INI SUDAH MASANYA TNI UNTUK MEMBALAS DENDAM KONFLIK ACEH VS JAWA
SELAMA 30 TAHUN. SEKARANG PERBUATAN YANG BERLANGSUNGKAN DI ACEH
ADALAH TIDAK KENA MENGENA DENGAN TNI, KALAU ADA PERAMPOKAN ATAU
TEMBAK MENEMKBAK ITU ORANG TAK KENAL WALAUPUN PERBUATAN NYA OLEH
ANJING2 DIBAWAH JENDERAL TNI. SEKARANG PUASLAH TNI......................
 
DALAM MINGGU INI BANYAK PANGLIMA2 GAM YANG AKAN DIBURU OLEH TNI,
KEMANA YA................BEKAS2 KOMBATAN GAM BERLARI........................?
SAMPAI KE JAKARTA PUN KENAK TEMBAK........
WALAUPUN BEGITU GAM DIBAWAH MALIK MAHMUD DAN KARIA SAMAN
TETAP BERSABAR, KARENA GAM ITU JUGA SUDAH PERNAH JADI 
ANJING PELACAK MALIK MAHMUD SEPERTI PANG GARANG (JUNAIDI UMAR)
DIA ADALAH MANUSIA JAHANNAM, ORANG YANG TAU DIRI DAN SEKARANG
BERHATI-HATI PANG2 YANG LAIN, SEBELUM DIHABISI TNI LEBIH BAIK
ANGKAT KAKI DAN LARI KE PULAU BANGKA SEPERTI SOEKARNO DAN NANTI
BARU DATANG ORANG2 MP GAM UNTUK MENANGKAP KALIAN2, YANG SEKARANG
SUDAH ME LANG-LANG DITENGAH BUMI.
RASA............IN DONG MASA KAU SUDAH HABIS DAN SEKARANG
GILIRAN ORANG LAIN. HIHIHIHIHHIHIHIHIIHHHHHHHHIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Mon, 1 Oct 2007 13:43:40 
-0700Subject: Re: «PPDi» Bekas Gembong GAM Ditembak Polisi +Polisi Tembak Orang 
yang Diduga Bekas GAM





 
 
Sabtu, 29 September 2007, 04:17 WIBPIDIEAnggota KPA DitembakReporter : AK News
Banda Aceh, acehkita.com. Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Teungku 
Ibrahim Syamsuddin mengatakan, Junaidi Umar alias Pang Garang (40), anggota KPA 
di Pante Garot, Kecamatan Indra Jaya, Pidie, tewas ditembak orang tak dikenal, 
Jumat (28/9) sekitar pukul 19.30 WIB. 

Pang Garang menghembuskan nafas terakhir saat dalam diboyong ke rumah sakit. 
Menurut Ibrahim, korban ditembak dari arah belakang hingga tembus ke bawah dagu 
depan. Di lokasi kejadian ditemukan barang bukti berupa selongsong peluru 
pistol FN 9 milimeter. “Kemungkinan korban ditembak dalam jarak dekat dengan 
satu peluru,” kata pria yang akrab disapa Ibrahim KBS ini dalam pernyataan pers 
yang dikirim melalui pesan pendek ke wartawan Jumat malam. 

Dia menambahkan, ada kemungkinan para pelaku terlebih dulu mengintai sebelum 
menghabisi korban, yang sedang mengendarai sepeda motor saat hendak 
melaksanakan salat tarawih. “Penembak mengendarai sepeda motor berboncengan 
tiga. Arahnya satu arah dan datang dari belakang korban. Setelah menembak, 
pelaku melarikan diri,” kata dia. 

Hingga berita ini diturunkan, redaksi acehkita.com belum berhasil memperoleh 
keterangan dari polisi. [dzie] 

 
 
 
Sidom apui <[EMAIL PROTECTED]> wrote:



Sayang irwansyah jih ka mugule
Buet aneuk bude si pai jawa
Yang lumpah sayang koen rubah lam gle
Bak jak prang kafe musoh rabbana

Tapi jih ka jeut keu bajak laot
Di jak rampok bot selat malaka
Sebab buet malek di jih bek di dhoet
Cukop di takot meu nye tan dana

Bah pih ji tupeu rampok nyan karot
Tan le ji takot hukom rabbana
Asai bak malek mantoeng bek ji dhoet
Bah pih lam supot ji takot hana

Ji poh ngoen ureung ji tiek lam laot
di jok  keu ungkot lam laot raya
tan di sembahyang hana di balot
yg ka ulikot deep nan keuh dosa

malek yang seunang  jih yang meubalot
jarou ulikot timah ka bak pha
watei puleh nyan lam glap payah lop
ie mata jih rheut meu nyesai teuka

watei trok lam glap loen harap bak kah
wahe irwansyah tobat nasuha
peu yang kapu buet kaniet beuteulah
mohon bak allah bu ampoen dosa

deungan beurkat buleun ramadan
bak sidrou tuhan  beu ampoen dosa
bu hanco mandum  gam yang jahannam
neu teot ya tuhan lam apui rayaPaya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 



 
Irfansyah itu baik orangnya, tapi dia terpaksa mengikuti perintah Malik Mahmud 
and Karia Saman, untuk merampok dan membunuh kalou tidak dia pun 
dibunuh,pembunuh yang sebenar bangsa Aceh adalah penjajah RI,Karia Saman, Malik 
Mahmud = GAM MZ.
 
 
 
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:




Bekas Gembong GAM Ditembak PolisiMinggu, 30 September 2007 | 22:54 WIB 
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bekas pengumpul keuangan untuk Gerakan Aceh Merdeka 
(GAM), Irfansyah, 37 tahun, ditembak polisi, Minggu sore ini sekitar pukul 
17.00 Wib.Petugas kepolisian dari Markas Besar Polri (Mabas Polri) Jakarta 
menembak pangkal paha kanan Irfansyah di rumah kontrakannya di RT 05/09, 
Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kosambi, Kota Cirebon. Menurut Kasatreskrim 
Polresta Cirebon, AKP Wiempianto, dua tahun lalu Irfansyah alias Rusli bin 
Abdul Gani masuk daftar pencarian orang (buron). Ia jadi tersangka dalam 
sejumlah kasus di Aceh seperti pembunuhan dan penculikan warga negara asing. 
Terakhir, Irfansyah dituduh telah melakukan tindak perompakan di Selat Makasar. 
"Ia sudah berada di Kota Cirebon sejak tiga bulan lalu", kata 
Wiempianto.Berdasarkan informasi buronan bersembunyi di Cirebon, petugas dari 
Mabes Polri yang dipimpin AKP Setiawan meluncur ke Cirebon pada Sabtu(29/9) 
malam. "Tersangka tergolong licin," ujarnya. Namun Irfansyah membantah tuduhan 
telah membunuh dan menculik warga negara asing. Ia hanya mengaku melakukan 
perompakan beberapa tahun lalu. Hasil rompakan itu digunakan untuk menghidupi 
para tentara GAM. Lelaki asal Sigli, Aceh ini mengaku meninggalkan negeri 
Serambi Mekah setelah penandatanganan perdamaian pemerintah Indonesia dengan 
GAM. Dan , kemudian memilih tinggal di kota Cirebon."Tapi istri dan putra saya 
masih tinggal di Aceh," ujarnya. Tetangga Irfansyah, Ana, 24 tahun, mengaku 
mendengar satu kali tembakan pada Minggu sekitar pukul 16.00 Wib. Suara 
tembakan terdengar seperti petasan. Setelah itu ia melihat seseorang berambut 
gondrong menggendong seseorang dan dimasukkan ke dalam mobil. "Mungkin yang 
digendong itu Pak Irfan. saya tidak tahu pasti, karena saya mengintip dari 
jendela rumah," kata Ana. Selama tinggal di rumah kontrakan, kata Ana, 
Irfansyah dikenal pria yang sopan namun jarang bergaul. Kalau bicara ia 
menggunakan logat Padang. Ana tidak tahu banyak soal aktivitasnya. Setahunya, 
Irfansyah di rumah pada siang hari, sedangkan di malam hari ia jarang di 
rumah.Buronan polisi ini punya mobil jenis vios berwarna merah jambu bernomor 
polisi B 8837 FP. Setelah penangkapan Irfansyah, menurut Setiawan, aparat Mabes 
Polri masih melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya yang masuk ke dalam 
jaringan perompakan. Ivansyah/Sandy 
++++
Polisi Tembak Orang yang Diduga Bekas GAMMinggu, 30 September 2007 | 22:19 WIB 
TEMPO Interaktif, Cirebon:Bekas bagian keuangan anggota GAM (Gerakan Aceh 
Merdeka) ditembak polisi Markas Besar Kepolisian RI di rumah kontrakan RT 
05/09, Karyamulya, Kesambi, Cirebon, Jawa Tengah. Rusli Bin Abdul Gani alias 
Irfansyah diduga telah melakukan berbagai perompakan disertai pembunuhan. Rusli 
telah masuk daftar pencarian orang selama 2 tahun oleh Mabes Polri. Rusli 
ditembak di pangkal paha kanan sekitar pukul 17.00 WIB. Kepala Satuan Reserse 
dan Kriminal Polres Kota Cirebon, Ajun Komisaris Wiempianto, mengungkapkan 
tersangka merupakan buron berbagai kasus di Aceh, diantaranya pembunuhan, 
penculikan warga asing dan perompakan. "Ia sudah berada di Kota Cirebon sejak 
tiga bulan lalu", tuturnya. Terakhir, Rusli dituduh telah melakukan tindak 
perompakan di Selat Makasar. Wiempianto mengungkapkan kasus ini masih dalam 
proses pengembangan. Apalagi diduga pelaku lain masih di Kota Cirebon. 
Pengejaran dipimpin anggota Mabes Polri Ajun Komisaris Setiawan. Mereka ke Kota 
Cirebon Sabtu (29/9) malam. "Tersangka tergolong licin. Hingga kini pun kami 
masih melakukan pencarian terhadap tersangka lainnya yang masuk ke dalam 
jaringan perompakan ini." Rusli mengungkapkan ia hanya melakukan perompakan di 
perairan Aceh beberapa tahun lalu. "Saya sendiri berasal dari Sigli, Aceh", 
tuturnya. Rusli membantah ia pernah melakukan kejahatan pembunuhan. Menurutnya, 
ia hanya merampok, kemudian hasil rampokannya diberikan untuk menghidupi para 
tentara GAM. Rusli mengaku ia masih memiliki istri bernama Nurmala dan seorang 
anak, Putra,5, yang saat ini masih berada di Aceh. Rusli mengaku keluar dari 
Aceh setelah penandatangan perdamaian. Tetangga Rusli, Ana,24, mengungkapkan 
selama ini Rusli dikenal sebagai Irfan. "Orangnya sopan, tetapi jarang bergaul. 
Ia pun selalu memakai logat Padang dalam berbicara." Menurut pengakuan Ana, 
Rusli hanya berada di rumah pada siang hari, sedangkan pada malam hari, ia 
jarang berada di rumah. Rusli pun memiliki sebuah mobil jenis vios berwarna 
merah jambu dengan nopol B 8837 FP. Ivansyah 



Catch up on fall's hot new shows on Yahoo! TV. Watch previews, get listings, 
and more! 



Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who 
knows.Yahoo! Answers - Check it out. 



Don't let your dream ride pass you by. Make it a reality with Yahoo! Autos. 
 






_________________________________________________________________
Ta en titt på de nya onlinetjänsterna på Windows Live Ideas -- så nya att de 
ännu inte har lanserats officiellt.
http://ideas.live.com

Kirim email ke