http://artculture-indonesia.blogspot.com:80/2007/11/ac-i-re-brr-bayar-peserta-pameran-buku.html

04 November 2007
Kisruhnya Pameran Buku di Banda Aceh 
Serambi Indonesia


Kamis, 1 November 2007


Penerbit Lokal Tolak Ikut Pameran BRR

BANDA ACEH - Penerbit lokal, LSM dan toko buku Aceh banyak yang menolak ikut 
meramaikan Pameran Buku Nasional "Aceh Membaca, Aceh Berjaya" yang didanai BRR 
NAD-Nias mulai Rabu 7 - 14 Nopember 2007 di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam 
Banda Aceh. Pameran yang menelan biaya Rp 1 milyar, pelaksanaannya dipercayakan 
kepada Kirana
Kreativisia Yokyakarta.

Penolakan tersebut dinilai sangat beralasan, karena ada perbedaan yang sangat 
mencolok antara peserta dari luar dengan peserta dari Aceh. Peserta dari Jawa 
dan Medan hampir semuanya ditanggung panitia, sementara peserta dari Banda Aceh 
hanya diberi uang Rp 40 ribu perhari. "Untuk apa ikut pameran BRR, kalau 
peserta lokal tidak dihargai. Kami nilai tidak ada manfaatnya. Yah, kami pilih 
tak ikut saja," kata Erna, salah satu penerbit di Banda Aceh.

Menurut Erna, sebagaimana mendapat penjelasan dari panitia, penerbit lokal, 
distributor, LSM, pers dan toko buku yang ikut pameran hanya disediakan tempat 
dan dana Rp 40 ribu untuk dua orang penjaga stand.

Sementara dari luar Aceh, peserta mendapat tiket pesawat, penginapan, ongkos 
kirim buku 100 kg dan kemudahan lainnya. "Tadinya kami mau ikut, tapi setelah 
tahu bahwa ada diskriminasi. Yah kami tak mau ikut," sebut seorang pengurus LSM 
yang juga mendapat undangan untuk ikut pameran singkat.

Selain itu, untuk pekerjaan publikasi juga dikeluhkan oleh sejumlah pekerja 
yang dibayar jerih payah per paket. Misalnya, untuk menempelkan stiker dalam 
kota dibayar Rp 50 rupiah perlembar. Bila seorang pekerja menempelkan stiker 
1.000 lembar akan mendapat uang sebesar Rp 50.000. "Kami hanya dikasih uang Rp 
50 perak setiap menempelkan selembar stiker. Bila 100 lembar, ya kami hanya 
dapat Rp 5.000 rupiah," ungkap seorang pekerja yang tak ingin disebutkan 
namanya.

Wakil Ketua Panitia Pameran Buku, Yusuf M Teben, SE ketika dihubungi Serambi 
Rabu kemarin membenarkan ada perbedaan antara peserta dari Aceh dengan diluar 
Aceh. Diakuinya bagi peserta dari Banda Aceh hanya diberikan uang Rp 40 ribu 
perhari untuk dua orang penjaga stand. "Peserta dari luar Aceh ditanggung tiket 
pesawat, penginapan, ongkos kirim barang. Kalau peserta Banda Aceh hanya 
dikasih uang jaga stand saja sebesar Rp 40 ribu
perhari," katanya.

Ketika didesak kenapa ada perbedaan, sehingga tersinggung peserta lokal, Yusuf 
mengatakan itu sudah keputusan dari panitia pusat. Sementara Yusuf yang dari 
daerah tidak bisa berbuat banyak, karena semuanya mengambil standar pekerjaan 
dari Yogyakarta termasuk menghitung pembuatan spanduk. Sementara kondisi 
pembiayaan di Banda Aceh selama ini bedanya mencapai 100 persen dari Yogya.

Dalam pameran yang direncanakan terbesar di Aceh tahun 2007 dengan biaya Rp 1 
milyar, melibatkan 50 penerbit dan distributor nasional, Jakarta, Bandung, 
Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Surakarta dan Medan. Selain itu juga melibatkan 
25 penerbit dan distributor lokal,
LSM, Pers, BRR, instanasi/lembaga pemerintah dan swasta Aceh serta 25 peserta 
pendukung dari pengusaha kecil menengah Banda Aceh.(zd)

Kirim email ke