http://www.indomedia.com/bpost/052007/6/depan/nas3.htm

Ketua Dewan Dapat Paket Bom

  a.. Polisi temukan senjata laras panjang 
  b.. 
BANDA ACEH, BPOST - Bumi Nangroe Aceh Darussalam belum terbebas dari teror. Di 
pekarangan rumah ketua DPRD Kabupaten Pidie di Kampung Cina Kota Sigli, 
ditemukan paket bom rakitan. 

Di lain tempat, tepatnya di Desa Kabung, Kecamatan PerlakBarat Aceh Timur, 
polisi menyita sepucuk senjata laras panjang AK-47 dan 600 butir amunisi dalam 
penggerebekan di sebuah rumah warga, Sabtu (5/5) dinihari

"Kita masih menyelidiki paket bom rakitan yang diletakkan orang tak dikenal 
dengan tujuan meneror," kata Kabid Humas Polda NAD Kombes Jodi Heriyadi. 

Ia menjelaskan, paket berisi bom rakitan yang ditemukan Kamis (3/5) itu telah 
dijinakkan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polri Kompi-4 yang 
bermarkas di Kota Lhokseumawe.

Sementara aparat kepolisian Polres Pidie terus melakukan pencarian terhadap 
pelaku, sebab aksi teror itu berdampak negatif terhadap keamanan dan kenyamanan 
masyarakat pascakonflik bersenjata di provinsi ujung paling barat Indonesia 
ini. 

Bom rakitan yang berisi logam dan paku itu dinilai berbahaya karena daya 
ledaknya mampu menjangkau 15 meter. "Akan tetapi, paket dalam tas ransel yang 
di dalamnya bom rakitan itu tidak meledak karena terjatuh ke kolam," kata dia.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan dua pemuda yang dicurigai sebagai pelaku. 
"Kita masih menyelidiki secara mendalam apakah kedua pemuda itu terlibat atau 
tidak sebagai pelaku pelemparan bom di rumah ketua DPRD Pidie," ujar Jodi.

Sebelumnya, aksi pelemparan bom rakitan juga menimpa rumah wakil walikota 
Lhokseumawe dan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA/GAM) di Lhokseumawe. 

Sedang terkait penggerebekan senjata dan amunisi, Jodi menjelaskan bahwa polisi 
telah mengamankan tujuh orang sebagai tersangka yang selama dini diduga sebagai 
pelaku kriminal. 

Tidak ada perlawanan dalam penggerebekan rumah milik Burak (32), pimpinan dari 
kelompok pengacau itu. Selain tuan rumah, mereka yang ditangkap itu adalah 
Armia (26), Saifuddin (23), Bunyamin (27), Safrizal (20), Andi Wahyudi (27) dan 
Faisal (29). 

"Lima dari tujuh yang tertangkap itu pernah terlibat dalam kelompok yang 
melakukan perlawanan kepada pemerintah," tandasnya.ant/k

Kirim email ke