----- Original Message ----- From: dewiahmad To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Thursday, January 24, 2008 12:27 PM Subject: [gender_initiative_Indonesia] Undangan:Keindonesiaan,Kesetaraan,Keislaman,Sabtu 9/02/2008
http://indonesianmuslim.com/upcoming-events Keindonesiaan, Kesetaraan, Keislaman Sabtu 9 Februari 2008 Undangan: Diskusi Kajian Negara dan Kesetaraan Jender dan Pemutaran Film Dokumenter yang dibuat langsung oleh Perempuan Aceh Tempat: ESG (Evangelische Studierende Gemeinde) Muenster Westfalen, Jerman. Peta: http://www.esg-muenster.de/esg/content/view/14/38/ Anfahrt: ESG, Breul 43, 48143 Münster. Dari Munster Hauptbahnhof naik Bus Nr. 15, 16, 5, atau 6. Turun di Tibusstrasse. Atau Kreuzschance. Hari/Tgl : Sabtu, 9 Februari 2008 Waktu: Pukul 12.00 sd 15.00 WET Biaya: Gratis (with finger foods and light beverages) Moderator: Fahmi Rizanul Amrullah (Mahasiswa di Universitat Stuttgart, dan Ketua PPI Jerman) Susunan Acara: 1. Pembukaan Pemutaran Film Dokumenter "Meuneunggui (Mode)" Durasi 10 menit Film pertama, berjudul Meuneunggui (Mode), menggambarkan penerapan syariat Islam di Aceh-yang dimulai dengan kewajiban berjilbab pada perempuan Aceh-yang telah menggairahkan dunia fashion, dengan maraknya pelbagai mode jilbab yang dipakai perempuan-perempuan di Aceh. Seiring dengan itu, marak pula praktik "sweeping" terhadap perempuan yang tidak memakai jilbab. 2. Dr. Oman Fathurahman (Posdoctoral Fellow Humboldt Stiftung, Dosen UIN Jakarta. Salah satu penulis dalam buku Ali Munhanif, Mutiara Terpendam: Perempuan dalam Literatur Islam Klasik -Jakarta: Gramedia, 2002-). "Kisah Perempuan dalam Naskah Islam Klasik" 3. Istirahat Pemutaran Film Dokumenter "Bungong (Bunga)" Durasi 10 menit Film kedua, Bungong (Bunga), menayangkan gambaran dan nasib yang penuh kontras antara perempuan dan laki-laki di Banda Aceh dalam kehidupan sehari-hari. Kaum ibu -dalam balutan busana muslimah- harus mengasuh anak, mencuci piring, menjaga rumah, sedangkan kaum laki-laki dengan santai menghabiskan waktu ngobrol di kedai kopi. Film ini juga menampilkan kesaksian seorang perempuan yang telah berjilbab tapi ternyata belum aman dari gangguan di jalan raya. 4. Nong Darol Mahmada (Indonesian Muslim Feminist) "Tinjauan Kritis Kedudukan Perempuan di Islam" 5. Teuku Reiza Yuanda (Mahasiswa Master di Universität Bremen, dan Kepala Bidang Kerjasama Antar Institusi - Komunitas Masyarakat Aceh se-Eropa) "Tinjauan Kritis Pelaksanaan Perda Syariah di Aceh" 6. Diskusi dua sesi Pemutaran Film Dokumenter "Bak Lon Kaloen (Kala Aku Melihat)" Durasi 10 menit Film ketiga, Bak Lon Kaloen (Kala Aku Melihat), berupaya menggali informasi dari Wilayatul Hisbah (Polisi Syariah): apa tugas mereka, apa prosedur-prosedur yang harus ditempuh, termasuk merazia perempuan yang tidak memakai jilbab. Koordinator Penyelenggara: Irawan Wisudhanto (PPI Münster), Hp: +49 176 62 06 91 05 Dewi Candraningrum (Münster), Hp: +49 176 26 26 60 23 Al Makin (Heidelberg), Hp +49 163 570 13 84 Mohamad Mova Al Afghani (Bremen), Hp: +49 151 181 25 617 Turut Mengundang: Perhimpunan Pelajar Indonesia Jerman (PPI Jerman) Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Jerman (PCIM Jerman) Perhimpunan Pelajar Indonesia Cabang Münster, Jerman (PPI Münster) Indonesian Muslim http://indonesianmuslim.com/ Suedostasien Informationsstelle (SOAI, Asienhaus) -------------------------------------------------------------------------------- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.10/1240 - Release Date: 1/23/2008 5:47 PM
