Assalammualaikum manitaba wal huda. Tahun baru 2008 Masehi telahpun datang, beruntunglah sdr sdr yang tidak sempat mengucapkan selamat tahun baru dan sesalilah bagi mereka yg terlanjur mengucapkannya. Sudah sangat lazim di Indonesia dan di mana saja pada malam tanggal 1 januari 2008 masyarakat merayakan dengan hingar bingar tahun baru, tidak terkecuali masyarakat muslim sendiri.
Sungguh sungguh sangat disayangkan muslim sudah kehilangan jati dirinya, karena pengaruh dan upaya org org di luar Islam untuk meruntuhkan Islam dari dalam sendiri. Dimana banyak juga ulama dan orang orang "pintar" Islam yg tidak ambil perduli bahkan turut pula memberi "fatwa" "tidak apa apa". Kita mungkin atau sudah pernah membaca ayat Alqur'an yg maknannya : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela terhadap kamu (Muhammad) hingga kamu mengikuti agama mereka. (QS al- Baqarah [2]: 120). Ini adalah peringatan Allah swt agar kita berhati hati dengan cara cara mereka. Mereka akan menggunakan apa saja demi tujuan ini. Jika kita lalai maka akibatnya sangat sangat fatal. Berikut beberapa acara acara sudah sangat biasa dilingkungan kita bahkan mungkin kita pernah pula ikut serta merayakannya : 1. Tahun Baru Masehi (1 januari) Sejarahnya : Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.[1] Tak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ke-7 SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dikalkulasi sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau July. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Agustinus, menjadi bulan Agustus. 2. Valentin Sejarahnya : Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama Nashrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. 3. Halloween Sejarahnya : Halloween berasal dari kata Hallowe'en yang merupakan kependekan dari All Hallow's Eve (malam sebelum hari raya All Hallow) [1]. Hari raya agama Katolik bernama Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day) yang dirayakan 1 November pernah dikenal sebagai All Hallows' Day yang merupakan penyingkatan dari All Hallowed Souls. Dalam bahasa Inggris, kata Hallowed (holy) berarti Orang Kudus. Halloween berasal dari orang Celt di Irlandia, Britania dan Perancis sebagai tradisi paganisme perayaan musim panen. Di abad ke-19, orang Irlandia dan Skotlandia membawanya ke Amerika Utara. ---- Bagaimana sikap kita ...? Sebagai muslim hendaklah memberikan pengertian dan penjelasan dan baik dan hikmah kepada muslim yg lain dapat membedakan mana yang berasal dari Islam dan bukan. Dengan mengisi malam malam dan hari hari dimana perayaan itu berlangsung dengan kegiatan kegiatan ibadah akan mudah menghilangkan pengaruh pengaruh tersebut secara perlahan lahan, karena pada kenyataannya perayaan itu memang sangat sangat menyilaukan dan menarik perhatian semua orang. Hidupkan dan kenalkan kehidupan Islami sebagaimana contoh tauladan yaitu Rasulullah saw, dengan menghidupkan sunah sunah Nabi dimana saja, terutama dimulai dari rumah tiap tiap umat Islam. Dan jangan pula lupa untuk mengenali mana yg benar benar sunah Nabi dan yg bukan dengan cara belajar kepada para Ulama, karena mereka adalah warisan ambiya. Karena dalam Islam sendiri ada beberapa perayaan yg sebenarnya Rasulullah saw tidak pernah melakukannya, tetapi masyarakat Islam menjadi sangat biasa, bahkan bisa menjadi sesuatu yg sangat sangat disesali jika tidak melakukannya (baca:merayakannya). Contohnya Maulid Nabi (Merayakan kelahiran Nabi saw). Dalam agama lain (baca:Kristen) mereka merayakan hari kelahiran tuhannya (25 desember) yg dianggapnya sebagai hari kelahiran Yesus (Isa as), namun pada dasarnya adalah salah. Sejarah Perayaan Maulid: Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang dipelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al- Qoddah. Dia adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter, dia pura-pura masuk ke dalam Islam lalu pergi ke Silmiyah negeri Maroko. Kemudian dia mengaku sebagai keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini pun dipercaya dengan mudah oleh orang- orang di Maroko hingga dia memiliki kekuasaan. Ibnu Kholkhon4 4. Dia adalah Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Kholkhon, pengikut madzhab Syafi'i. Dia dilahirkan tahun 608 H. Seorang ahli sastra Arab dan penyair. Beliau meninggal pada tahun 681 H dan disemayamkan di Damaskus (Pent). berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun al-Qoddah : "Semua Ulama sepakat untuk mengingkari silsilah nasab keturunannya dan mereka semua mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya kepada Fatimiyyun adalah pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari Yahudi dari Silmiyah negeri Syam dari keturunan al-Qoddah. Ubeidillah binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya yang bernama al-Mu'iz bisa berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau Fatimiyyun ini bisa bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan oleh Sholahuddin al-Ayubi pada tahun 546 H." (Lihat Firoq Mu'ashiroh oleh DR Gholib Al-'Awajih 2/493-494.) Perlu diketahui bahwa kelompok Bathiniyah ini memiliki beberapa nama / sekte. Diantaranya : Nushairiyah, Duruz, Qoromithoh (Ubeidiyyin/Fathimiyyin), Ibahiyah, Isma'iliyah dll. Perlu diketahui bahwa Maimun al-Qoddah ini adalah pendiri madzhab/aliran Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Aqidah mereka sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan hal ini kecuali sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum muslimin, diantaranya : pada tahun 317 H ketika mereka telah sangat berkuasa dan bisa sampai ke Ka'bah mereka membunuh jama'ah haji yang sedang berthowaf pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram dan Ka'bah lautan darah di bawah kepemimpinan dedengkot mereka Abu Thohir al- Janaabi. Abu Thohir ketika pembantaian ini duduk di atas pintu Ka'bah menyaksikan pembunuhan terhadap kaum muslimin/jama'ah haji di Masjid Haram dan dibulan haram/suci. Dia mengatakan : "Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah yang menciptakan dan Akulah yang membinasakan" - Mahasuci Allah dari apa yang ia katakan -. Tidak ada seorang yang thowaf dan bergantung di Kiswah Ka'bah melainkan mereka bunuh satu persatu. Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam- zam. Dan mereka cungkil pintu Ka'bah dan mereka sobek kiswah Ka'bah serta mereka ambil hajar aswad dengan paksa. Pemimpin mereka (Abu Thohir) ketika melakukan hal tersebut dia mengatakan : "Dimana itu burung (Ababil), mana itu batu-batu yang (di buat melempar Abrahah)???" Mereka menyimpan hajar aswad di Mesir selama 22 tahun. (Lihat Bidayah wan Nihayah hal. 160-161 oleh Ibnu Katsir). Ini adalah gambaran singkat kekufuran Bathiniyyah "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu" (HR. Abu Daud, Ahmad dan "Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sedikit demi sedikit sampai seandainya mereka masuk kelubang biawak kalian juga akan mengikuti mereka."(HR. Bukhari dan Muslim). Semoga Allah swt selalu menunjuki kita jalan yg benar. Dan kita dapat menjalani anugerah Islam ini dengan murni. Wassalam
