Sayang irwansyah jih ka mugule
Buet aneuk bude si pai jawa
Yang lumpah sayang koen rubah lam gle
Bak jak prang kafe musoh rabbana
Tapi jih ka jeut keu bajak laot
Di jak rampok bot selat malaka
Sebab buet malek di jih bek di dhoet
Cukop di takot meu nye tan dana
Bah pih ji tupeu rampok nyan karot
Tan le ji takot hukom rabbana
Asai bak malek mantoeng bek ji dhoet
Bah pih lam supot ji takot hana
Ji poh ngoen ureung ji tiek lam laot
di jok keu ungkot lam laot raya
tan di sembahyang hana di balot
yg ka ulikot deep nan keuh dosa
malek yang seunang jih yang meubalot
jarou ulikot timah ka bak pha
watei puleh nyan lam glap payah lop
ie mata jih rheut meu nyesai teuka
watei trok lam glap loen harap bak kah
wahe irwansyah tobat nasuha
peu yang kapu buet kaniet beuteulah
mohon bak allah bu ampoen dosa
deungan beurkat buleun ramadan
bak sidrou tuhan beu ampoen dosa
bu hanco mandum gam yang jahannam
neu teot ya tuhan lam apui raya
Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Irfansyah itu baik orangnya, tapi dia terpaksa mengikuti perintah Malik
Mahmud and Karia Saman, untuk merampok dan membunuh kalou tidak dia pun
dibunuh,pembunuh yang sebenar bangsa Aceh adalah penjajah RI,Karia Saman, Malik
Mahmud = GAM MZ.
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Bekas Gembong GAM Ditembak Polisi
Minggu, 30 September 2007 | 22:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas pengumpul keuangan untuk Gerakan Aceh Merdeka
(GAM), Irfansyah, 37 tahun, ditembak polisi, Minggu sore ini sekitar pukul
17.00 Wib.Petugas kepolisian dari Markas Besar Polri (Mabas Polri) Jakarta
menembak pangkal paha kanan Irfansyah di rumah kontrakannya di RT 05/09,
Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kosambi, Kota Cirebon.
Menurut Kasatreskrim Polresta Cirebon, AKP Wiempianto, dua tahun lalu Irfansyah
alias Rusli bin Abdul Gani masuk daftar pencarian orang (buron). Ia jadi
tersangka dalam sejumlah kasus di Aceh seperti pembunuhan dan penculikan warga
negara asing. Terakhir, Irfansyah dituduh telah melakukan tindak perompakan di
Selat Makasar. "Ia sudah berada di Kota Cirebon sejak tiga bulan lalu", kata
Wiempianto.
Berdasarkan informasi buronan bersembunyi di Cirebon, petugas dari Mabes Polri
yang dipimpin AKP Setiawan meluncur ke Cirebon pada Sabtu(29/9) malam.
"Tersangka tergolong licin," ujarnya.
Namun Irfansyah membantah tuduhan telah membunuh dan menculik warga negara
asing. Ia hanya mengaku melakukan perompakan beberapa tahun lalu. Hasil
rompakan itu digunakan untuk menghidupi para tentara GAM.
Lelaki asal Sigli, Aceh ini mengaku meninggalkan negeri Serambi Mekah setelah
penandatanganan perdamaian pemerintah Indonesia dengan GAM. Dan , kemudian
memilih tinggal di kota Cirebon."Tapi istri dan putra saya masih tinggal di
Aceh," ujarnya.
Tetangga Irfansyah, Ana, 24 tahun, mengaku mendengar satu kali tembakan pada
Minggu sekitar pukul 16.00 Wib. Suara tembakan terdengar seperti petasan.
Setelah itu ia melihat seseorang berambut gondrong menggendong seseorang dan
dimasukkan ke dalam mobil. "Mungkin yang digendong itu Pak Irfan. saya tidak
tahu pasti, karena saya mengintip dari jendela rumah," kata Ana.
Selama tinggal di rumah kontrakan, kata Ana, Irfansyah dikenal pria yang sopan
namun jarang bergaul. Kalau bicara ia menggunakan logat Padang. Ana tidak tahu
banyak soal aktivitasnya. Setahunya, Irfansyah di rumah pada siang hari,
sedangkan di malam hari ia jarang di rumah.Buronan polisi ini punya mobil jenis
vios berwarna merah jambu bernomor polisi B 8837 FP.
Setelah penangkapan Irfansyah, menurut Setiawan, aparat Mabes Polri masih
melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya yang masuk ke dalam jaringan
perompakan.
Ivansyah/Sandy
++++
Polisi Tembak Orang yang Diduga Bekas GAM
Minggu, 30 September 2007 | 22:19 WIB
TEMPO Interaktif, Cirebon:Bekas bagian keuangan anggota GAM (Gerakan Aceh
Merdeka) ditembak polisi Markas Besar Kepolisian RI di rumah kontrakan RT
05/09, Karyamulya, Kesambi, Cirebon, Jawa Tengah. Rusli Bin Abdul Gani alias
Irfansyah diduga telah melakukan berbagai perompakan disertai pembunuhan.
Rusli telah masuk daftar pencarian orang selama 2 tahun oleh Mabes Polri. Rusli
ditembak di pangkal paha kanan
sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota
Cirebon, Ajun Komisaris Wiempianto, mengungkapkan tersangka merupakan buron
berbagai kasus di Aceh, diantaranya pembunuhan, penculikan warga asing dan
perompakan.
"Ia sudah berada di Kota Cirebon sejak tiga bulan lalu", tuturnya. Terakhir,
Rusli dituduh telah melakukan tindak perompakan di Selat Makasar. Wiempianto
mengungkapkan kasus ini masih dalam proses pengembangan. Apalagi diduga pelaku
lain masih di Kota Cirebon.
Pengejaran dipimpin anggota Mabes Polri Ajun Komisaris Setiawan. Mereka ke Kota
Cirebon Sabtu (29/9) malam. "Tersangka tergolong licin. Hingga kini pun kami
masih melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya yang
masuk ke dalam jaringan perompakan ini."
Rusli mengungkapkan ia hanya melakukan perompakan di perairan Aceh beberapa
tahun lalu. "Saya sendiri berasal dari Sigli, Aceh", tuturnya. Rusli membantah
ia pernah melakukan kejahatan pembunuhan.
Menurutnya, ia hanya merampok, kemudian hasil rampokannya diberikan untuk
menghidupi para tentara GAM. Rusli mengaku ia masih memiliki istri bernama
Nurmala
dan seorang anak, Putra,5, yang saat ini masih berada di Aceh. Rusli mengaku
keluar dari Aceh setelah penandatangan perdamaian.
Tetangga Rusli, Ana,24, mengungkapkan selama ini Rusli dikenal sebagai Irfan.
"Orangnya sopan, tetapi jarang bergaul. Ia pun selalu memakai logat Padang
dalam berbicara."
Menurut pengakuan Ana, Rusli hanya berada di rumah pada siang hari, sedangkan
pada malam hari, ia jarang berada di rumah. Rusli pun memiliki sebuah mobil
jenis vios berwarna merah jambu dengan nopol B 8837 FP.
Ivansyah
---------------------------------
Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings,
and more!
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.