http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=294191
Jumat, 13 Juli 2007, Istana Ragukan Kajian Lemhanas JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyangsikan akurasi kajian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) tentang ancaman separatisme di Aceh. Sebab, dia yakin para eks petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sudah melupakan keinginan untuk merdeka. Kalla tidak setuju dengan hasil kajian Lemhanas yang menyebut pendirian Partai GAM adalah upaya mantan kombatan GAM menguasai parlemen Aceh guna mendesak referendum bagi kemerdekaan Aceh. "Saya yakin rakyat Aceh dan pemimpin-pemimpin GAM semua sudah sepakat bahwa NKRI adalah pilihan kita," tegas Kalla usai membuka seminar pengembangan minat baca di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, kemarin. Menurut motor perundingan damai Aceh yang menghasilkan MoU Helsinki ini, Lemhanas boleh saja mempublikasikan hasil kajian tentang kondisi sosial, politik, dan keamanan Aceh pascapendirian Partai GAM. Namun, wakil presiden mengaku tidak yakin dengan kebenarannya. "Lemhanas tentu boleh mengkaji apa saja. Namanya saja kajian, jadi boleh-boleh saja. Tapi, saya tidak yakin (kebenaran kajian Lemhanas). Saya tidak yakin teman-teman (eks pemimpin GAM) berbuat begitu," tegasnya. Meski demikian, Kalla mengakui tak bisa melarang bila para mantan pemimpin GAM masih berfikir tentang kemerdekaan Aceh. Selama hanya berupa pikiran, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. "Pikiran-pikiran apa saja boleh," kilahnya. (noe)
