Refleksi: "Tak ada asap tanpa api", kata pepatah Melayu kuno. hehehhehe

http://www.bangkapos.com/berita/a1f6cd17f081f158b1d71d832cd2ad08/3746/baca/4/0/0/1/2007/Desember/29/0

Pelantikan Panglima TNI
Kalla Bantah Jawanisasi

edisi: Sabtu, 29 Desember 2007 

JAKARTA, BANGKA POS - Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis anggapan adanya 
jawanisasi dalam pemilihan para petinggi TNI yang menjadi Panglima, KSAD, KSAU 
yang baru.  Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Istana Wapres, Jumat (28/12) 
kemarin menyatakan,  dalam militer tidak ada istilah seperti itu. 



"Saya yakin, pilihan presiden tidak salah. Yang diangkat pastilah yang terbaik. 
Jika di politik bisa saja berfikiran seperti itu (jawanisasi) tapi di militer 
tidak begitu," ujar Kalla. 

Ditanya apakah Syafrie Samsoedin dijagokan sebelumnya untuk menempati posisi 
KSAD?" Saya tidak bisa menilai, itu sudah dipilih oleh presiden. "Orang Bugis 
pernah jadi Panglima. Dari Batak Pak Faisal Tandjung. Semua daerah hampir 
pernah dan selalu bergantian," kata  Jusuf  Kalla.

Kemarin, Presiden SBY resmi melantik Jenderal Djoko Santoso sebagai Panglima 
TNI, Letjen Agustadi Sasongko Purnomo sebagai KSAD dan Marsekal Madya Subandrio 
sebagai KSAU.

Anggota Komisi I dari FPDIP, Andreas Hugo Pariera menyatakan, terpilihnya KSAD 
yang baru  Letjen Agustadi Sasongko dan Marsekal Madya Subandrio sebagai KSAU,  
harus mampu mempercepat reformasi dan profesionalisme di tubuh kedua angkatan 
tersebut.

Andreas meminta, ini harus sejalan dengan komintmen Panglima TNI Jendral Djoko 
Santoso yang telah mencanangkan tekad tidak terlibat politik praktis.

"Para kepala staf yang baru terpilih terutama KSAD mempunyai wilayah jangkau 
teritori yang luas  dan notabene masih bersentuhan dengan masyarakat. 
Diharapkan  mempunyai komitmen yang sama, netral dan tidak menggunakan 
penguasaan teritori untuk mendukung individu maupun kekuatan politik," tegas 
Andreas.

"Termasuk, mendukung presiden yang masih menjabat, termasuk partainya dalam 
Pilkada, Pileg apalagi Pilpres. Harus konsentrasi pada pembinaan  dan 
pembangunan institusi  angkatan masing-masing demi keutuhan NKRI,"  urainya 
lagi. (Persda Network/yat)

Kirim email ke