Kita heran melihat tanggapan yang menamakan diri agung-gung ini.bagaimana
mungkin gak usah menyalahkan orang yang salah. Kalau ada orang yang tidak
menyalahkan orang salah itu menunjukkan orang tersebut sama sepakterjangnya
dengan orang salah tersebut. Sedangkan prinsip keadilan mengatakan: "Yang salah
tetap salah, dan yang benar tetap benar. Salah dan benar adalah pandangan
pemilik Dunia ini (Allah) buykan pandangan manusia yang tidak beriman yang
sering kali membela yang tidak benar. Justru itulah Acheh ini selalu berada
dalam permainan orang-orang zalim beserta pendukung-pendukungnya.
Bagi orang yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari Kemudian, jangankan
saudara kita yang melakukan mesum atau berlaku zalim seperti pemuda-pemuda
tersebut, anak sendiri redha dihukum rajam kalau demikian jahannam pikirannya.
Ingat Islam bersaudara bukan lewat keturunan, saudara atau darah tapi lewat
idiology atau 'aqidah. Artinya siapapun pelaku kezalkiman itu adalah musuh kita
walaupun anakkita sendiri, apalagi tingkat saudara seperti yang anda andaikan
itu.
Justru kebanyakan hakim sekarang kalau tidak dikatakan semuanya tidak mampu
berbuat adil ketika berhadapan dengan saudaranya, koneksinya, atasannya dan
berbagai embel-embel lainnya yang mirip perasaan agung-gung ini. Semoga anda
sadar bahwa pikiran anda itu keliru sekali ketika menanggapi tulisan saudara
Fajran Zein. Pemikiran saudara Zein itu Islami. Saya bukan membela beliau tapi
membela kebenaran. Yakinlah kawan bahwa persoialan zina atau mesum, korupsi
ketidakadilan dan pembunuhan tidak akan pernah selesai sementara akar persoalan
tidak mampu kita tuntaskan. Akar persoalan kita di Acheh khususnya sekarang
adalah Systemnya yang masih ditangan orang -orang Zalim (baca penguasa zalim
plus pendukungnya yang berstatusquo)
Andaikata penguasa zalim tetap memiliki power di Acheh - Sumatra ini, besok
atau lusa akan muncul persoalan seperti itu lagi dan tidak ada yang menangani
menurut perintah Allah dan Rasulnya. Sementara yang berbicara dan yang
menulispun banyak yang membela kemungkaran tersebut sebagaimana yang kita
saksikan sekarang ini. Pembela kemungkaran itu adakalanya memang tidak tau
samasekali bahwa sepekterjangnya seperti itu mendapat laknat Allah, tapi
banyakpula yang memang mereka tau tapi mereka dikalahkan oleh nafsu mereka
sendiri.
Apa yang saya katakan diatas dapat dilihat contohnya orang-orang yang loyal
kepada Kuntoro di BRR itu. Apakah mereka tidak tau kalau pemilik dana tersebut
sampai hari ini masih merintih di tenda-tenda? Mereka itu tau tapi nafsu ingin
memiliki dana tersebut mengalahkan hati nuraninya. Lihatlah orang-orang yang
dulu terhormat dan malah sangat terhormat tapi ketika mereka berhadapan dengan
juataan gaji perbulan, mereka lupa segala-galanya. Merekja tidak mampu lagi
berpikir yang bahwa tergadai marwahnya kalau mereka berkecimpung dalam lembaga
yang sangat tidak adil itu.
Marilah kita umpamakan 7 orang anak Acheh kehilangan orang tuanya.
Saudara-maranyapun tidak ada lagi bahkan rumahnyapun sudah dibakar tni/polri.
Ketika itu orang luar negeri datang memberi sumbangan hingga terkumpul
lebihkuarang 800 juta rupiah. Andaikata sustem pemerintah di Acheh Islami
pastinya uang sebanyak itu melebihi dari cukup untuk keperluan hidup anak -anak
yang ditinggalkan pejuang itu. Melihat banyaknya dana yang terkumpul Kepala
system dari Jakarta mengirimkan Kuntoro sebagai ketua panitia untuk membangun
rumah anak tersebut. Kuntoro mecairkan dana tersebut bagaikan tgk alim palsu
membagi zakat fitrah. Uang itu dibagi kepada delapan senif yang masing-masing
berjumlah seratus juta rupiah. (fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, fi
sabilillah dan ibnu sabil). Setelah diberikan kepada fakir 100 juta dan miskin
100 juta, hak muallaf, riqab, gharim, fisabilillah dan ibnu sabil di gabung
kepada senif Amil sebagai "gaji" panitia penyelenggara zakat tersebut.
Akibatnya panitia menikmati uang tersebut diatas penderitaan anak-anak yang
malang itu. Seharusnya 500 juta yang tidak ada pemiliknya di gabungkan kepada
senif fakir dan miskin sehingga masing-masing mereka menerima 350 juta (hak
fakir 350 juta, hak miskin 350 juta). Bukankah dasar adanya zakat itu
disebabkan adanya fakir dan miskin?. Justru itu akal-akalan tgk alim palsulah
yang selalu memakan harta haram milik kjaum duafa. Demikianlah pencairan dana
yang dikelola Kuntoro cs yang lkebih banyak dinikmati mereka panitianya
daripada yang berhaq yaitu para musibah Tsunami dan musibah komplik. Njoe
djeuet tjit takheun buja krueng teudeng-deng, meurua tameng "meuraseuki"
Barakallahu li walakum
Salam damai dan merdeka
agung gung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
kita kalau bisa gak usah menyalakan atau menyudutkan orang lain,
seandainya saja kejadian tersebut terjadi pada keluarga kita bagai mana
perasaan kita itu aja jawabannya.
terimonggeunaseh
----- Original Message -----
From: fajran zain
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, May 28, 2007 7:04 PM
Subject: Re: Vedr. Re: [IACSF] Apakah sebiadab ini orang Aceh????
Kalaupun kita memaksakan raasionalisasi membenarkan tindakan
videoisasi ini, masalah tetap saja tak selesai. Beranikah orang-orang kampung
tersebut menagkap dan memvideokan tentara yang sedang berkhalwat, misalnya?
Beranikah pemuda kampung itu menangkap para pejabat yang bermesum di hotel dan
memvideokannya. Ini salah satu kritik publik terhada WH yang tidak berdaya
terhadap tentara dan para pejabat yang berkhalwat. Bila WH berani hanya dengan
orang sipil yang lemah, maka pemuda kampung itu juga beraninya pada sipil yang
lemah. Sama saja. jangan-jangan mereka cuma ingin nonton video porno "live" dan
gratis, syukur-syukur setelah nonton itu mereka tidak onani. Logika apa yang
kita pakai untuk membenarkan tindakan reka ulang perbuatan mesum itu?
Bila melapor ke WH bukan solusi, laporkan ke orang tuanya saja, atau ke
koran saja seperti yang mereka ancamkan kepada pasangan mesum itu. Pemuda
kampung dan pasangan khalwat itu sama-sama berotak mesum, sama saja, susah
jadinya, bedanya hanya persoalan peluang dan kecemburuan saja. Bagaimana
mungkin membersihkan dubur yang berlumuran kotoran dengan kotoran itu sendiri?
Ga masuk akal.
Lebih dan kurang saya mohon maaf
Tabek
kamal ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ...
saya sependapat dg tgk alauddin.
karena diantara banyak alasan pelaku mesum diantaranya
adalah daerah yg kondunsif.
sekarang ini utk wilayah banda aceh, pilihannya adalah
daerah lhoknga, lampuuk..
sementara daerah ujong bate apalagi daerah ie sueum
tidak menjadi pilihan lagi..
terutama sejak 2 pasangan ditangkap oleh masyarakat di
gampong ie sueum.
pelaku mesum ataupun pendosa tidak melihat hukuman
Allah itu menakutkan, sehingga mereka ini perlu
dibantu utk tidak berbuat mesum dg memberi hukuman yg
menakutkan or memalukan di dunia, sehingga mereka bisa
selamat...
seharusnya seluruh gampong di aceh juga melakukan hal
sama, mengawal gampong masing2..
karena, level keimanan tertinggi adalah pada saat
kemungkaran dilawan dg kekuatan (perbuatan yg nyata)..
kamal
--- Anwar Ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Perlakuan kelompok pemuda tersebut tidakdapat
> dibenarkan sama sekali untuk mengulangi perzinaan.
> Disebabkan polisi Wh bersandiwara di Acheh, maka
> yang dibenarkan menghakimi sendiri bukan memaksakan
> berzinalagi tapi menghukum sesuai perintah Allah
> walau resikonya berhadapan dengan polisi Hindunesia
> yang anti hulum Allah. Jadi persoalan tersebut bukan
> setuju tidaknya pribadi manusia tapi menurut hukum
> Allah bagaimana seharusnya agar kita di Akhirat
> nanti dapat kita pertanggung jawabkan kepada Allah
> (tidak bertentangan dengan hukum Allah bukan hukum
> sandiwara atau hukum laba-laba dan hukum peninggalan
> Belanda yang sudah dicangkokkan oleh pihak
> Hindunesia.
>
> Alauddin Ziyadovich Umarov <[EMAIL PROTECTED]>
> skrev: Jangan keburu nafsu mengutuk
> orang lain sebelum berpikir bung. Saya pikir apa
> yang dilakukan mereka adalah sangat bijaksana dan
> tepat. Masyarakat setempat sudah sangat muak melihat
> orang-orang bermesum ria di tempat-tempat terbuka.
> Mau dilapor ke WH? WH juga asik bermesum ria.
>
> Tindakan para pemuda tersebut tepat sekali. Para
> pelaku mesum perlu dibuat supaya takut melakukan
> tindakan mesum di tempat tersebut. Sekarang ini,
> justru karena hukum berada di tangan WH, mesum, zina
> dan khalwat meraja lela. Masyarakat menjadi bosan
> hanya melapor dan melapor, tapi pelaku bisa kembali
> lagi ke tempat tersebut melakukan hal yang sama
> sebebas bebasnya.
>
> Saya 1000% setuju dengan apa yang dilakukan para
> pemuda itu. Mudah mudahan dengan adanya keberanian
> beberapa pemuda itu memaksa "rekonstruksi", mereka
> orang-orang Aceh yang sudah pada dasarnya tidak
> takut Allah, tidak percaya pada Allah dan tidak
> percaya pada agama Islam, paling tidak takut pada
> orang-orang kampung setempat.
>
> Mudah-mudahan, anda-anda yang keburu nafsu
> mengutuk para pemuda tersebut, kutukan itu tidak
> berpantul kepada diri anda. Para pemuda itu tidak
> layak untuk dikutuk.
>
> Wassalam,
> Alauddin Ziyadovich Umarov
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Yayan Zamzami <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Saturday, May 26, 2007 8:27:44 PM
> Subject: Re: [IACSF] Apakah sebiadab ini orang
> Aceh????
>
> Terkutuklah Si Pemaksa Reka Ulang Mesum!!!
>
> Hanya rasa sakit hati yang bisa saya rasakan,
> ketika membaca headline harian Serambi Indonesia
> terbitan Sabtu (26/5). Sungguh ini sebuah kenyataan
> yang sangat miris dan melukai perasaan.
> Hampir tidak percaya, kalau yang melakukan
> perbuatan terkutuk tersebut (Pelaku pemaksaan adegan
> reka ulang) adalah warga Aceh, yang notabenennya
> adalah warga yang sejak lahir di telinganya selalu
> didengarkan ayat-ayat Suci Al-quran. Ini adalah
> syeitan berwujud manusia. Hidup di zaman jahiliyah
> kita sekarang ini?
>
> Kendatipun sepasang remaja tersebut melakukan
> adegan mesum, tidak seharusnya mereka diminta untuk
> melakukan adegan ulang. Siapa tahu mereka tidak
> melakukan hal seperti itu. Bayangkanlah oleh anda
> hai pelaku pemaksa adegan reka ulang ini, jika hal
> tersebut menimpa pada anggota keluarga anda,
> bagaimana perasaan anda? Tidak kah anda ingin
> rasanya membunuh lima pemuda aceh yang memaksa
> melakukan adegan ulang tersebut?
>
> Dan bagi anda sang rema yang menjadi korban, kini
> saatnya anda jangan berdiam diri, segera laporkan
> saja hal tersebut kepada pihak kepolisian, toh nasi
> pun sudah menjadi bubur. Untuk kesalahan yang sudah
> anda lakukan, pintu taubat masih terbuka. Tapi untuk
> aksi kejahatan yang sudah anda terima, maka
> kejahatan tersebut harus ditumpas.
>
> Saya sangat berharap pihak kepolisian bisa
> mengusut tuntas pelaku pemaksaan adegan mesum reka
> ulang tersebut. Dan menuntaskan proses hukum hingga
> ke terali besi.
>
>
>
>
>
>
> MTA Aceh <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
> Ya kalo liat aja sih murka Allah. tuh.
> tapi kalo ngomong aja allah lebih murka lhooooo...
> gitu
>
>
> ---------------------------------
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo!
> Answers users.
>
>
>
> ---------------------------------
> Luggage? GPS? Comic books?
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search.
>
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
> Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's
> economy) at Yahoo! Games.
>
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
>
> Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek,
> kalender og notisblokk.
__________________________________________________________Building a website is
a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links.
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos?
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.