http://www.serambinews.com/index.php?aksi=bacaberita&beritaid=28803&rubrik=2&topik=22
a.. 1/05/2007 08:56 WIB


RAPBA 2007, belum Menyentuh Persoalan Kemiskinan

[ rubrik: Serambi Nusa | topik: Ekonomi ]


BANDA ACEH - Walaupun Rancangan Anggaran Belanja Pembangunan Aceh (RAPBA) 2007, 
yang diusulkan lebih banyak untuk publik daripada belanja pegawai, namun itu 
belum dapat menjawab persoalan kemiskinan, karena tidak jelasnya konsep 
pembangunan ekonomi yang diajukan oleh Pemerintah Daerah.


Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Sekjen DPP PRA, Thamrin Ananda, dalam 
konferensi pers Kamis (10/5) kemarin di Banda Aceh. 

Thamrin, mengatakan bahwa konsep Pemerintah Daerah Aceh, sekarang ini tidak 
jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, yang hanya bisa mengusulkan dan 
menghabiskan dana besar namun tidak menghasilkan perubahan tingkat 
kesejahteraan rakyat Aceh. 

Thamrin, juga menyebutkan, persoalan sekarang yang sangat memerlukan perhatian 
pemerintah adalah masalah kemiskinan dan rendahnya pembangunan sumber daya 
manusia. 

Katanya, angka kemiskinan menurut data Badan Statistik Aceh (BPS) dan Bappeda 
tahun 2005 sebesar 43,67 persen dari 4 juta penduduk Aceh, atau hampir setengah 
rakyat Aceh, adalah miskin dan hanya 4,23 persen yang kaya. 

Tingginya angka kemiskinan tidak terlepas dari tingginya angka pengangguran 
terbuka sebesar 46,88 persen, sedangkan semi pengangguran mencapai 30,18 persen 
dari angkatan kerja sebesar 2.677.900 orang. 

Kemudian, alokasi dana yang besar untuk pendidikan dan kesehatan juga belum 
mampu menjawab tuntutan yang sesuai dengan kebutuhan. Dia mencontohkan, 
bagaimana meningkatkan mutu pendidikan yang sesuai dengan kondisi geofrafis 
serta sektor produksi mayoritas rakyat Aceh dibidang pertanian, kelautan maupun 
pertambangan jika fakultasnya saja belum tersedia. 

Kepada Serambi, Thamrin mengatakan, RAPBA 2007, yang mengalokasikan dana 
sebesar 4 triliun lebih tapi tidak diiringi dengan konsep pembangunan ekonomi 
yang jelas, maka itu tidak akan membawa perubahan fundamental sebagaimana yang 
direncanakan oleh pemerintahan Aceh. 

Untuk itu katanya, DPP PRA, akan membuat terobosan kepada pemerintahan 
Irwandi-Nazar, dengan mengajukan suatu konsep pembangunan ekonomi yang berazas 
kerakyatan. Namun jika cara itu tidak berhasil, pihaknya akan menunggu sampai 
2009, untuk masuk ke dalam sistem pemerintahan sebagai konsekuensi terhadap 
pengentasan kemiskinan di Aceh.(y) 

Kirim email ke