IPU Desak AS Mundur dari Irak
Berlangsung sejak tanggal 28 April dan ditutup 4 Mei, pertemuan parlemen 
Sedunia Inter-Parliamentary Union (IPU) berhasil menelurkan resolusi tentang 
penarikan mundur tentara asing dari Irak. Kompas melaporkan, resolusi itu 
disahkan secara aklamasi dan tanpa penentangan dari pihak manapun juga termasuk 
AS, pada siding pleno, setelah melalui perdebatan sengit yang menghabiskan 
waktu sekitar 30 menit. Meski tidak dirilis secara terpisah dan dimasukkan ked 
alam resolusi berjudul "Kerja Sama Internasional Memerangi Terorisme, Akar-akar 
Penyebabnya dan Pendanaannya, Termasuk Pendanaan Lintas Batas", IPU mendesak 
agar segera dilakukan penarikan pasukan asing dari Irak. 

Perdebatan mengenai butir tentang penarikan pasukan itu berlangsung panas 
antara wakil-wakil parlemen dari kelompok 12 plus yang sebagian besar mewakili 
negara-negara Eropa ditambah Jepang dan Korea Selatan yang keberatan atas butir 
tentang Irak itu, "melawan" wakil-wakil dari negara-negara berkembang yang 
disuarakan oleh Venezuela, Iran, India, Indonesia, Botswana, Jordania, Pakistan 
dan juga Cile. 

Panasnya pembahasan Irak terjadi ketika kelompok 12 negara Eropa Barat 
mengatakan, proses resolusi tak melalui prosedur yang benar. John Austin, juru 
bicara kelompok 12 mengancam akan keluar dari persidangan. Di pihak lain, 
negara pendukung resolusi seperti Iran, Chili, Bostwana, dan India membantah 
resolusi melanggar aturan IPU. Mereka pun mempertanyakan alasan penolakan yang 
mengaitkan aksi terorisme dengan tragedi di Irak. Ketua Delegasi Indonesia, 
Abdillah Toha, mengatakan, tidak ada aturan IPU yang dilanggar karena ini 
adalah resolusi baru yang diusung oleh empat negara, yaitu Indonesia, Iran, 
Aljazair, dan Venezuela. Kata Abdillah, ''Pendekatan militer terhadap terorisme 
terbukti gagal. Ini menyebabkan peningkatan 40 persen kegaitan terorisme di 
dunia dan yang paling banyak di Irak." 

Republika mengenai resolusi tersebut melaporkan, dalam resolusi disebutkan 
bahwa kehadiran pasukan asing di Irak telah memperburuk kondisi sosial, 
politik, dan ekonomi negeri itu. Dampak lanjutannya adalah menyuburkan 
terorisme dan konflik etnis yang bisa menyebar ke negara-negara tetangga di 
kawasan Timur Tengah, bahkan dunia. IPU meminta PBB memainkan peranan yang 
lebih besar dalam proses rekonsiliasi nasional, perdamaian, demokrasi, dan 
mendesak penarikan mundur pasukan asing dari Irak. Bila perlu dilakukan 
pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB dengan melibatkan negara-negara Islam.
Sidang IPU juga mengesahkan resolusi mengenai penghormatan dan hidup 
berdampingan dengan damai antarpemeluk agama dan kepercayaan di dunia global, 
mempromosikan keberagaman, dan persamaan hak, resolusi mengenai pemanasan 
global, serta resolusi tentang penciptaan lapangan kerja. Setelah sukses di 
Bali, Pertemuan ke-117 IPU, tahun depan, akan digelar di Cape Town, Afrika 
Selatan
 
Ke Atas

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke