Omar Putéh menulis: 
   
  Moshi, Moshi, Arigatona! 
   
  Pertama sekali saya melihat nama email: "Hanakaru Hokagata" [EMAIL 
PROTECTED], maka saya pikir ini mungkin datangnya dari anak-anak Achèh di 
Jepang, begitu juga ketika melirik ke albirunny, yang inipun teringat saya 
mungkin yang punya email pernah berada di Alby, Norsborg, Swedia.  
   
  Ataupun dari kedua-duanyalah mungkin telah meninspirasikan pemilik email itu, 
untuk menggubah nama Hanakaru Hokagata, yang sekilas mirip ke-Jepang-annya dan 
albiruny mirip ke-Swedia-annya oleh Tuang "Hanakaru Hokagata" [EMAIL 
PROTECTED], ............haik!,  yang sekarang menulis: 
   
  Terlalu gampang utk jadi murtad ya. Hati2lah.
  Menurut yang saya ketahui, ANNO itu artinya TAHUN, bukan AKU/SAYA.
  Domini? Hom hai.
   
  Tuang Hanakaru Hokagata, tetapi juga janganlah lupa bahwa, kalau yang 
dimaksudkan al-birun-y itu sebagai untuk mengatakan nama kota tuang, tetapi 
musti kenak ikut juga dua ketentuan:
   
  (1). Bapak Gubernur Irwandi Yusuf, telah menganjurkan agar kurikulum 
pengajaran bahasa Achèh hendaklah dilaksanakan keseluruh sekolah-sekolah di 
Achèh dengan segera.  Sedangkan tulisan Tuang Hanakaru Hokagata untuk nama kota 
"birun" adalah salah, mengikut perobahan total yang telah dibuat oleh Bapak 
Bupati/KDH Drs Nurdin AR yang beliau telah meniadakan lagi sebutan atau tulisan 
perkataan keatas: (a) Biron, (2). Bireun, sejak beliau berpemerintahan, tetapi 
telah mendekritkan hanya dengan sebutan yang betul: Bireuen! 
   
  (2). Kalau Tuang Hanakaru Hokagata tidak mengubahnya mengikut acuan Bapak 
Bupati Nurdin AR, maka apa paka kata orang terhadap program bahasa Achèh 
keseluruh sekolah-sekolah di Achèh itu?  Tetapi kalau itu sebagai produk 
"seni", tidaklah mengapalah. Seperti Oelama dengan Ulama. 
   
  Karena Soekarno pun pakai oe-lama, dalam menuliskan namanya, sehingga dengan 
langsung atau tidak langsung, kemudiannya dia itu dibaca seperti sudah pernah 
mengejek ketika coba meng-eja-kan oelama (Achèh?), pakai air mata buayanya!
   
  Begitupun, masih untung juga, ketika itu Soekarno tidak pakai jarum 
gajah........................!
   
  Tuang Hanakaru Hokagata, seingat saya, kalau di tuliskan SM dalam bahasa 
Melayu berarti sebuah singkatan dari Sebelum Masehi sama seperti maksud BC.  
Jadi tidaklah diterjemahkan lagi dengan tambahan tahun sebelum masehi, tetpi 
cukuplah dengan "sebelum masehi" saja.
   
  Kalau hendak menyebutkan atau menuliskan maksud (kejadian)  tahun setelah 
masehi dalam bahasa Melayu, maka memadailah ditulislah dengan tulisan M saja 
ataupun boleh juga tampanya.  Karena kalau kita orang Islam telah senantiasa 
menuliskan tahun hijjriahnya dengan H., sebagai membedakan dengan tahun masehi.
   
  Dalam kebiasaan yang lain orang barat atau dalam laporan, terutama laporan: 
Accounting Report, selalu dituliskan dengan AD=Anno Domini, yang maksudnya 
suatu kejadian atau laporan itu dibuat dalam tahun sesudah masehi.
   
  Kesimpulannya SM=BC dan M=AD.  Dan tidaklah orang pernah menuliskan M=AD 
dengan AC!   Atau karena inipun mungkin kemudiannya sudah didominirkan oleh Air 
Conditioning?
   
  Nanti kalau Bapak Gubernur/KDH, Irwandi Yusuf  jadi memanggil juru audit 
international, untuk mengaudit seluruh penggunaan uang dana Tsunami yang 
billionan dolar Amerika itu, yang diguna-pakai oleh Tuang Kuntoro Mangunsbroto, 
agar dapat dilihat secara tembus baca (transparant), maka disana nantinya 
diatas laporan itu akan ditulislah:  Laporan dari tahun 2008 AD!
   
  [EMAIL PROTECTED]
   
  Norway
   

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke