----- Original Message ----- From: winwannur To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, March 24, 2008 6:46 AM Subject: [pantau-komunitas] Pernyataan menolak Provinsi ALA
Kami adalah kumpulan dari pemuda dan pemudi Gayo yang merasa sangat prihatin dengan perkembangan politik di tanoh Gayo belakangan ini, dimana suara kami orang Gayo dibajak oleh segelintir politikus Gayo yang mulai terancam kehilangan kekuasaan yang selama ini mereka nikmati dengan mengorbankan kepentingan kami Rakyat Gayo dengan berbagai kebijakan yang hanya menguntungkan kelompok mereka. Para politikus yang ingin mempertahankan status quo-nya ini, demi ambisinya dengan licik membuat rencana pendirian sebuah propinsi 'ondel-ondel' bernama ALA. Demi mewujudkan ambisi busuknya tersebut para politikus status quo ini dengan mengesampingkan hati nurani menipu para orang tua kami di Tanoh Gayo dengan mencekoki mereka dengan berbagai doktrin dan propaganda palsu yang mengatakan bahwa pendirian ALA ini adalah demi kemaslahatan dan kebaikan Gayo, padahal faktanya sama sekali bertolak belakang dengan propaganda mereka, para avonturir politik ini bahkan tidak peduli kalau AKSES dari ambisi sesaat mereka telah mengakibatkan darah saudara-saudara kami sesama ORANG GAYO tertumpah seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Para orang tua kami di Gayo yang polos, jujur dan lugu serta merta percaya dengan 'bualan' orang-orang ALA ini, sikap orang tua kami tersebut tidak bisa kami salahkan, karena memang para orang tua kami di tanoh Gayo tidak punya informasi pembanding yang bisa menggambarkan betapa palsunya ALA. Tapi sebagai pemuda Gayo yang lebih terdidik dan lebih punya akses terhadap informasi dibandingkan orang tua kami yang berdiam di Tanoh Gayo, kami bisa melihat dengan jelas kalau ALA tidak lebih hanyalah sebuah alat untuk melampiaskan syahwat politik para politikus status quo yang mulai ternacam kehilangn pengaruh ini, sekaligus untuk menutupi dosa-dosa politik kelompok mereka yang sudah begitu besar terhadap kami orang Gayo. Sebagai bukti bahwa ALA ini sama sekali tidak bertujuan untuk memberi kebaikan bagi orang Gayo kami saksikan beberapa waktu yang lalu, ketika gerombolan ALA ini mengumpulkan para kepala desa dari berbagai wilayah di tanoh Gayo berangkat ke Jakarta untuk melobi para pembuat kebijakan di sana. Saat melakukan Lobi yang dipimpin oleh Iwan Gayo, penulis BUKU PINTAR yang SAMA SEKALI TIDAK PINTAR, dalam misinya tersebut untuk menunjukkan identitas mereka, para kepala desa yang katanya berasal dari Tanoh Gayo ini mengenakan BLANGKON yang sama sekali bukanlah ciri budaya kami GAYO. Para kepala desa yang dipimpin Iwan Gayo seperti dikutip oleh banyak media dengan lantang mengatakan bahwa penduduk calon provinsi ALA yang satu juta jiwa adalah MAYORITAS SUKU JAWA, karena itulah mereka ingin mendirikan propinsi sendiri, sama sekali tidak disebut soal GAYO. Berdasarkan fakta tersebut orang waras manapun yang masih bisa berpikir sehat bisa melihat dengan jelas kepentingan suku mana yang sebenarnya ingin diakomodir oleh calon propinsi ini. Memperhatikan kejadian di atas, kami menyimpulkan bahwa ide pendirian propinsi ALA ini adalah gabungan antara kepentingan jangka sangat pendek para politikus status quo dengan kepentingan para pendukung NEO KOLONIALISME yang berencana untuk meminggirkan kami orang Gayo dari tanah kami sendiri dengan tujuan akhir menjadikan Tanoh Gayo sebagai LAMPUNG kedua, sehingga nantinya sebagaimana halnya penduduk asli Lampung yang menjadi ORANG ASING DI TANAH SENDIRI akibat dominasi suku pendatang yang dari seberang yang kebetulan juga adalah suku pendatang yang sama seperti yang mendominasi ALA, kamipun ORANG GAYO nantinya akan menjadi orang asing di tanah kami sendiri. Sejarah menunjukkan bahwa Gayo hancur selalu disebabkan oleh orang gayo sendiri, oleh kebijakan yang tidak bijak dari para pemimpin yang berpikiran pendek, untuk lebih jelas silahkan mencermati beberapa fakta sejarah berikut. Tahun 1946 : Bupati pertama Aceh Tengah ABDUL WAHAB, putra dari REJE GUNUNG terakhir bersama dengan TENGKU ABDUL JALIL pimpinan Yayasan pendidikan Islam secara bersama-sama mendeklarasikan untuk MENGUBURKAN EDET GAYO dari kehidupan sehari-hari orang Gayo, yang berhasil dengan sukses dan berakibat tiga generasi orang Gayo kelahiran tahun 1946 sampai hari ini kehilangan pegangan dan rasa intim atas identitas ke-GAYO-annya. Tahun 1985 : Bupati M.BENI BANTA CUT, memerintahkan untuk membongkar kuburan Belanda yang merupakan simbol perjuangan orang Gayo untuk pelebaran SD Negeri 1 Takengon, akibatnya anak-anak Gayo yang lahir sesudah tahun itu sama sekali tidak lagi dapat merasakan betapa heroiknya Muyang Datu mereka dulu menentang kolonialisme, akibat lanjutan dari kebijakan dari seorang pemimpin yang hanya bisa berpikir dalam jangka sangat pendek ini adalah ABSEN-nya semangat untuk menolak KOLONIALISME dari jiwa orang GAYO. Tahun 2008 : IWAN GAYO didukung oleh pemimpin Gayo mutkahir, mulai dari SUKUR KOBAT ketua DPRD ACEH TENGAH sampai M.TAGORE, Bupati Bener Meriah mebawa delegasi kepala desa se Tanoh gayo dengan memakai BLANGKON berdelegasi ke DPR-RI untuk menuntut mendirikan provinsi ALA. Berdasarkan fakta di atas, kami sebagai pemuda-pemudi Gayo yang merasa bertanggung jawab untuk menyelamatkan TANOH GAYO warisan dari muyang datu kami, kami tidak mau pemimpin kami yang sekarang yang lagi-lagi BERPIKIRAN PENDEK kembali mengulang sejarah, mengikuti para pemimpin Gayo pendahulu mereka yang telah SUKSES BESAR membuat Gayo menjadi suku pinggiran dengan identitas yang tidak jelas seperti sekarang, sampai sebegitu tidak diperhitungkannya Gayo sampai-sampai warisan budaya kamipun seperti KERAWANG dan SAMAN dengan tidak malu-malu diklaim sebagai milik dari suku yang lebih besar di daerah kami. Kami sebagai pemuda Gayo PEWARIS SAH ADAT DAN BUDAYA GAYO merasa berkewajiban menjaga amanat nenek moyang kami untuk memastikan kelestarian adat dan budaya GAYO, sebagai bentuk tanggung jawab kami terhadap warisan Tanah, Adat dan Budaya yang akan kami wariskan kepada anak cucu kami nanti, tidak ada satu produk hukum atau institusi apapun di dunia yang berhak melarang kami untuk melestarikan warisan adat dan budaya kami, bahkan PBB sekalipun tidak berhak apalagi institusi DPR-RI di Jakarta sana. Kami suku Gayo berhak EKSIS meskipun jumlah suku kami sangat-sangat kecil dibandingkan jumlah suku asli penghuni pulau Jawa yang sebegitu banyaknya sampai harus mengekspor orang-orangnya untuk membuat KOLONI BARU di daerah lain. Berdasarkan fakta di atas, kami dari Forum Pemuda Peduli Gayo (FPPG), mengajak semua pemuda Gayo untuk berdiri merapatkan barisan untuk menolak ALA, mari kita sadarkan orang-orang tua kita dari bahayanya 'bisa' yang disebarkan oleh mulut manis orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mari kita jaga dan pelihara baik-baik MANAT NI MUYANG DATU NTE. Anda yang merasa sebagai pemuda dan pemudi Gayo dan merasa punya kepedulian terhadap Gayo, inilah saatnya anda BICARA karena jika saat ini anda diam itu berarti anda setuju dengan klaim-klaim ALA, tindakan anda hari ini akan menentukan GAYO seperti apa yang didapati oleh anak cucu kita nanti. Kepada saudara-saudara kami dari suku Jawa yang telah turun temurun hidup damai di tanoh Gayo tanpa pernah kami ganggu , kami mohon agar menghormati kami sebagai pendukuk ASLI pemilik sah TANOH GAYO, janganlah sidulur-sidulurku wong jawi mau dimanfaatkan sebagai BEMPER oleh gerombolan avonturir politik demi kepentingan sesaat mereka, kami tahu persis karakter asli sidulur-sidulur Jawiku yang kemanapun pergi selalu menghormati adat dan budaya penduduk asli di tempat yang sidulur-sidulurku datangi. Mari kita hindarkan TANOH GAYO yang sama-sama kita cintai ini dari pertumpahan darah, sama seperti kami, sidulur-sidulurku wong Jawi pun tentunya tidak ingin tragedi kemnusiaan seperti di Sampit yang terjadi akibat sikap pendatang yang tidak mau menghargai bahkan menekan penduduk asli terulang di TANOH GAYO. Forum Pemuda Peduli Gayo Win Wan Nur Ketua -------------------------------------------------------------------------------- No virus found in this incoming message. Checked by AVG. Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.21.8/1340 - Release Date: 3/23/2008 6:50 PM
