Refleksi: Masyaallooh! Untuk beli minyak goreng dibutuhkan dua menteri, apakah 
tidak sebagusnya presiden dan wakli presiden juga ikut serta supaya ramai? 
Dibutuhkan keramaian girang gembira bagi masyarakat berkesusahan, tetapi 
rupanya bumi ini  salah jurusan rotasinya buat NKRI. Siapa bisa meluruskan dan 
apakah bisa diluruskan rotasinya?

http://www.antara.co.id/arc/2008/3/25/dua-menteri-layani-pembelian-minyak-goreng-murah/

25/03/08 15:13

Dua Menteri Layani Pembelian Minyak Goreng Murah


Jombang (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Menteri 
Pertanian Anton Apriyantono melayani pembelian minyak goreng murah oleh 
kalangan keluarga miskin di Desa Tebel, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, 
Jatim, Selasa.

"Ini sangat luar biasa, bayangkan dua menteri sekaligus melayani pembelian 
minyak goreng murah," kata Anton Apriyantono di sela-sela melayani keluarga 
miskin yang membeli minyak goreng kemasan dengan harga murah itu.

Kedua menteri itu pun tampak kewalahan saat melayani permintaan sekitar 2.500 
keluarga miskin yang berkumpul di halaman Balaidesa Tebel.

"Kalau bisa uang pas saja Bu," kata Mari Pangestu saat memberikan uang 
kembalian kepada seorang perempuan tua yang sudah telanjur membayar dengan uang 
pecahan Rp20.000.

Minyak goreng yang dijual dalam operasi pasar murah di Desa Tebel saat itu 
merupakan minyak goreng kemasan, bukan minyak goreng curah seperti di daerah 
lain.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Jombang, 
M Ja`far Jazuri, minyak goreng kemasan yang dijual dalam operasi pasar murah di 
Desa Tebel itu berasal dari produsen minyak goreng asal Medan, PT Wilmar.

"Kami mendapatkan suplai ini sebanyak 9.000 liter, masing-masing keluarga 
miskin mendapatkan jatah dua liter dengan harga beli sebesar Rp9.000 per 
liter," katanya.

Sedang untuk program subsidi minyak goreng, Kabupaten Jombang mendapatkan jatah 
1,13 juta liter minyak goreng curah untuk 53.000 keluarga miskin selama enam 
bulan. Dalam program ini setiap keluarga miskin mendapatkan jatah dua liter 
dengan subsidi sebesar Rp2.500 per liter.

"Untuk tahap pertama ini, kami mendapatkan 209.000 liter. Selanjutnya jatah 
akan diberikan secara bertahap melalui Pemprov Jatim," katanya sambil 
menambahkan, harga minyak goreng curah saat ini berkisar antara Rp12.000 sampai 
13.000 per liter.

Sementara itu Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, subsidi minyak 
goreng sudah dilakukan di sejumlah daerah, diantaranya di Daerah Istimewa 
Jogyakarta dan Sumatera Barat. Sedang di Jawa Timur, pertama kali dilakukan di 
Jombang.

Dia berharap, harga eceran minyak goreng di daerah tetap stabil, meskipun ada 
subsidi dari pemerintah. "Memang kecenderungan harga minyak goreng terus naik. 
Maunya sih turun, tapi harga emas malah tinggi," katanya.(*)

COPYRIGHT © 2008

Kirim email ke