Rabu, 11 Juli 2007 , SBY-Kalla Tolak Partai GAM
Istana tak Restui saat Dilobi Malik Mahmud JAKARTA - Bibit-bibit ketegangan mulai muncul dalam hubungan istana (pemerintah pusat) dengan mantan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Hal itu dipicu langkah mantan anggota gerakan separatis yang mendirikan partai lokal dengan simbol dan nama GAM. Presiden SBY langsung menolak ketika disodori rencana partai berbau separatis itu. Begitu juga Wapres Jusuf Kalla. Kedua petinggi tersebut menyangkal telah memberi restu, seperti isu yang beredar. Kamis (4/7) pukul 20.00, mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud bertemu Presiden SBY. Orang berpengaruh di Aceh itu menyampaikan gagasan pendirian Partai GAM. SBY langsung menolak. "Presiden saat itu tegas menyatakan tidak setuju," kata Mensesneg Hatta Radjasa saat konferensi pers di Kantor Sekretariat Negara kemarin. Hatta juga mengaku hadir dalam pertemuan SBY dan Malik Mahmud tersebut. Menurut Hatta, SBY tidak sepakat karena nama dan lambang partai tersebut tidak sesuai dengan semangat MoU Helsinki. Apalagi nota kesepahaman yang ditandatangani pada 15 Agustus 2005 telah melahirkan perdamaian dan UU tentang Pemerintahan Aceh yang semangatnya adalah NKRI dan rekonsiliasi. Bagi SBY, kata Hatta, pendirian partai politik lokal harus disesuaikan dengan UU Pemerintahan Aceh. Karena itu, lanjut dia, pemerintah telah membuat aturan pendirian partai politik lokal melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2007. Dalam PP itu disebutkan bahwa Kepala Kantor Wilayah Depkum HAM mengawasi pendirian partai dan memverifikasi pembentukan badan hukum tersebut. Depkum HAM juga harus meneliti nama organisasi, lambang, berikut susunan kepengurusannya. Selain itu, lanjut Hatta, harus ada pengawasan-pengawasan yang dilakukan Komite Independen Pemilu apabila partai tersebut mengikuti pemilu. Hatta mengaku sudah berkoordinasi dengan Menkum HAM Andi Matalatta. Berdasar hasil koordinasi itu diketahui, ternyata, Andi belum menerima laporan pendaftaran Partai GAM. Jadi, status Partai GAM, kata Hatta, sebatas deklarasi. Selanjutnya, gubernur selaku perwakilan pemerintah pusat juga harus mengawasi berdirinya partai lokal. Mendagri ad interim Widodo A. S., kata Hatta, akan berkoordinasi dengan Irwandi Jusuf, gubernur NAD. "Saya ingin tegaskan sekali lagi bahwa presiden tidak menyetujui pembentukan partai lokal dengan nama Partai GAM tersebut," kata Hatta. Bagi Hatta, pendirian Partai GAM itu melawan semangat untuk bersatu dan membangkitkan luka-luka lama. Semangat MoU Helsinki, lanjut dia, adalah recovery dan rekonsiliasi pascakonflik. Karena itu, seluruh pendirian partai harus mengacu pada semangat tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menegaskan tidak pernah menyetujui penggunaan nama dan bendera GAM sebagai identitas partai lokal yang didirikan para petinggi GAM. "Tidak ada persetujuan (penggunaan nama dan atribut GAM), sama sekali tidak pernah, sama sekali tidak benar," tegas Kalla ketika meninjau persiapan Piala Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Selatan, kemarin. Kalla juga mengakui, mantan Perdana Menteri GAM Malik Mahmud berkali-kali meminta izin menggunakan nama dan bendera GAM sebagai identitas partai lokal yang didirikan bekas kombatan GAM itu. "Tapi selalu saya katakan, janganlah itu. Itu tidak sesuai dengan spirit kita untuk damai," ujarnya. Selain tidak sesuai dengan semangat damai, kata Kalla, penggunaan nama dan atribut militer GAM bertentangan dengan Nota Perjanjian Damai Aceh yang ditandatangani di Helsinki. Dalam MoU Helsinki, lanjut Wapres, spirit yang berkembang adalah pemerintah memberi ruang pada bekas kombatan GAM untuk bergerak dalam politik praktis pada bingkai NKRI. "Artinya, spirit yang berkembang dalam MoU Helsinki itu GAM dibubarkan secara alamiah," terang Kalla. Mantan Ketua Pansus RUU Pemerintahan Aceh Ferry Mursyidan Baldan meminta pemerintah untuk secepatnya mengingatkan gubernur NAD agar mendekati para petinggi Partai GAM. "Gubernur harus berbicara secara resmi kepada elite-elite Partai GAM agar tidak menggunakan nama dan lambang yang sensitif tersebut," kata anggota Komisi II DPR RI itu kemarin. Menurut dia, penggunaan nama dan lambang GAM kontraproduktif dengan semangat parpol lokal yang diamanatkan UU No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh. Dia lantas menyitir salah satu klausul dalam UU tersebut yang menyatakan, salah satu fungsi parpol lokal di Provinsi NAD adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia untuk kesejahteraan rakyat. "Penggunaan nama dan simbol GAM hanya akan menimbulkan sekat lagi," tegasnya. Akan Musyawarahkan Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Syamsuddin tetap besikukuh menggunakan nama Partai GAM dengan lambang bendera GAM. "Sampai hari ini kita tetap menggunakan nama dan lambang partai sebagaimana yang telah kita deklarasikan," katanya menyikapi pelarangan nama dan bendera GAM itu. Menurut Ibrahim, tidak ada dasar hukum yang melarang pihaknya untuk membuat partai dan bendera yang melambangkan GAM, baik itu MoU Helsinki dan UUPA. "Larangan yang ada adalah menggunakan embel-embel GAM seperti senjata, baju loreng dan topi dari militer GAM. Itu yang dilarang dalam MoU,"sebutnya. Namun, katanya, tidak tertutup kemungkinan partai GAM juga akan membicarakan lebih lanjut dengan pimpinan dan majelis partai terhadap larangan presiden dan wakil presiden tersebut. "Untuk menentukan sikap partai selanjutnya akan kita musyawarahkan lagi dengan para pimpinan partai," katanya. (tom/nue/noe/pri) ----- Original Message ---- From: abujihad nurdin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, October 25, 2005 3:18:07 AM Subject: «PPDi» Mungkinkah Acheh tertipu kembali? Assalamua`laikum Wr,Wb. Kebodohan,dan buta huruf,serta buta ilmu Politik,adalah satu kata yang tepat kita gambarkan disini, ini adalah satu gambaran,mengapa banyak bangsa-bangsa di dunia ini selalu tertipu oleh bangsa-bangsa yang lebih genius pemikiran mereka,untuk menipu bangsa-bangsa lain yang mereka anggap lebih bodoh dari mereka.Apalagi kalau negara itu kaya raya, yang tersimpan hasil yang melimpah ruah didalam perut bumi nya.Mereka lebih senang mengunakan ilmu Pyschology (ilmu jiwa),yang mereka pikir ini adalah lebih murah biaya nya,dari pada mereka harus melancarkan perang untuk menakluki negara yang mereka pikir mempunyai potensi besar, untuk kepentingan ekonomi negara mereka.Lagi pun, dengan melancarkan perang,mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit,dan juga mereka harus menunggu masa yang begitu lama serta, mereka harus mengorban ribuan bangsa mereka di medan perang, untuk bisa menawan sesebuah negara yang ingin mereka takluki.Bukan hanya itu,perang juga akan membuat sesebuah negara,kurang popoler di abad demokrasi seperti sekarang ini,karena bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter,yang pasti nya akan mengundang protes,dan kecaman dunia serta,bisa membawa hitam negara mereka di kancah Internasional dalam soal hak asasi manusia. Jadi dalam hal seperti yang telah saya sebutkan diatas,hendak nya kita bangsa Acheh lebih bersikap hati-hati, terhadap taktik musuh,yang selalu ingin menjerat kita dengan bermacam-macam menu propaganda,dan strategi perang urat saraf yang selalu mereka lancarkan ,untuk bisa merebut hati bangsa kita kedalam genggaman tangan mereka.Ingat!.Politik adalah,menipu ataupun tertipu.Sebab bila mereka telah mampu menguasai,dan memperanguhi rakyat,maka sudah pasti kemenangan dan keuntungan akan berpihak kepada mereka,dan kita akan kalah dalam mengadu argument-argument,dihadapan mahkamah tinggi dunia.Sebab didalam setiap peperangan,sokongan rakyat, adalah segala-galanya baik dia Organisasi Pemisah,ataupun dia Organisasi Penjajah.Maka untuk mencapai segala impian,dan cita-cita mulia ini,hendak nya bangsa Acheh,bangkit dan bersatu, untuk menangkal segala taktik musuh yang mencoba menyirami dan membuai bangsa kita,dengan manisan gula jawanya,supaya bangsa kita mengikut kepada segala kehendak dan hawa nafsu mereka,yang tentunya akan berakibat fatal,bagi kesenambungan generasi penerus kita di masa hadapan.Ini berarti mulai saat ini seluruh komponen bangsa Acheh,mesti bersatu untuk melawan segala bentuk kebijakan yang sedang disiapkan oleh penjajah,untuk meluburkan cita-cita mulia kita menuju gerbang kemerdekaan yang hakiki,yang telah di amanatkan oleh pahlawan-pahlawan yang terdahulu daripada kita.Kita tidak boleh menyerah kepada keadaan,seperti yang saat ini sedang terjadi,dimana bangsa Acheh berada dalam dilema yang begitu memilukan,sebab disatu sisi kita memerlukan kedamaian,sebab bangsa kita sudah sangat begitu lelah dengan segala konflik,namun disatu sisi lain adalah sumpah dan janji kita kepada Allah dan Rasulnya,yang kita telah rela,menyumbangkan segala-galanya untuk kepentingan Perjuangan Suci dan mulia ini,yakni menyelamatkan bangsa kita dari rantai kedhaliman yang sedang di ikat oleh penjajah Indonesia pada leher bangsa Acheh,untuk bisa ditarik kemana saja yang mereka kehendaki,tak ubah nya kita dibuat seperti seekor lembu,yang senantiasa selalu mengharap belas kasihan dari tuannya,supaya tuannya mau menarik mereka kerumput yang hijau dan subur,supaya mereka bisa menikmati makanan yang lebih sempurna,walaupun mereka tau anak-anak nya dibelakang,hampir mati akibat haus dan lapar.Apakah kita terus mempertahankan keadaan seperti ini terus berlaku?,dan dimana rasa tanggung jawab kita terhadap nasib bangsa kita,yang saat ini terus dihimpit kemelaratan dan kemiskinan,serta puluhan ribu anak bangsa kita menjadi buta huruf,sebab tiada mampu menuntut pendidikan,akibat mereka tiada mempunyai orang tua lagi.Sebab orang tua mereka telah terkoban akibat pembantaian yang dilakukan oleh serdadu kiriman Penjajah,dan Pembantaian yang dilakukan oleh bangsa sendiri yang telah dirasuki idologi Penjajajah,sehingga mereka mau berganding bahu dengan bangsa penjajah untuk membantai bangsa nya sendiri yang tiada berdosa.Dengan tiada perasaan takut dan rasa bersalah,yang akan diterima dari Allah dikemudian hari. Mereka sanggup membunuh bangsa sendiri,hanya karena mengharap secebis tutup botol agar disemat dibaju mereka.Ini semua mereka lakukan dengan alasan,sebab bangsa Acheh telah berani menyokong perjuangan suci yang telah di amanah oleh generasi terdahulu kita untuk mempertahankan bumi pusaka dari segala bentuk Penjajahan,dan penindasan.Dan juga bagaimana dengan nasib ribuan anak-anak bangsa kita yang ayah dan bunda mereka telah terkoban akibat fitnah yang mereka terima,yang tanpa terbukti ataupun tanpa ada mahkamah yang adil,yang memutuskan apakah mereka besalah ataupun tiada.Hari ini kita lihat di media-media apakah itu media cetak ataupun eloktrinik,tiada hampir tidak suara- suara yang mau membela nasib mereka,malah yang kita tau Politisi-Politisi kita di Acheh sibuk dengan urusannya sendiri,yakni mencari popoliti dimata Penjajah,dengan melempar ide-ide sesat,yaitu ide memecah belah Acheh,agar menjadi dua Provinsi,sebab kalau niat mereka berhasil,mereka berpendapat,pasti mereka akan mendapat tempat di dalam jabatan baru,yaitu hadiah dari Penjajah Indonesia,diatas usaha besarnya karena berhasil menghancurkan leburkan Persatuan Acheh-Sumatra, untuk kepentingan pribadi nya sendiri.Ingat hai bangsaku semua,Sesungguhnya remotkontol saat ini sudah mutlak kembali ditangan Penjajah,malah mereka telah mengisi Batri-batri baru dengan fullpower,akibat kita telah menyerahkan kembali kedaulatan kita kepada mereka.Sebagaimana kita tau bahwa,sudah tiga puluh tahun yang lalu remotkontrol itu sendiri telah rusak ataupun tiada berfungsi lagi di Acheh.Jadi saat ini hanya ada satu cara saja yang dapat menghalang remotkontrol itu daripada berfungsi kembali,yaitu menjadi tugas kita semua untuk memotong fungsinya agar remotkontrol itu tidak bekerja kembali dibumi tercinta kita.Sebab bila ini sudah berlaku,maka barang sudah pasti Acheh akan tertipu kembali,seperti masa-masa sebelumnya.Jadi mulai saat ini mari kita pusatkan pikiran kita semua untuk, menyelamat Acheh daripada kepunahan dan hilang untuk selama-selamanya diatas bumi kita sendiri,yang telah di amanahkan oleh Allah kepada bangsa Acheh-Sumatra,supaya kita mengurus dan menjaganya.Sebab Acheh adalah mutlak hak bangsa Acheh apakah itu didalam hukum Allah ataupun didalam huhum Internasional.Jadi harapan kita semua supaya bangsa Acheh kembali kepada satu Persatuan yang kokoh,supaya Allah ridha diatas kita semua,dan kita bisa memperlihatkan kepada dunia bahwa kita benar-benar ingin merdeka dan berdaulat kembali,sebagai sebuah Negara,yang selama ini hilang di atas peta Dunia ini,akibat penipuan Sejarah yang dilakukan oleh Penjajah Belanda dan penyambungnya Penjajah Indonesia.Saya sebagai salah satu anak bangsa menghimbau kepada saudara-saudara saya yang sebangsa dan setanah air,agar mulai saat ini berhentilah mencaci maki sesama sendiri,walaupun kita menyangka dengan menulis kita mempergunakan nama samaran,agar orang tidak tau siapa kita sebenarnya,tapi yakinlah bahwa Allah maha tau diatas segala-galanya,dan Malaikat Raqib dan Atid akan senantiasa menulis,semua amalan manusia,apakah itu amalan baik ataupun amalan jahat.Sebab bila kita memperlihat kepada musuh bahwa kita telah berbecah belah,ini akan membuat mereka akan lebih berani menginjak-nginjak harkat dan martabat bangsa kita dimasa hadapan.Lagipun kalau bukan sekarang disaat kita masih ada sedikit lagi nafas yang diberi oleh Allah untuk kita menghirup udara kehidupan diatas bumi nya ini,dan kita tidak mau menyelasaikan permusuhan dan dendam terhadap bangsa kita sendiri,yang kita semua berada dibawah nasib penindasan dari Penjajah yang sama,kapan lagi kita akan menyelaikannya mungkin sebentar lagi,tanpa disangka dan diduga nyawa kita akan keluar dari jasad yang hina ini.Maka penyesalan yang panjang akan datang di alam kubur,sebab kita telah mewariskan permusuhan dan dendam terhadap generasi Acheh seterus nya,yang mereka saling bunuh membunuh diatas bumi Acheh yang mulia ini, yang kita cintai dan kita sayangi.Hanya doa yang dapat kita panjat kepada Allah "Ya Allah ya Tuhan kami tunjukkan lah Pikiran dan Hati kami kepada jalan yang baik dan benar,satu kanlah kembali hati bangsa kami,supaya kami mencinta dan menyangi sesama kami,dan kembalikan hati kami dari segala kesilapan dan kesalahan,kepada kebenaran supaya engkau ridha keatas kami.Dan merdekakanlah Negeri kami dari Penjajah dhalim Indonesia,supaya kami dapat menegakkan daulatmu,dan memberi keadilan,dan kemakmuran kepada bangsa kami yang kami cintai dan kami sayangi dengan sepenuh jiwa raga kami.Dan jangan engkau biarkankan tangan-tangan jahil,menjamah dan menyentuh Negeri kami.Selamat kanlah Acheh dari kehancuran dan kepunahan ya Allah",Amin yarabbal a`lamin. Hudeep beusaree matee beusadjan sikreek kafan saboeh keureunda. Anda ber-Yahoo!? Bosan dengan spam? Mel Yahoo! memiliki perlindungan spam yang terbaik http://my.mail.yahoo.com/ ------------------------------------------------------------------ TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA` ------------------------------------------------------------------ Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari keterlambatan kita bertindak pada hari ini. Mailing bebas => [EMAIL PROTECTED] -untuk membuat posting kirimkan ke: [EMAIL PROTECTED] ************************************************************** -Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] : [EMAIL PROTECTED] ************************************************************** FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/ http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "PPDi" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. Ask a question on any topic and get answers from real people. Go to Yahoo! Answers and share what you know at http://ca.answers.yahoo.com
