompok-kelompok pro-AS pada 
pemerintahan Irak. Namun masalahnya, hampir tidak ada pihak sependapat dengan 
AS kecuali para mantan anggota Partai Ba'ath. Sementara di sisi lain, hak 
partisipasi para politisi eks-Ba'ath telah dicabut oleh pemerintah seperti yang 
tercantum dalam UU. Sebab itulah, AS berupaya keras mengerahkan 
kelompok-kelompok penekan untuk mengupayakan pencabutan UU tersebut. Jika 
tujuan ini tercapai, AS akan lebih leluasa menuntun pion-pionnya memasuki arena 
politik Irak. 
 
 
 
Iran dan Eropa Menjelang Tahap Perundingan Baru
Menjelang perundingan nuklir dengan Uni Eropa, Presiden Iran Mahmoud 
Ahmadinejad, dan Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, 
memaparkan kembali garis besar kebijakan pemerintah di bidang nuklir. 
Perundingan tersebut akan digelar pada hari Rabu 25 April 2007, antara Larijani 
dan Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, di Turki. Pernyataan 
Ahmadinejad dan Larijani memperjelas fakta bahwa selama ini Iran menekankan 
dialog dengan Eropa. Disebabkan oleh kegagalan perundingan sebelumnya, Teheran 
berpendapat bahwa dialog mendatang harus disesuaikan dengan kondisi dan 
tuntutan baru. Kondisi dan tuntutan yang dimaksud adalah menyangkut 
keberhasilan Iran dalam memproduksi bahan bakar nuklir skala industri. 
Hal itu sekaligus menutup kemungkinan bagi Eropa untuk mengungkapkan kembali 
tuntutan penangguhan pengayaan uranium oleh Iran. Ahmadinejad menegaskan bahwa 
pada dasarnya, tuntutan Eropa tersebut sama sekali tidak memiliki pijakan hukum 
apapun. Iran sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) 
memiliki hak yang tak bisa ditawar dalam mendayagunakan teknologi nuklir 
termasuk pengayaan uranium. Sebab itu, Ahmadinejad menyebut istilah penangguhan 
teknologi nuklir telah dihapus dalam literatur Iran. Menurutnya, sangat tidak 
logis tuntutan ilegal Barat disetarakan dengan hak-hak legal Iran. 
Republik Islam Iran telah mencantumkan produksi listrik energi nuklir dalam 
program pembangunan jangka panjangnya. Ketentuan internasional yang berlaku 
memberikan hak kepada Iran untuk mendayagunakan teknologi nuklir bertujuan 
damai. Jika kemudian muncul penentangan dari segelintir negara Barat, hal itu 
dikarenakan ketamakan mereka dalam memonopoli teknologi. Adapun jika Barat 
masih meragukan status damai program nuklir Iran, hal itu dapat diselesaikan di 
atas meja perundingan. Kekhawatiran mereka pun tidak dapat dikategorikan fatal 
dan hanya bersifat kemungkinan, mengingat Badan Energi Atom Internasional 
(IAEA) telah mengesahkan status damai program nuklir Teheran. 
Seandainya Barat benar-benar jujur mengungkapkan kekhawatirannya soal program 
nuklir Iran, mereka dapat ikut terjun langsung dalam aktivitas nuklir Teheran. 
Dengan demikian Barat dapat memantau perkembangan nuklir Iran. Jika Barat 
menolak usulan ini, maka tak diragukan lagi bahwa sejak awal mereka memang 
menyimpan tujuan lain dalam hal ini. Kini, Republik Islam Iran berharap Uni 
Eropa bersikap realistis dan independen guna menyelesaikan kasus nuklir 
Teheran. 

http://indonesian.irib.ir/khabar/selasa.htm#Iran
http://english.irib.ir/

Ke Atas

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke