http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.14.01103728&channel=2&mn=162&idx=162


300 Kepala Desa di NAD Terbang ke Jakarta

Tuntut Pembentukan Provinsi ALA ke Presiden, Mendagri, dan DPR
Jumat, 14 Maret 2008 | 01:10 WIB 
Medan, Kompas - Sebanyak 300-an kepala desa dari Kabupatan Bener Meriah dan 
Aceh Tengah secara bergelombang terbang ke Jakarta dari Bandar Udara Polonia, 
Medan, mulai Kamis (13/3). Rencananya, mereka akan meminta pemerintah pusat 
mempercepat pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara atau ALA.

"Kami akan ke DPR, Menteri Dalam Negeri, hingga Presiden," kata Anwar (55), 
Kepala Desa Jagong, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe 
Aceh Darussalam (NAD), di Medan, Sumatera Utara.

Sejumlah kepala desa yang akan berangkat ke Jakarta kemarin telah menempuh 
perjalanan 36 jam, dari Aceh Tengah, menggunakan 10 bus menuju ke salah satu 
rumah di Jalan Amaliun, Medan. Secara bergelombang, mulai kemarin hingga Sabtu, 
mereka terbang ke Jakarta.

Perjalanan darat dari Aceh Tengah sempat terhambat akibat satu bus terjungkal 
di Blankejeren. "Itulah bukti bahwa pembangunan sama sekali tidak merata. Jalan 
lintas provinsi rusak berat, berlubang-lubang seperti parit," tutur Usman, 
Kepala Desa Pantai Raya, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, kemarin 
di Medan.

Ke DPR

Menurut rencana, di Jakarta para kepala desa itu akan tinggal di sebuah rumah 
di kawasan Lebak Bulus. Pekan depan mereka akan ke Gedung DPR, meminta agar 
Provinsi ALA segera diwujudkan. "Kami juga akan membuat acara kesenian di 
Jakarta. Aksi kami sepenuhnya aksi damai," kata Anwar meyakinkan.

Usman menambahkan, usulan pembentukan provinsi baru itu bukan untuk memecah 
NAD, tetapi untuk mempercepat pembangunan. "Kami tahu bapak Gubernur (NAD) 
tidak setuju karena ekonomi masih amburadul. Namun, kami punya potensi alam dan 
manusia yang bisa mengelola potensi kami jika diberi kesempatan," katanya.

Sejumlah kepala desa dari NAD itu mengatakan, jika tidak ada kejelasan tentang 
pembentukan Provinsi ALA, mereka akan menyerahkan stempel dan lencana kepala 
desa ke pemerintah pusat. "Kalau baju seragam, tidak saya serahkan karena saya 
beli sendiri. Lencana sebenarnya juga saya beli, tetapi akan kami serahkan ke 
pemerintah," kata Anwar.

Hari ini dan besok rencananya akan terbang pula ke Jakarta sejumlah kepala desa 
dari beberapa daerah, antara lain dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Singkil, 
Gayo Luwes, dan Kota Subulussalam.

Kirim email ke