Walaupun setinggi gunung mengumpul uang untuk membangun acheh pun, namun ngak
cukup juga selagi pencuri dan perampok yang berdasi masih bekeliaran dalam
dalam pemerintahan. Kenapa masyarakat yang merampok kelihatan di mata
masyarakat....dan kenapa bila perompak berdasi beraksi memperkosa hak mereka
hanya berdiam diri.....memang kedua-duanya salah, tapi kedua-duanya mesti di
hapuskan.
| r i m a | <[EMAIL PROTECTED]> skrev: Ga' percaya ama statement toké
BAPPEDA ini, masakan 8T ga' cukup untuk Acèh.
Jadi penasaran gimana caranya mereka-mereka ini menentukan alokasi anggaran
untuk tiap sector pembangunan.
Atau ada anggota milist yang punya copy-annya, sila share disini, mungkén
jeut ta puliek bacut hinoë.
Menggunakan statement-nya jika dana pendidikan adalah 1.4T dari 8T, itu kan
setara dengan 14%, padahal janji semula adalah 20%.
Sementara 400M dari 1T angaran kesehatan akan digunakan untuk beasiswa, well
apa ga' kebesaran tu, lantas apa fungsi Fak. Kedokteran UNSYIAH kalo buat
cetak-mencetak pekerja kesehatan yang terampil? Kalo sebesar itu dana
beasiswanya, napa ga buat buka prodi di kampus?
Ada rakan yang bisa bantu ga?
29/11/2007 09:01 WIB
Dana Rp 8 T Belum Cukup untuk Membangun Aceh
[ rubrik: Serambi | topik: Ekonomi ]
BANDA ACEH - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, A
Rahman Lubis, menyatakan bahwa peningkatan dana yang cukup signifikan pada
Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2008 yang mencapai sekitar Rp
8 triliun, belum cukup untuk membangun Aceh. Anggaran sebesar itu masih
kurang. Karena ada program strategis Gubernur dan pemerintah kabupaten/kota,
serta banyaknya variabel untuk percepatan pembangunan di Aceh, katanya saat
membuka acara Forum Bisnis Investasi yang diselenggarakan Kawasan
Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Bandar Aceh Darussalam (BAD), di Anjung
Mon Mata, Banda Aceh, Rabu (28/11).
Kepada wartawan usai acara tersebut, dia menjelaskan penambahan dana APBA
2008 mencapai Rp 5,7 triliun. Dimana sekitar Rp 3,5 triliun berasal dari
Dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Rp 2,2 triliun berasal dari dana bagi hasil
minyak dan gas (Migas). Di situ saja sudah ada sekitar Rp 5,7 triliun. Dan
dengan adanya tambahan dana-dana lain, pendapatan Aceh kita perkirakan Rp
7,9 triliun. Kita menggunakan skenario defisit karena belanja yang lebih
besar, sekitar Rp 179 milyar lebih, ujarnya.
Dikatakannya, setelah diinventarisir, ternyata dana sebesar Rp 8 triliun itu
belum cukup untuk membangun Aceh, lantaran banyaknya persoalan mendesak yang
belum selesai akibat konflik yang berkepanjangan dan musibah tsunami.
Setelah diinventarisir, persoalan kritikal di Aceh itu luar biasa banyaknya.
Ini mungkin imbas konflik dan tsunami. Setelah kita kalkulasikan anggaran,
ternyata masih kurang. Ini mengindikasikan bahwa persoalan Aceh sangat
besar, tandas dia.
Alokasi anggaran
Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan sejumlah rencana alokasi anggaran
tahun 2008. Sektor pendidikan, katanya, akan mendapatkan alokasi yang besar,
yakni sekitar Rp 1,4 triliun. Dana tersebut diperuntukkan bagi menyelesaikan
persoalan kualitas pendidikan, guru, anak didik, serta penyediaan fasilitas
pendidikan.
Hal yang sama juga terjadi pada alokasi anggaran infrastruktur yang mencapai
Rp 2,4 triliun. Dana ini cukup besar. Kita harapkan aktivitas ekonomi yang
sangat bergantung pada ketersediaan inrastruktur bisa diselesaikan dengan
baik. Terutama infrastruktur jalan yang menghubungkan antara sentra-sentra
produksi dengan pemasaran, ucap Rahman.
Pemerintah Aceh juga akan menyelesaikan ruas-ruas jalan yang memang sangat
dibutuhkan oleh rakyat. Terutama untuk membuka isolasi di daerah terpencil
seperti Aceh bagian tengah, Tenggara, dan bagian Barat Selatan. Alokasi
anggaran pembangunan jalan lintas kabupaten juga ikut disediakan.
Sementara untuk sektor kesehatan, anggaran yang disediakan mendekati angka
Rp 1 triliun. Salah satunya untuk pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak yang
berbarengan dengan pengiriman calon-calon dokter spesialis untuk mengikuti
pendidikan. Untuk beasiswa saja, akan kita laksanakan dengan sistem satu
pintu, dengan alokasi anggaran lebih kurang sekitar Rp 400 milyar, dan kita
harapkan ini bisa terus berlanjut, sambung dia.
---------------------------------
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic.yahoo.net