harian analisa Edisi Jumat, 2 November 2007 62 Persen Penduduk Aceh Timur Miskin
Langsa, (Analisa) Sebanyak 62 persen penduduk Aceh Timur masih berada dalam katagori di bawah garis kemiskinan. Hal ini tentunya merupakan sebuah tantangan berat bagi semua pihak, pemerintah dan bangsa ini untuk melakukan pembinaan bagi upaya peningkatan taraf pereokonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Demikian ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Timur, Saifuddin SE, MM saat membuka kegiatan penilaian lomba desa/kecamatan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS), Bina keluarga Balita (BKB), Gerakan Sayang Ibu (GSI) dan Tenaga Kerja Wanita (Nakerwan) yang dilakukan tim penilai provinsi dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD, Rabu (31/10) di Pendopo Meuligo setempat. Dengan turunnya tim penilai ini ke desa-desa yang menjadi obyek penilaian sebagai desa binaan Pemkab Aceh Timur, diharapkan akan mampu memotivasi warganya untuk mampu hidup lebih baik lagi dalam berbagai sektor serta berkarya nyata dalam pembangunan di segala bidang. "Tanpa peran aktif kita semua, mustahil kemiskinan dan kebodohan dapat kita kikis dari muka bumi ini," ujar Sekda seraya berharap tim juga melakukan penilaian yang obyektif dalam ivent ini sehingga nanti ada desa di Aceh Timur masuk ke tingkat provinsi maupun nasional. Sebelumnya Asnawi SE, dari Biro Pemberdayaan Perempuan Provinsi NAD dalam sambutannya menyatakan penilaian ini dilakukan sehari penuh dengan meninjau langsung tiga desa binaan Pemkab Aceh Timur. Yakni untuk program P2WKSS Desa Blang Mideun Kecamatan Julok, BKB Desa Tanjung Kapai Idi Rayeuk, GSI Desa Alue Itam Indra Makmue dan Nakerwan Desa Kebun Alur Buluh PT Aeco Birem Bayeun. Dalam penilaian serta peninjauan ke lapangan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan berupa 90 paket pakaian/kain, jilbab kepada desa binaan atau masing-masing desa memperoleh 30 paket. (ed)
