Yang anda bilang itu benar Falevi Kirana. Tinggal lagi ketika anda bilang 
polisi bukan malaikat.  Disitu tersirat banyak kekeliruan.
  Pertama. Memangnya mana ada malaikat yang yang nampak dilihat di Dunia ini, 
konon pula polisi Indonesia yang brensek.
   
  Kedua, selogan tsb sering digunakan para koruptor Indonesia untuk membeladiri 
dimata masyarakat.
   
  Ketiga, Terkesan seolah-olah para Malaikat lebih tinggi derajatnya 
dibandingkan semua manusia. Yang namanya manusia sejati lebih tinggi derajatnya 
ketimbang para Malaikat walau yang mukarrabin sekalipun. Ketika para Malaikat 
bernegosiasi dengan Adam (baca manusia pertama), Adam unggul atas para 
Malaikat. Ini membuktikan benarnya dan memang pasti benar ketika Allah menjawab 
pertanyaan Para Malaikat mengapa Dia menjadikan Adam (Manusia) sebagai 
KhalifahNya. Ketika itu Allah menjawab:"Inni 'a'lamu ma lata'lamun"  (Aku 
mengetahui apa yang tidak kamu ketahui--QS 2 : 30)
   
  Setelah Malaikat tidak berdaya terhadap Adam, mereka berkata: . . . . . . . . 
. ." maha suci engkau ya Allah, kami tidak mengetahui kecuali apa yang telah 
Engkau ajarkan, sesungguhnya Engkau maha mengetahui lagi bijaksana" (QS. 2. 32)
   
  Lalu Allah berfirman:" Wahai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama 
benda-benda itu" Maka setelah diberitahukan kepada para Malaikat nama 
benda-benda itu, Allah berfirman:" Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa 
sesungguhnya Aku mengetahui rahasia Langit dan Bumi dan mengetahui apa yang 
kamu lahirkan serta apa yang kamu sembunyikan?"(QS. 2 : 33)
   
  Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, "Sujutlah kamu 
kepada Adam", maka sujutlah mereka semua kecuali Iblis. Ia enggan dan takabbur 
dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir (QS. 2 : 34)
   
  Ayat 34 al Baqarah ini membuktikan bahwa Manusia lebih tinggi derajatnya 
daripada Malaikat walau yang lebih dekat kepada Allah sekalipun. Tapi 
sebahagian manusia bukan saja derajatnya dibawah Malaikat tapi malah sama 
dengan Iblis atau Shaithan sebagaimana kita saksikan orang-orang yang 
bersatupadu dalam system Penjajah Indonesia, terutamasekali polisi dan tentara. 
Hal inilah yang kitasaksikan di dalam system Hindunesia. Mereka bersatupadu 
dalam system Dhalim tsb dan tidak pernah sadar kalau mereka itu sesungguhnya 
sesat walau MUI, Kiyai, Tgk Pesantren, Dosen di IAIN, Ketua partai Islam, Imam 
dan Khatib mesjid dan berbagai titel agama lainnya yang mereka sandang 
sekalipun. Mereka umpama orang-orang yang tidak menaiki bahtera Nabi Nuh tapi 
bahtera musuh nabi Nuh (Baca Indonesia)
   
  Apa yang saya nyatakan disini masih belum mampu dipahami oleh sebahagian 
orang disebabkan mereka melihat realitanya saja bahwa manusia tidak mampu 
melihat Malaikat. Mereka lupa kalau Syaitan atau Iblis juga tidak mampu dilihat 
oleh manusia. 
   
  Pembaca yang mulia. Yang paling penting untuk dipahami ketika kita berbicara 
wakil Tuhan di Bumi (Baca Manusia yang sesungguhnya) adalah Pertumpahan darah 
yang selalu berlansung di setiap pojok Planet Bumi ini. Benar apa yang 
dikhawatiri para Malaikat tinggallagi para Malaikat tidak memahami hakikatnya. 
Setelah kita baca Al Qur-an yang isinya sama dengan Alam Raya ini serta 
mempelajari sejarah Islam dimana disana kita menemukan para RasuL Imam-imam 
yang di utus Allah, baru kita mampu memahami hakikat tersebut. Pelakon Sejarah 
manusia pertama adalah  Qabil dan Habil. Mereka merupakan symbol permulaan 
sejarah Manusia. Nampaknya persis sebagaimana yang diprediksikan para Malaikat. 
 Qabil dengan teganya menumpahkan darah Habil (saudaranya sendiri) demi untuk 
memiliki Isteri yang dia sukai, nekat membunuh walau kelak dia masuk neraka dan 
kekal didalamnya sekalipun.. Qabil bukan saja merampas hak hidup Habil tapi 
juga mengklaim seluruh tanah yang dekat dan yang subur sebagai
 miliknya, padahal Allah tidak pernah memberikan tanah untuk dimiliki tapi 
hanya sekadar hak pakai, seperti sungai, laut dan gunung.  Jaman sekarang kita 
saksikan manusia model Qabil yang merampas hak hidup orang Acheh - Sumatra dan 
West Papua sebagaimana dilakukan polisi Indonesia terhadap Tgk Husaini dan 
masih banyak lagi contoh lainnya.
   
  Habil dirampas haknya oleh Qabil. Aplikasi tersebut tetap saja dilanjutkan 
setelah Qabil meninggal dunia dan bahkan berlanjut terus sampai hari ini 
sebagaimana kita saksikan di Acheh - Sumatar, West Papua dan komunitas manusia 
lainnya di hampir seluruh Dunia yang terampas haknya, hingga bernasip seperti 
Habil. 
   
  Wahai saudaraku bangsa Habil, bergegaslah untuk melawan keganasan 
"Qabil-qabil" moderen di jaman kita ini. Bergegaslah untuk menuntut darah 
Habil, apapun latar belakang agamamu, kita bersaudara sebagai saudara 
kemanusiaan, sementara musuh kita manusia Qabil yang datang dari Indonesia dan 
luar negeri adalah sesungguhnya Iblis yang menolak untuk sujut kepada Adam, 
neneknya kita (manusia pertama). Walau apapun latar belakang agamanya 
sesungguhnya mereka itu munafik atau penipu yang menggunakan agama sebagai 
kedok. Mereka sama denag mental Qabil yang bersedia menipu kita walau 
dimasukkan dalam neraka bersama Qabil nenek moyangnya dulu yang kontraversi 
dengan nenek moyangnya kita (baca Habil)
   
  Sesungguhnya perang antara pembela Habil dan manusia yang bermental Qabil 
senantiasa berlangsung sampai hari Qiamat, untuk apa?  Agar Allah memasukkan 
manusia-manusia Qabil dalam neraka dan manusia-manusia Habil dalam Surga. 
Justru iutulah para Rasul selalu berada di garis depan untuk membela kaum 
dhu'afa. Kalau kaum dhu'afa diabaikan seperti di West Papua dan Acheh - 
Sumatra, tak usah kita katakan saya orang-baik, saya khatib mesjid saya guru 
agama, saya ketua partai Islam, saya Dosen Islam saya kiyai, saya tungku, saya 
pendeta, rahib dan sebagainya adalah gombal.
   
    Billahi fi sabililhaq
  Muhammad Al Qubra
         di
  Ujung Dunia

Falevi Kirani <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
          saya pikir polisi harus jentelmen.. karan polisi, juga punya bisa 
melanggar dalam menjalankan tugas. karena polisi bukan malaikat... Jadi Pak 
Polisi Ngaku Aja kalo Tgk Husaini di menigal karena dianianya oleh polis.... jd 
polis haru ngaku aja ... bilang bahwa saya yang buat tgk Husaini meninggal.... 
gitu baru polisi sebagai penegak hukum.. 

saleum 

Anwar Ali <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
  Saya 100 persen meyakini bahwa makhluk bermental ganda itu telah menganianya 
Tgk Husaini sampai meninggal dunia. Saya juga menyesali kenapa pihak KPA tidak 
mengawasi setiap saudara kita yang ditahan oleh makhluk yang tidak bermoral 
itu, apalagi mereka (baca polis)i tidak membenarkan keluarga yang ditahan 
mengunjunginya walau sesaat.  Kekejaman aparat penguasa Hindunesia tidak pernah 
berhenti kecuali kita mampu memerangi mereka sampai Hindunesia itu gulung 
tikar. Kita bangsa-bangsa yang terjajah harus bersatu untuk memerangi mereka. 
Hanya itulah jalan satu-satunya atau kita tetap berada dalam bingkai penjajah 
yang akhirnya menjadi korban politik kejin "Devide Et Empere" madein belanda..  
   
  Sabtu, 12 Januari 2008, 02:57 WIB
KPA Curigai Penyebab Kematian Husaini
Reporter : Imran

  Lhokseumawe, acehkita.com. Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim 
bin Syamsuddin mengemukakan kecurigaannya terhadap penyebab kematian Husaini, 
mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang meninggal dalam status tahanan 
Kepolisian Resort Lhokseumawe. Dia menduga, Husaini meninggal akibat 
penganiayaan.   
  Ibrahim Syamsuddin mengaku menerima informasi dari masyarakat bahwa ada 
sejumlah bekas penyiksaan di tubuh Husaini (35), warga Desa Blang Jrat, 
Kecamatan Sawang. “Bila ini benar, polisi harus bertanggungjawab dna 
menjelaskan kenapa hal tersebut terjadi,” kata Ibrahim Syamsuddin dalam siaran 
berita yang dikirim kepada wartawan, Jumat (11/1).   
  Husaini meninggal dalam perawatan medis Rumah Sakit TNI AD Lhokseumawe. 
Dokter yang menangani tersangka kasus pembunuhan mantan anggota GAM Teungku 
Badruddin di Desa Pane Jaloh, Sawang, akhir Desember 2007 lalu itu, mengatakan, 
Husaini meninggal akibat sesak nafas dan penyakit paru-paru. Sebelum 
menghembuskan nafas terakhir, Husaini menjadi tahanan kepolisian atas dugaan 
terlibat dalam pembunuhan Teungku Badruddin. Dia ditangkap polisi dalam sebuah 
penggerebekan di Sawang beberapa waktu lalu.   
  Ibrahim Syamsuddin menyebutkan, jika pun Husaini bersalah polisi seharusnya 
memperlakukannya sesuai dengan proses hukum. Dia menyatakan keraguannya 
terhadap penyebab kematian Husaini. “Ini lagu lama yang didendangkan aparat 
saat masa perang dulu. Tidak masuk akal alasan polisi itu,” kata Ibrahim.   
  Polisi membantah kematian Husaini akibat penganiayaan. Dalam keterangan 
beberapa saat setelah kematian Husaini, Kapolres Lhokseumawe AKBP Zulkifli 
mengatakan, “Dia kita bawa (ke RS TNI AD) karena sakit. Sebelum kita tangkap 
dia memang dalam keadaan sakit sesak nafas,” kata Zulkifli usai membesuk 
korban. [dzie]   





  
  
---------------------------------
  
        Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.  


    
---------------------------------
  Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.   

                         



       
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke