09/07/2007 10:45 WIB
Rampok Bersenjata Gasak Toko Ponsel
* Perampok dan Pemilik Toko Terlibat Duel
[ rubrik: Serambi | topik: Kriminalitas ]
SIGLI - Aksi perampokan dengan menggunakan senjata api, kembali terjadi di di
Aceh. Kali ini, tiga kawanan perampok dengan menggunakan senjata api laras
panjang, Sabtu (7/7) tengah malam, menggasak satu toko ponsel di Beureunuen,
Pidie. Pemilih toko yang tak mau menyerah begitu saja, akhirnya terlibat duel
dengan kawanan rampok.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Serambi, kemarin, kawanan perampok yang
berjumlah tiga orang itu, sekitar pukul 23.30 WIB, Sabtu malam lalu, toko
ponsel milik Rahmat (35), di Desa Jaman Baro, Kecamatan Mutiara Barat,
Beureunuen, Pidie, didatangi oleh tiga laki-laki, persis pada saat toko
tersebut dalam keadaan sepi dari pengunjung.
Ketika tiba di toko counter handphone itu, satu di antara tiga laki-laki
kawanan perampok tersebut, menggunakan penutup wajah (sebo), langsung
menodongkan moncong senjatanya ke arah Rahmat, yang saat itu sendiri menjaga
tokonya. Mendapat todongan yang tiba-tiba itu, Rahmat, tentu saja kaget. Namun
ia mengaku sempat memberikan perlawanan sengit, guna mempertahankan barang
dagangan miliknya itu.
Mungkin, karena merasa rencana aksi itu tidak berjalan mulus, akhirnya ketiga
kawanan perampok yang menggunakan mobil jenis pick up tersebut berusaha kabur,
sambil melepaskan satu tembakan ke arah Rahmat. Kami yang baru saja tidur,
sempat mendengar bunyi letupan senjata sebanyak tiga kali. Korban kritis dan
kini sudah dibawa ke satu rumah sakit di Banda Aceh, tutur seorang warga
sekitar lokasi kejadian yang tak ingin ditulis identitasnya.
Menurut saksi itu, setelah perampok menembak korban, kawanan perampok
menggunakan mobil pick up itu langsung kabur, tanpa sempat mengambil barang.
Masalahnya sejenak terdengar tembakan, warga berhambur ke lokasi, hingga
kawanan rampok memilih ngacir. Setelah menembak mereka langsung kabur
menggunakan mobil pick up. Dan saya tidak mengetahui ke arah mana mereka
pergi, katanya.
Selongsong peluru
Sementara itu, Kapolres Pidie, AKBP Dedy YP SstMk kepada Serambi, Minggu (8/7)
mengakui adanya kasus perampokan tersebut. Bahkan, pihak polisi telah melakukan
olah TKP ke lokasi kejadian, begitu mendapat laporan aksi perampokan tersebut.
Kita menduga, kawanan perampok ini menggunakan senjata laras panjang jenis AK
47 dan jenis SS1. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya lima selongsong
peluru dari dua jenis senjata tersebut di TKP, katanya.
Menurut Dedy, dari lima selongsong yang ditemukan pihaknya di TKP, tiga peluru
sudah meletus dan dua lagi masih oket (belum meledak). Untuk meneliti lebih
lanjut tentang peluru yang disita itu, pihaknya akan membawa barang bukti ini
ke laboratorium forensik. Guna memastikan senjata apa yang dipakai kawanan
perampok itu, kita akan teliti BB (barang bukti-red) ke laboratorium
forensik, sebut Dedy didampingi Waka Polres Pidie, Kompol Faisal Rivai SIK dan
Kasad Reskrim Polres Pidie, AKP Sudarmin.
Selain itu kata Dedy, aksi perampokan itu sempat diwarnai perkelahian sengit
antara penghuni toko yang berjumlah tiga orang, dengan perampok yang juga
berjumlah tiga orang dan satu di antara kawanan perampok menggunakan penutup
muka.
Perkelahian itu dipicu, katanya, karena pihak perampok meminta pemilik toko
ponsel untuk membuka isi brankas, namun pemilik tidak mau menuruti permintaan
perampok itu. Sehingga perang mulut pun terjadi, bahkan berujung kepada
perkelahian. Pada saat perkelahian itu, sambungnya, antara perampok dan korban
sempat terjadi tarik menarik senjata, dan saat itu lah terjadi penembakan.
Kita belum mengetahui motif kejadian sebenarnya, karena korban sebagai saksi
belum mampu memberikan keterangan kepada polisi, ungkap Dedy.
Menyinggung masalah pelaku perampokan ini, jelas Kapolres, polisi akan mengejar
pelakunya sampai dapat, karena ini jelas perampokan murni. Kita mengharapkan
peran aktif masyarakat dalam membantu aparat kepolisian. Karena masyarakat juga
tlah berkomitmen membantu polisi dalam memberantas segala bentuk kriminalitas,
tegasnya.(nr)
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!