Harian Analisa
Edisi Rabu, 13 Februari 2008 

Salah Satu Korban Perkelahian TKI di Kuala Lumpur Meninggal di RS 

Kuala Lumpur, (Analisa) 

Salah satu TKI korban perkelahian massal di Pasar Seni dan Kota Raya, Kuala 
Lumpur, Minggu malam, meninggal dunia di rumah sakit Kuala Lumpur (HKL) setelah 
beberapa jam masuk ruang gawat darurat (emergency room). 

Kepala Penyidik Kriminal kantor polisi Kuala Lumpur Ku Chin Wah mengatakan TKI 
yang identitasnya belum jelas ini telah meninggal, Senin dinihari, akibat 
pendarahan yang parah akibat perkelahian massal antara TKI asal Jawa melawan 
TKI asal Aceh, demikian Harian Metro, Selasa. 

"Kami juga telah menahan lima laki-laki warga Indonesia bagi membantu 
siasatan(pemeriksaan, red) dan semua mereka ditahan hingga Jumat minggu ini 
untuk penyidikan lebih lanjut," kata Ku Chin Wah. 

"Kasus ini disidik mengikuti seksyen (pasal) 302 mengenai Kesiksaan karena 
kesalahan membunuh dan jika terbukti kesalahannya bisa dikenakan hukuman 
gantung," katanya. 

Beberapa media massa Malaysia sebelumnya memberitakan perkelahian massa sekitar 
50 orang antara TKI yang mengelompok dalam geng metal melawan warga Aceh di 
kawasan Pasar Seni, Kota Raya, dan kawasan terminal bus Pudu Raya, di Kuala 
Lumpur, Minggu malam sekitar jam 19.00. 

Mereka berkelahi secara massal dengan menggunakan batang besi dan kayu. Akibat 
perkelahian massal itu, lima orang mengalami luka parah, darah berceceran di 
kawasan tersebut, kemudian dilarikan ke RS Kuala Lumpur. 

Polisi Malaysia datang dan menahan lima pelaku perkelahian untuk disidik 
sedangkan sisanya berhasil melarikan diri. 

Menurut informasi dari kalangan TKI etnis Jawa dan beberapa warga Aceh, tiga 
hari sebelum perkelahian massal itu, ada desas-desus bahwa seorang TKI etnis 
Jawa telah ditikam oleh orang-orang Aceh. Hari minggu, TKI etnis Jawa mencoba 
melakukan sweeping terhadap orang-orang Aceh yang berakhir pada perkelahian 
massal. (Ant

Kirim email ke