Salam,

  Beberapa jam yang lalu saya terima email dibawah ini dan sangat terkejut 
membacanya karena tuduhan pribadi yang tidak ada pada tempatnya.  Setelah saya 
baca satu per satu kalimatnya, kesan yang pertama saya dapati adalah tulisan 
yang tidak ada sangkut pautnya tapi di postingkan di milis umum.  Saya tidak 
faham apa maksud dari "Pembohongan dan Penipuan" yang dituduhkan oleh orang 
yang menggunakan email "acheh se", oleh karena itu saya menelepon langsung 
kepada penulis email tersebut tadi siang meminta penjelasanya.  Terus terang, 
saya tidak bisa terima apa yang dituduhkan tersebut karena masalah pribadi 
sudah  dibawa-bawa kedalam milis umum.
    
        
 Sebenarnya adalah masalah sepele dan saya yakin yang bersangkutan tidak faham 
maksud email balasan saya kepada Alauddin dimana dinyatakan bahwa "Di 
Skandinavia saja para imam mesjid tidak pernah kenal dengan orang-orang Aceh" 
kemudian saya menjawabnya dengan "Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga, 
gara-gara nila sebelanga rusak susu satu pabrik".  Saya menulis kutipan pepatah 
melayu tersebut karena saya yakin bahwa Alauddin adalah orang yang cerdas 
sehingga untuk mebantah tuduhan Alauddin bahwa Imam Mesjid di Skandinavia tidak 
pernah kenal dengan orang-orang Aceh, tidak perlu mambantah dengan frontal 
langsung karena orang yang cerdas sebaiknya dibalas dengan tulisan yang singkat 
dan padat namun penuh makna, dan yang bisa menalarnya bagi orang yang panjang 
antena.  Perumpamaanya, apakah karena gara-gara seorang/dua orang muslim Aceh 
beli buntut lalu semua muslim Aceh jadi bandar buntut?, apakah gara-gara 
sekelompok orang Aceh yang jual ganja di Malaysia semua orang
 Aceh di Malaysia menjadi mafia ganja? 
    
    
     Nah, oleh karena itu pendapat Alauddin yg mengatakan orang Aceh di 
Skandinavia tidak dikenal Imam mesjid adalah keliru karena kalau hanya 
segelintir/nila setitik saja, jangan digeneralisasikan semua orang Aceh tidak 
dikenal/mengenal  imam mesjid di Skandinavia.   Padahal Mahmoud Aldebe, ketua 
persatuan muslim Swedia adalah  sahabat karib orang2 Aceh, kini sedang 
menjajaki pembuatan mesjid baru di Örebro dengan bantuan imam dari muslim 
Somalia.





Setelah itu saya klarifikasi langsung melalui email Alauddin melalui jalur 
pribadi, dan tidak cukup dengan itu kemudian saya coba chit chat melalui Yahoo 
Messenger, bahwa yang ditulisnya adalah tidak benar dan tidak mewakili semua 
orang Aceh di Skandinavia, kemudian urusan selesai.

    
        
 Selang beberapa hari kemudian--tepatnya hari ini--saya merima email oleh  
orang yang menggunakan "acheh se" dibawah ini dengan mengatakan saya 
"Penipuan", "Pembohongan" .  Padahal sayalah yang membantah tuduhan Alauddin 
itu tidak benar.  Saya heran karena, apa yang saya tipu? apa yang saya bohongi? 
lalu ditambah cerita-cerita tambahan masalah pribadi di ungkit-ungkit di milis 
umum, apa mamfaatnya? apa hubungannya?  Kemudian katanya saya mempostingkan 
email itu di milis PPDI, ACSA, padahal tulisan Alauddin dan saya itu di milis 
IACSF.  Mengapa menulis asal-asalan saja, ini bisa dilihat dari 
kalimat-kalimatnya "Kata Samolia" ? "Ali Samoli" seharusnya "Somalia" kata 
"Datong" seharusnya "Datang" berubah-ubah, sekali kata "mesjit" kemudian kata 
"Mesjid" .  Disini nampak sekali bisa dinilai bahwa "ureuëng hana sikula"
          
 

Sebenarnya sudah dari sejak saya tinggal di Norwegia dulu saya di cerca fitnah, 
namimah, ghibah dan hasad oleh mereka ini tanpa klarifikasi, hal-hal yang tidak 
ada lalu di ada-adakan untuk melegitimasi kebiasaan sifat umpatannya, sudah tua 
akhlaq tidak berubah bahkan yang lebih parah bersikap "Notorious" kemudian 
malah bangga dengan sifat itu.  Demi Allah....!! sungguh menyesal saya mengenal 
tipe manusia seperti ini, LAKNAT...!!
  





acheh se <acheh_sweden@ yahoo.se> wrote: Maaf karena Acheh se terlambat 
menjawab apa yang di tuliskan Oleh Asnawi Ali, atau
  Ali panggilan yang lebih di kenali Oleh  Samolia �Ali Samoli�.
Skandinavia Sweden,Norway dan Danmark Di harapkan kepada bangsa Acheh yang  
bermastutin
  Di ke tiga negera ini jika anda pergi kemesjid, kenalah memperkenalkan diri 
dan melaporkan ke pada Ali Asnawi� Ali Samoli�. Seperti yang di lakukan 
Oleh Ali. Setiap di melakukukan Ibadah di mesjid atau ditempat apa saja, dia 
telah memperkenalkan diri yang bahwa dia datang dari Aceh dan hendak melakukan 
Ibadat di sini.

Pembohongan dan penipuan pada diri sendiri �Ali�

Di pusat kota Sweden terdapat salah Sebuah mesjid Raya yang di kenali ummat 
Islam di Stockholm adalah Mesjit Zaid Ben Sultan AlNashyans Moske. Mesjit ini 
bukanlah di kenali Oleh bangsa
Acheh di Sweden saja, tetapi semua ummat Islam di Stochkolm  Sweden.
  Saya Ingat Pada tahun  2004 pada hari Jum�at beberapa orang bangsa acheh 
telah sampi ke Mesjit 
  Zaid Ben Sultan AlNashyans Moske Mesjit ini terletak di pusat kota Sweden. 
Untuk bejumpa dengan Imam mesjit Zaid Ben Sultan AlNashyans Moske ini bukanlah 
acara untuk menyunatkan Asnawi Ali �Ali Samoli�. Tetapi acara akadnikah 
yang lengkap dengan saksi. Sebelum akatnikah terlebih dahulu, imam menayakan 
dari pada negera mana anda Datong.....Ali menjawab atau saksi yang ikut serta 
juga......Apakah Ali menjawab dia Datong dari Samoli...... .Apakah ali Hendak 
menipu semua saksi yang ikut serta pada acara akatnikah... .....Di sini saya 
mengharap ke pada semua pembaca dapat memahami apa yang di tuliskan Oleh Asnawi 
Ali �Ali Samoli� di bawah ini. Saya tidan mahu menjelaskan lebih lanjut hal 
dia, tapi kalau saudara ali mahu saya akan meneruskan.

Semoga Ali  puas

Dibawah ini adalah tulisan dari E-mail Asnawi AliKepada PPDI, ACSA

  ------------ --------- --------
--- Asnawi Ali wrote:

Di Skandinavia saja para imam mesjid tidak pernah
kenal dengan orang-orang Aceh. (Alauddin Ziyadovich
Umarov)

"Gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga,
gara-gara nila sebelanga rusak susu satu pabrik"


       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

Kirim email ke