Refleksi: Apakah ini reformarsi TNI yang dinanti-nantikan? Pintar dan licik SBY 
dan konco-konco melakukan reformasi. Patut dicatat bahwa sebelum diberikan 
lampau hijau  ngojeknya, masalahnya sudah hebat. Pada pihak lain ngojek dengan 
pistol dipinggang dan meriam dibelakang itu bisa dilihat dari sejarah tahun 
1950-an dengan sistem "katabeletje" yang dilakukan oleh opsir-opsir TNI yang 
menduduki PN-PN, apa yang terjadi dengan perekonomian Indonesia.  Kalau 
prajurit  boleh nyambi ngojek, lantas periwa boleh apa? Duduk berlipat tangan 
seperti Pak Harto di kursi roda? Bagi daerah-daerah yang hingga kini dirugikan 
oleh politik NKRI dan TNInya, kalau tidak  mau dimiskin-melarat dengan nyambi 
ngoyek TNI? Jangan ngantuk! Bangkitlah dan putuskan rantaci cengkraman 
penidasan sebelum kalian dikurburkan,dan bila tidak mau generasi mendatang 
bertanya mengapa kalian biarkan kita dirampok dan dimiskinmelaratkan? 


http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail&id=9786

Selasa, 01 Jan 2008,

Prajurit Boleh Nyambi Ngojek 

KSAD Jenderal Agustadi saat Serah Terima Jabatan 
JAKARTA - Para bintara dan tamtama TNI Angkatan Darat tak perlu risau lagi 
untuk melakukan pekerjaan sambilan. Kepala Staf Angkatan Darat Letjen Agustadi 
Sasongko Purnomo sudah memberikan lampu hijau. Izin itu diberikan karena 
pemerintah belum sepenuhnya bisa memenuhi kesejahteraan prajurit. 

"Sepanjang tidak mengganggu dinas, saya kira tidak ada masalah," ujar Agustadi 
usai acara serah terima jabatan KSAD di Markas Besar TNI Angkatan Darat, Jalan 
Veteran, Jakarta Pusat, kemarin. Hadir dalam acara itu; Menko Polhukam Widodo 
A.S., Ketua MPR Hidayat Nurwahid, mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto, 
Wiranto, Try Sutrisno, mantan KSAD Ryamizard Ryacudu, dan duta besar negara 
sahabat. Seluruh komandan satuan di jajaran TNI-AD juga hadir. 

Agustadi menceritakan, saat dirinya bertugas di Papua, banyak prajurit yang 
melakukan pekerjaan sambilan. Pada 2001, Agustadi pernah bertugas sebagai 
kepala staf Kodam XVIII/Trikora. "Anak-anak yang di bawah ada yang ngojek. Kita 
tahu itu untuk menambah kebutuhan mereka. Asal halal, itu boleh saja," kata 
mantan Sesmenko Polhukam itu. 

Meski dibolehkan, Agustadi berharap jumlah prajurit yang melakukan pekerjaan 
sambilan semakin berkurang. "Apalagi sekarang uang lauk pauknya sudah 
dinaikkan," ujar mantan Pangdam Jaya itu. 

Setelah dilantik, Agustadi segera menginspeksi pasukan di seluruh Indonesia. 
"Saya akan keliling ke titik terdepan, ke Sabang sampai Merauke," katanya. Dia 
juga berjanji akan meningkatkan profesionalisme prajurit. "Nanti akan ada 
kursus-kursus dan sekolah-sekolah untuk mereka," imbuhnya. 

Agustadi terkesan sangat hati-hati saat ditanya mengenai sikap TNI terhadap 
ideologi partai politik. Termasuk pertanyaan tentang kemungkinan bangkitnya 
neo-komunisme. "Yang jelas, kita sesuai komitmen saja. Kita tidak menghendaki 
ada ideologi lain selain Pancasila. Apabila ada yang ingin meniadakan ideologi 
Pancasila, tentu akan kita tindak," tegasnya. 

Netralitas TNI dalam pemilu juga menjadi komitmen KSAD baru tersebut. "Untuk 
pengamanan pemilu, nanti kita menunggu permintaan. Yang jelas, kita akan berada 
di ring tiga. Jadi, tidak di lokasi pencoblosan," jelas mantan anggota Fraksi 
ABRI DPR tahun 1997 itu. 

Inspektur upacara sertijab Marsekal Djoko Suyanto meminta seluruh program 
disusun secara cermat dan hati-hati. "Tajamkan skala prioritas untuk menghadapi 
tantangan yang semakin berat," tutur Djoko. 

Marsekal kelahiran Madiun itu juga berpamitan dan berterima kasih atas dukungan 
TNI Angkatan Darat. "Saya segera mengakhiri 37 tahun pengabdian saya di TNI. 
Tanpa dukungan yang tulus dari seluruh jajaran TNI-AD, saya tidak akan dapat 
melaksanakan tugas dengan baik," katanya. (rdl/tof

Kirim email ke