Sejarah pembentukan RI sendiri demikian munafiqnya, tapi orang-orang yang bersatu padu dalam melanggengkan RI sepertinya buta sejarah atau boleh jadi tertutup mata hatinya disebabkan telah terperangkap demikian lama dalam sebuah system yang hipokrit dan zalim itu. System Thaghut Indonesia itu ternyata lebih zalim daripada penjajahan Belanda itu sendiri tapi mereka itu tak pernah sadar. Hal ini disebabkan banyaknya ulama Bal'am seperti Gusdur, Ahmad Syafi'i Ma'arif, Umar Shihab dan semacamnya yang menjadi penyokong utama system thaghut zalim tersebut.
Secara filosofis ulama Bal'am lebih berbahaya daripada "Firaun" dan "Karun". Rakyat jelata mengira itu ulama. mereka tidak mampu memahami Islam secara 'Aqidah dan Idiology atau secara filosofis. Mereka juga tidak mampu memahami hakikat Islam Kaffah. Apabila demikian yang terjadi mereka mengira Islam itu lebih jelek daripada non Islam, padahal justru yang mereka lihat itu bukan Islam benaran tapi Islam hipokrit alias bukan Islam tapi almunafiqun. Betapapun banyaknya ilmu orang alim dalam system thaghut Hipokrit itu tidak mampu memahami bagaimana sosok Islam yang sesungguhnya. Hal itu disebabkan begitu banyak sudah mereka melakukan kezaliman dalam system yang amburadur dan hipokrit itu bersama "Fir'aun, Karun dan Bal'am. Bangsa Acheh - Sumatra juga akan mengalami hal yang sama seperti Hindunesia RI Jawa sebagaimana di jelaskan Ahmad Sudirman itu andaikata tidak berdaya upaya untuk tidak terperangkap dalam system zalim dan munafiq tersebut. Betapa pilunya kita bangsa Acheh - Sumatra sekarang ini ketika menyaksikan Irwandi dan Nazar menaikkan bendera yang tidak berbeda dengan bendera Zionis itu. Nampaknya mereka sedikitpun tidak merasa malu ketika memuliakan bendera yang menjadi simbul penipuan terhadap bangsa - bangsa yang sedang dalam proses kesadaran (baca Acheh - Sumatra, West Papua dll). Irwandi dan Nazar cs dalam menjalankan tugas bathil tersebut pastinya mnendapat dukungan dari ulama Bal'am (baca Tuan DR Muslim Ibrahim cs) Mereka itu telah terkontaminasi dengan hasil sumpah palsunya ketika dianggakat menjadi assimiles-.assimiles atau "pak turut". Mereka telah bersedia disumpahkan dengan Pancasila (baca puncasilap), uud 45 dan kuhp (Baca Kasih Uang Habis Perkara) Tulisan ini memang pahit bagaikan pil knine buat Irwandi dan Nazar cs tapi itulah satusatunya jalan untuk menyelamatkan mereka di hari Bumi ini di goncangkan Allah dengan goncangan yang maha dahsyat (baca Izaazulzilatil arzdu zilzaalahaa), (Q.S, 99 : 1 - 8) http://serambinews.com/index.php?aksi=bacaberitaphoto&berphotoid=760&rubrik=1 Billahi fi sabililhaq Al Asytar - Acheh ----- Original Message ---- From: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, August 18, 2007 10:39:04 AM Subject: [www.aceh-online.com] NAMA NKRI ADALAH NAMA PALSU ALIAS TIDAK RESMI YANG DIPAKAI UNTUK MENGIKAT NEGARA-NEGARA BAGIAN RIS http://www.dataphon e.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] se Stockholm, 17 Agustus 2007 Bismillaahirrahmaan irrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. NAMA NKRI ADALAH NAMA PALSU ALIAS TIDAK RESMI YANG DIPAKAI UNTUK MENGIKAT NEGARA-NEGARA BAGIAN RIS Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. NAMA NEGARA DI INDONESIA SEKARANG ADALAH REPUBLIK INDONESIA BUKAN NKRI "Saudara Yang Budiman,Terima kasih untuk uraian pada email di bawah ini. Kami pekerja sosial bukan politikus. Cuma mungkin sama dengan anda kami membenci kebohongan meskipun sudah menjadi kenyataan pahit yang terpaksa kita akui.Begini, setelah membaca seluruh tulisan ini lalu datang kepada kesimpulan berikut ini: "Jadi kesimpulannya adalah berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum diatas membuktikan bahwa RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah hilang pada tanggal 19 Desember 1948. Muncul PDRI sampai tanggal 13 juli 1949. Kemudian RI hidup kembali pada tanggal 13 Juli 1949 setelah PDRI menyerahkan mandatnya, lalu PDRI mati. RI masuk menjadi anggota Negara Bagian RIS pada tanggal 14 Desember 1949. Selanjutnya RI dijelmakan menjadi NKRI setelah Negara Bagian RI menelan 15 Negara-Negara Bagian RIS lainnya pada tanggal 15 Agustus 1950. Begitu juga RI yang ada sekarang adalah hasil sulapan Soekarno dari NKRI yang ber UUD 1950 dengan sulap Dekrit Presiden 5 juli 1959". Maka pertanyaan kami "Negara Yang Di Indonesia" sekarang ini bernama apa? Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi RI ataukah NKRI? Kami tanyakan ini karena di mana-mana yang terdengar dan terpampang selalu "NKRI Harga Mati". Apa maksudnya ini?"(flassy don, [EMAIL PROTECTED] com ,[61.94.95.36] , Thu, 16 Aug 2007 17:15:42 PDT) Terimakasih saudara Flassy Don di Jayapura, Papua. Kalau saudara Don meneliti dan menganalisa kembali apa yang dituliskan oleh Ahmad Sudirman dalam tulisan "Kembali mengulang dalam rangka menguliti mitos RI hasil buatan Soekarno dengan kelompok unitaris RI-nya" ( http://www.dataphon e.se/~ahmad/ 070817.htm ), maka akan ditemukan butiran-butiran yang menyatakan bahwa kelompok unitaris dibawah Soekarno cs memakai nama NKRI singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hanya sebagai alat pengikat dan penjerat 15 Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS (Republik Indonesia Serikat) ditambah Acheh dan Maluku Selatan, sedangkan Papua Barat ditelan belakangan. Dengan Negara Bagian RI telah melahap 15 Negara/Daerah bagian RIS lainnya, kemudian Soekarno Cs menyiapkan satu delegasi RI-Jawa-Yogya untuk mengikuti Sidang Umum PBB pada tanggal 27 September 1950 guna mendaftarkan Negara RI-Jawa-Yoga menjadi anggota PBB, yang dipimpin oleh Ketua delegasi Mr. Moh.Roem, didampingi oleh Wakil Ketua L.N. Palar, dengan disertai para anggota delegasi Dr. Darmasetiawan, Mr. Soedjono, Mr.Tambunan, Mr.Soemanang, dan Prawoto. Tentu saja sebelum diterima dan disyahkan keanggotaan oleh Sidang Umum PBB, terlebih dahulu DK PBB harus memberikan rekomendasi kepada SU PBB, karena itu pada tanggal 26 September 1950 Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi DK PBB No. 86 tahun 1950 yang menyatakan "Admision of New Members To the United Nations 86(1950). Resolution of 26 September 1950. The Security Council. Finds that the Republic of Indonesia is a peace-loving State which fulfils the conditons laid down in Article 4 of the Charter of the United Nations, and therefore recommends to the General Assembly that the Republic of Indonesia be admitted to membership of the United Nations.Adopted at the 503rd meeting by 10 voters to none, with 1 abstention (China) Ternyata setelah Negara RI-Jawa-Yogya resmi menjadi anggota PBB yang ke-60, maka mulailah Soekarno Cs menjalankan taktik agresinya untuk menelan dan menduduki Negara-negara dan Daerah-daerah yang masih berada diluar wilayah Negara dan Daerah bekas bagian RIS, seperti Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Jadi, sebenarnya nama NKRI adalah merupakan nama palsu alias nama tidak resmi yang dipakai sebagai alat untuk terus menjerat dan mengikat Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS agar supaya tetap berada dibawah sangkar dan kurungan Negara RI-Jawa-Yogya atau Negara RI. Dan Nama NKRI ini adalah sebagai alat pengikat yang dikapai oleh kelompok unitaris dibawah Soekarno cs dan sekaligus sebagai alat untuk melawan kelompok federalis. Buktinya pada tanggal 15 Agustus 1950 lahirlah istilah NKRI setelah Negara Bagian RI menelan dan mencaplok 15 Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS lainnya. Atau dengan kata lain istilah nama Serikat dirobek dan digantikan dengan istilah nama Kesatuan. Padahal RIS inilah bukan Negara Bagian RI yang diakui kedaulatannya oleh Negara-Negara anggota PBB termasuk Belanda dan Amerika. Dan nama negara yang dipakai oleh Soekarno cs untuk diajukan ke DK PBB dan Sidang Umum PBB adalah bukan nama NKRI, tetapi nama RI (Republik Indonesia / the Republic of Indonesia). Karena itu kalau sekarang masih ada orang-orang yang mengatakan bahwa "NKRI Harga Mati" adalah orang-orang tersebut memang pertama, tidak memahami dan tidak mengerti tentang sejarah jalur pertumbuhan dan perkembangan serta mati dan hidupnya Negara RI dikaitkan dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat dan juga dengan Negara-Negara serta Daerah Daerah Bagian Republik Indonesia Serikat yang diakui oleh PBB. Kedua, orang-orang tersebut adalah hanya sebagai para pengikut kelompok unitaris yang dipimpin oleh tukang sulap dan tukang tipu licik mbah Soekarno dari Jawa. Ketiga, orang-orang tersebut adalah hanya sekedar bercuap tetapi otaknya tidak tahu apa itu yang dinamakan "NKRI Harga Mati" dan tidak tahu dasar hukum dan sejarahnya. Keempat, orang-orang tersebut adalah hanya sebagai para pembeo dan pengikut orang-orang unitaris yang anti federalis yang ingin tetap menjadikan Negara RI-Jawa-Yogya sebagai negara yang memiliki dominansi atas Negara-Negara dan Daerah Daerah Bagian RIS yang telah diakui oleh PBB sejak 27 Desember 1949. Terakhir, jadi berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum yang dijelaskan diatas, maka Indonesia itu bukan bernama NKRI melainkan RI yang telah menelan dan mencaplok 15 Negara-Negara dan Daerah-Daerah Bagian RIS ditambah dengan Acheh, Maluku Selatan dan Papua Barat. Dan sampai detik sekarang ini tidak pernah ada dipakai nama NKRI dalam peraturan perundang-undangan yang ada di Negara RI atau Negara RI-Jawa-Yogya ini, kecuali hanya nama atau istilah RI. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphon e.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphon e.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] se ---------- Received: from [61.94.95.36] by web53907.mail. re2.yahoo. com via HTTP; Thu, 16 Aug 2007 17:15:42 PDT Date: Thu, 16 Aug 2007 17:15:42 -0700 (PDT) From: flassy don <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: Re: KEMBALI MENGULANG DALAM RANGKA MENGULITI MITOS RI HASIL BUATAN SOEKARNO DENGAN KELOMPOK UNITARIS RI-NYA To: Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED] se> Saudara Yang Budiman, Terima kasih untuk uraian pada email di bawah ini. Kami pekerja sosial bukan politikus. Cuma mungkin sama dengan anda kami membenci kebohongan meskipun sudah menjadi kenyataan pahit yang terpaksa kita akui. Begini, setelah membaca seluruh tulisan ini lalu datang kepada kesimpulan berikut ini: "Jadi kesimpulannya adalah berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum diatas membuktikan bahwa RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah hilang pada tanggal 19 Desember 1948. Muncul PDRI sampai tanggal 13 juli 1949. Kemudian RI hidup kembali pada tanggal 13 Juli 1949 setelah PDRI menyerahkan mandatnya, lalu PDRI mati. RI masuk menjadi anggota Negara Bagian RIS pada tanggal 14 Desember 1949. Selanjutnya RI dijelmakan menjadi NKRI setelah Negara Bagian RI menelan 15 Negara-Negara Bagian RIS lainnya pada tanggal 15 Agustus 1950. Begitu juga RI yang ada sekarang adalah hasil sulapan Soekarno dari NKRI yang ber UUD 1950 dengan sulap Dekrit Presiden 5 juli 1959". Maka pertanyaan kami "Negara Yang Di Indonesia" sekarang ini bern ama apa? Republik Indonesia atau Negara Kesatuan Republik Indonesia, jadi RI ataukah NKRI? Kami tanyakan ini karena di mana-mana yang terdengar dan terpampang selalu "NKRI Harga Mati". Apa maksudnya ini? Indonesia Negara RI bukan Negara NKRI Wassalam ---------- ____________________________________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/
