:: BERITA FOTO 25/12/2007. Suasana Barak
Kuning Cot Kilat, Desa Lamsidaya, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Menjelang
tiga tahun tsunami, masih ada 4.149 KK korban tsunami di Aceh masih bertahan di
barak pengungsian. (Hasbi Azhar)
DISCLAIMER
Situs ini dikelola oleh para wartawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja
Acehkita (Sepak) :: LINK SAHABAT
Berita
Rabu, 19 Desember 2007, 14:42 WIB
BIREUEN
LSM Gasak: 121 Rumah BRR Terbengkalai
Reporter : Zulhelmi
Bireuen, acehkita.com. Lembaga Swadaya Masyarakat Gabungan Solidaritas
Antikorupsi (Gasak) Bireuen melansir data 121 rumah bantuan Badan Rehabilitasi
dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias di Bireuen terbengkalai akibat ditelantarkan
kontraktor, CV Kuta Arun Lhokseumawe.
Koordinator Gasak Bireuen Mukhlis Munir mengatakan, rumah bantuan bagi korban
tsunami itu mulai dikerjakan pada Desember 2006. Namun memasuki bulan Maret
2007 rumah itu dibiarkan terbengkalai begitu saja. Kondisi rumah bantuan itu
baru 40 persen siap dibangun.
Kondisi rumah sekarang tidak layak pakai, sebab batu batanya sudah lapuk.
Secara teknis rumah itu harus dibongkar, sebelum dilanjutkan pembangunanya,
kata Mukhlis Munir Senin lalu.
Berdasarkan data yang dimiliki Gasak, rumah yang terlantar itu berada di Desa
Kreung Juli Barat (Kecamatan Kuala) sebanyak 35 unit, Desa Arongan (42 unit),
Desa Keudei Tambo (8 unit). Kedua desa itu terletak di Kecamatan Simpang
Mamplam.
Sementara di Kecamatan Plimbang, yaitu di Desa Krueng Plimbang (18 unit), dan
Desa Seuneubok Seumawe (6 unit). Sedangkan di Kecamatan Jeunib rumah terlantar
berada di Desa Blang Mee Timur (5 unit) dan Desa Matang Nibong (8 unit).
Ismail Gapi, 40 tahun, korban tsunami asa Desa Krueng Baro Plimbang,
menyesalkan tindakan kontraktor dan BRR yang telah menelantarkan pembangunan
rumah di desanya. Untuk itu, dia sangat berharap BRR melanjutkan kembali
pembangunan rumah agar warga korban tsunami segera bisa menempati rumah
permanen. [dzie]
[Kembali ke indeks]
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.