Alhamdulillah. Sekarang saya sudah mengetahui bagaimana sejarah perjuangan 
bangsa papua walau masih memerlukan tambahannya.  
Terimakasih saudara Ismail Asso.  Paparan anda ini sungguh sangat berguna bagi 
kami Acheh - Sumatra.   Salam Merdeka.
   hsndwsp
     di
Ujung  Dunia

----- Original Message ----
From: Ismail Asso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]
Sent: Sunday, December 9, 2007 11:24:13 AM
Subject: [OPOSISI] IJTIHAD POLITIK MUSLIM PAPUA










  


    
            

    SEJARAH AGAMA SAMAWI DAN GERAKAN PERJUANGAN PAPUA MERDEKA
  
Penting diketahui, bahwa sebelum agama-agama besar datang berhikmat di Tanah 
Papua, Agama Islam sudah lebih dahulu ada di Tanah Papua. Sejak Abad ke 15, 
Agama Islam, lebih dulu masuk di Tanah Papua dan dibawah oleh para pegadang 
Muslim asal Hadralmaut (sekarang daerah, Yaman Selatan) melalui perniagaan, 
terutama di kawasan yang sekarang disebut sebagai berbudaya Irarutu.Kawasan itu 
terbentang dari ujung paling Barat sampai Tengah Timur, daerah Selatan Papua, 
Kepala Burung Papua, Yakni : Kabupaten Sorong Selatan, Manukwari/Bintuni dan 
Fak-Fak ; Meliputi Wilayah Raja Ampat Sorong, Kokoda, Bintuni, Arandai, Fak-Fak 
sampai di Kaimana dan juga kini di Wamena.

Sedangkan Kristen Ptotestan dibawa datang dari Jerman oleh Pendeta Otto dan 
Geisler yang sebelumnya mampir di Tanah Betawi, Batavia (Jakarta kini) pada 
tahun
 1885, yang berarti 300 tahun sesudah agama Islam lebih dulu ada. (Benny Giay, 
Gembalakanlah Umatku, 19998).Sebelum misalnya agama Kristen Protestan datang 
diantar oleh Otto dan Geisler di Pulau Mansinam, Manokwari.

Pada umumnya masyarakat di Tanah Papua sama sekali belum mengenal agama manapun 
selain agama Islam, tapi hanya meliputi sebahagian wilayah saja dari Wilayah 
Papua Barat, yang disebut sebagai daerah berbudaya Irarutu yang telah disebut 
diatas. Agama-agama dunia yang datang berhikmat ditengah masyarakat Papua 
terutama di Pegunungan Tengah, hanya baru mendapatkan tempat dihati warganya 
dalam tahun-tahun belakangan ini saja. Sebab kehadiran utusan Injil ditolak 
secara habis-habisan sampai akhirnya baru dalam tahun 1980-an, bahkan ada yang 
baru mendapatkan pengikut dalam tahun 1990-an baru-baru ini. (Benny Giay, 1997).

Para Missionaris baru bisa ajak Orang Papua Pegunungan Tengah, masuk ke Geraja 
terbatas dari kalangan anak-anak mudanya saja. Secara
 serentak utusan Injil baru dapat membaptiskan anak-anak muda yang sebelumnya 
diikutkan dalam sekolah yang dibuka olah para missionaris Kristen. Padahal 
orang Papua penduduk paling banyak tersebar didaerah Pegunungan Tengah Papua. 
Missionaris bahkan tidak berani, (karena mereka anggap orang Papua kanibal), 
masuk menyebarkan agama di antara mereka, walaupun sejak lama mereka ketahui 
pemukiman padat di wilayah ini. Karena itu sampai tahun 1990-an baru-baru ini 
belum satupun agama samawi mampu menaklukkan agama-agama lama yang secara 
serius dan significant. Kecuali dengan cara mereka membakar habis adat dan 
budaya Papua sebagaimana yang dilakukan di Yahukimo beberapa waktu lalu yang 
kita dengar dimediasi oleh Sang Bupatinya.

EMBRIO PEREJUANGAN PAPUA MERDEKA

Sebagaimana sejarah agama-agama samawi dalam berkhitmat di Tanah Papua, telah 
dijelaskan diatas tadi. Maka penting juga diketahui bahwa sejarah embrio 
pemberontakan Orang Papua sudah dimulai di Raja Ampat,
 Sorong dan Fak-Fak, seperti diantara misalnya Raja Rumagesang Umar Sekar dari 
Fak-Fak di zaman pemerintahan Hindia Belanda yang kolonialis. Demikian Raja 
Umar Sekar, seorang Putra Asli Papua asal Fak-Fak yang beragama Islam, memulai 
melakukan perlawanan terhadap para penjajah Eropa, sebagai embrio evolusi 
Nasionalisme bangsa Papua Barat yang paling pertama yakni pada tahun 1934 di 
Papua Barat. Sehingga ia sendiri meninggal dipengasingan, yang sebelumnya 
keluar masuk penjara di Holandia (Jayapura), karena dipenjarakan oleh 
pemerinrtah kolonial Hindia Belanda dalam pertikaian monopoli (penguasaan) atas 
buah Pala di Fak-Fak kala itu. Belakangan Raja Muslim pemberontak ini meniggal 
di pengasingan di Pulau Nusakambangan. (Natalis Pigay, 2000).

Dalam banyak karangan ilmiah para ahli sejarah demikian melaporkan bahwa Islam 
adalah agama pertama yang datang dan dibawa masuk ke Tanah Papua oleh para 
perantau melalui perniagaan berasal dari Hadral maut, (baca, Yaman Selatan).
 Demikian bukti dan data secara ilmiah oleh para ahli seperti sejarawan dan 
antropolog pertama dan terutama asal Papua kelahiran Pulau Biak. Dr. J.R. 
Mansoben, Benny Giay, dan F.C. Kamma mengakui.

Semua ahli mengatakan yang intinya sama, bahwa kecuali didaerah Pegunungan 
Tengah yang penduduknya padat, terisolir dari daerah lain. Diderah Raja Ampat, 
Sorong misalnya; Oleh F. C. Kamma mengagatakan bahwa Sultan Tidore dan Ternate 
secara berrgantian membawahi kerajaan di Kepulauan Raja Ampat, Sorong dan 
Fak-Fak, Kokas, dan Teluk Arguni dalam pengaruh agama Islam yang kuat.

Bahkan dalam sejarah Orang Papua diakui oleh Natalis Pigay dalam bukunya 
tentang Sejarah, "Evolusi Nasionalisme dan Konflik Politik di Papua", bahwa 
Pergerakan dan Pemberontakan Papua Merdeka, embrionya dimulai oleh para 
pemimpin muslim di Fak-Fak maupun di Raja Ampat, Sorong lebih dini, sebelum 
kesadaran daerah lain muncul.

Dalam bukunya yang di beri pengantar oleh Dr.Lance Castles, MA
 (dosen tamu UGM dari Austalia). Mengakui bahwa Raja Muslim dari Raja Ampat, 
Sorong yang bernama Abdullah Arfan mendirikan Paprtai Politik, SSM (Samas-Sama 
Manusia) untuk menuju penentuan nasib Papua terpisah dari Indonesia/NKRI. 
Demikian juga buku yang dikumpulkan hasil karangan para aptenar Belanda yang 
bertugas di Papua Barat dekade 1950-1960-an akhir, yang berjudul : BELANDA DI 
IRIANJAYA 1945-1963, para penulis yang terdiri dari orang Belanda ada menyebut 
bahwa orang-orang Papua, seperti Abdullah Arfan dari Raja Ampat adalah ketua 
Partai SAMA-SAMA MANUSIA (PSSM), yang menginginkan Papua harus terlepas dari 
berbagai Pangkuan asing termasuk Indonesia/NKRI.

IJTIHAD POLITIK MUSLIM PAPUA

Dari berbagai paparan sejarah menunjukkan, walaupun sudah tidak penting, namun 
demikian secara significant keterkaitan Islam sebagai suatu agama/budaya 
sekaligus disatu sisi, dan para pemimpin Muslim Papua, dalam Gerakan Perjuangan 
Papua Merdeka disisi lain menunjukkan bahwa
 keterkaitan yang sangat kuat sampai-sampai Islam includ dari perlawanan itu, 
sehingga dapat lebih dulu tampil kedepan, terutama dalam menyemangati para 
Pemimpin Muslim untuk tampil membela kebenaran diatas mayoritas rakyat Papua 
yang animisme dan pemeluk agama lain Islam.

Keunikan dan kehebatan kebenaran agama Islam sebagaimana para pemimpin Muslim 
yang diperlihatkan dalam sejarah diatas menjadi sangat penting bagi Musliim 
Papua. Tidak saja bahwa para perintis Papua merdeka adalah termasuk para 
Pemimpin Muslim, namun yang paling penting diperhatikan adalah nilai-nilai 
islam yang diajarkan sehingga dianut oleh para pemimpin Islam Papua seperti itu 
barangkali yang terpenting untuk Muslim Papua hari ini untuk perkembangan 
kedepan sebagai elaborasi rekontruksi pemikiran dan sekaligus gerakan oleh 
generasi muda muslim sebaiknya diperhatikan sebgai gerakan "Ijtihad Politik 
Muslim Papua". 

Dalam rangka ini Sekjen Papua Merdeka (baca, PDP), Al-Mukarrom, Muhammad
 Thoha Al-HAmid, telah memulainya, adalah sebagai bukti bahwa Muslim Papua 
selalu terdepan dan orang yang selalu pertamakali yang tampil membela atas 
penindasan nasib dan masa depan Papua. Beliau dengan berani menyatakan serta 
tampil membela hak-hak asasi, demokrasi dari kolonialisme bangsa Indonesia atas 
bangsa Papua Barat. Demikian juga selalu dan dimana-mana para pemimpin Muslim 
bila di ganggu oleh orang bangsa asing.

Lalu kalau begitu mengapa dalam sejarah pemberontakan dinegeri-negeri jajahan 
hampir selalu dan selamanya muncul para pemimpin Muslim (sekalipun mereka 
minoritas) untuk membela rakyat mayoritas dan tanah air bangsanya untuk 
membebasakan diri dari hegemoni asing dan kolonialisme? Jawaban atas pertanyaan 
ini tidak lain, tidak bukan, tapi Islam jawabannya. Islam adalah agama 
pembebasan, Islam adalah agama kemerdekaan, karena Islam agama kemanusiaan atas 
kebiadaban, dan sifat kebinatangan manusia.

Islam hadir untuk memperbaiki kehidupan manusia,
 terutama akhlaq serakah, kerakusan, penindasan, hampir selalu dan dimana-mana 
Islam hadir tampil kedepan untuk membebaskan umat manusia. Demikian yang 
terjadi di Amerika Serikat Oleh Black Moslem, Elijah Muhammad, Malkom X, 
pemimpinnya Muhammad Ali, Petinju terkenal, atau Karim Abdul Jabbar, Pebasket 
terkenal dunia. Demikian juga yang terjadi di Timor-timor, bahwa Mari' 
Al-Katiri, seorang Putra Timor, yang masih berdarah Hadrol Maut (Yaman 
Selatan). Adalah tidak lain kecuali disemangati oleh nilai-nilai Islam yang 
terkandung didalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasul, yang diberi teladan oleh Nabi 
Muhammad SAW, sebagi sudi teladan, sebagai pemimpin politik di dunia yang 
sangat berhasil dikagumi oleh orang Barat dewasa ini sebagai satu-satunya 
pemimpin politik secara cemerlang menguasai separuh dunia.

Demikian juga yang terjadi dengan di Ethiopia (Habasya, Zaman Nabi Muhammad 
pernah Hijrah dinegeri ini), bahwa para pemimpin islam dinegeri itu tampil 
kedepan dinegeri
 mayoritas umat beragama Nasrani untuk membela kebebasan dan kemerdekaan. 
Demikian juga yang dilakukan oleh Syaikh Yusuf Al-Makassari di Afrika Selatan, 
(seorang ulama keturunan Sulawesi Selatan, di negeri orang kulit hitam dalam 
politik apartheid yaitu politik perbedaan antara kulit putih dari Eropa dan 
Orang Hitam Afrika). Demikian yang terjadi di India oleh para Mullah yang dapat 
kita saksikan.

Tapi pertanyaannya kembali bahwa mengapakah Para Pemimpin Muslim, berani dan 
lebih dulu tampil kedepan membela hak-hak rakyat dan tanah air bangsa manapun 
dan dinegeri apapun? Adalah suatu pertanyaan yang tidak banyak yang ingin 
ditelusuri oleh kalangan intelektual Papua dewasa ini. Maka itu dalam tulisan 
dengan judul; "Ijtihad Politik Muslim Papua" adalah salah satu usaha 
menjelaskan kepada para pejuang papua Merdeka dari umat penganut agama lain, 
disatu pihak dan para mahasiswa Papua sebagai pioneer dan motor yang memegang 
tongkat estafet kepemimpinan Papua Merdeka,
 dipihak lain ingin dijelasakan disini.

Sehingga selama ini misalnya, tanpa menjelaskan secara mendasar bahwa apologi 
orang Papua dengan mengatakan bahwa Islam dan Muslim Papua beda dari Indonesia. 
Maka inilah hakikat dari lansadannya dari argumenatasi pembelaannya itu, yang 
sesungguhnya bersumber tidak lain tapi dari nilai-nilai agama Islam sendiri, 
sebagai agama kelanjutan Yahudi, Kristen dari sumber dan sekaligus kakek para 
pendiri Agama besar dunia yang ditenggarai sebagai agama samawi yakni Baginda 
Nabi Ibrahim AS/Abaraham.

A. Landasan Teologis

1."Yaa Ayyuhannasu Inna Kholaqnakum Minzdakari Waunsta Waj'alnaakum syu'uubauw 
Waqobaa ila Liat'arofuu. Inna akromakum 'indallahi Atqookum. Innallaha' Aliimun 
Khobiir": 
   
  Terjemahan bebas; Artinya : "Wahai manusia sesungguhnya Kuciptakan kamu 
seorang laki-laki dan perempuan, dan Kujadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa 
bangsa agar saling kenal mengenal
 diantara kamu sekalian. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Alloh adalah 
orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Alloh paling mengetahui demikian itu".

2. "Laisal birro antuwalluu wujuhakum qibalal masyriqu walmaqhrib, walakinnal 
birro, antu'minu billahi walyaumil akhir, waaatalmaala 'alahubbihi dawil qurba 
wal yatamaa wakmasakiin wabnassabiil- Akhir".

Terjemahan bebas ;Artinya : "Bukanlah kebaikan itu engkau menghadapkan wajahmu 
kearah barat ataupun kearah timur, akan tetapi kebaikan itu adalah engkau 
beriman kepada Alloh dan percaya pada hari akhir (hari kiamat), dan memberikan 
harta benda kepada kepada oarang orang yang di cintai dari kerabat keluarga 
dekat, orang miskin, ibnu sabil ...(sampai dengan 7 asnab yang lain yang 
diwajibkan dalam kewajiban zakat dalam ajaran islam bagi muslim yang mampu)".

3. "Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya'budun".
   
  Terjemahan
 bebas;Artinya : Tidaklah Ku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribah 
kepada-Ku. 
   
  "Kullu mauludin yuuladu 'alal fitroh, fabawahu yuhawwidanihi, aw 
yunashironihi, aw yumajisaanihi". HR. Bukhori Muslim.

Terjemahan bebas; Artinya : "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci, maka 
yang menjadi ia sebagi sepanganut apapun nilai lain disebabkan oleh lingkungan 
dan keluarganya" . HR. Bukhori Muslim.

Wallahu'alam Bishowab

Suara Merdeka
Muslim Papua



 
      
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke