http://jawapos.com:80/index.php?act=detail_c&id=342262

Senin, 19 Mei 2008,



Terperosok Jadi Bangsa Kuli


Ketua Koalisi Anti-Utang Serukan Merdeka dari Utang 
JAKARTA - Setiap memperingati Kebangkitan Nasional -tiap 20 Mei-, banyak elemen 
bangsa ini yang terus menggugat kemandirian negerinya. 

Kali ini pun sama saja. Menjelang peringatan seabad Kebangkitan Nasional besok, 
kritik terus terlontar terhadap melemahnya semangat kebangsaan dan pudarnya 
kemandirian, terutama jerat utang luar negeri yang ibarat terus mencekik leher. 

"Penjajahan lewat utang dan modal asing telah membuat bangsa ini menjadi bangsa 
kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa," ujar Ketua Koalisi Anti-Utang (KAU) 
Dani Setiawan di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Jalan Jenderal Gatot 
Subroto, kemarin (18/5).

Menurut dia, praktik penjajahan terus berlangsung melalui denasionalisasi 
ekonomi. Apalagi, utang luar negeri di Indonesia per 2007 mencapai USD 136,640 
miliar. Setiap tahun, rata-rata 40 persen APBN dihabiskan untuk membayar 
cicilan pokok dan bunga utang luar negeri itu.

Kondisi tersebut membuat anggaran negara gagal menjalankan fungsinya sebagai 
instrumen pemenuhan kebutuhan hak dasar rakyat seperti pendidikan dan 
kesehatan. "Tragisnya, demi menjamin kelangsungan pembayaran cicilan utang, 
pemerintah sampai hati merancang agenda pemiskinan rakyat dengan mengurangi 
alokasi subsidi hingga 0,3 persen secara bertahap sampai 2009," katanya 
mengkritik. 

Sementara itu, struktur perekonomian nasional sudah takluk di bawah dominasi 
korporasi asing. Dani mencontohkan, penguasaan korporasi asing mencapai 85,4 
persen konsesi pertambangan migas, 70 persen kepemilikan saham di Bursa Efek 
Jakarta, dan lebih dari separo kepemilikan perbankan di Indonesia. "Bahkan, 
sekitar 85,4 persen dari 137 konsesi pengelolaan lapangan migas di Indonesia 
masih dikuasai korporasi asing," ungkapnya.

Beban utang luar negeri dan dominasi modal asing, kata dia, akan terus 
menghantui perekonomian Indonesia pada masa mendatang. "Kecuali, pemerintah 
berani menegosiasikan penghapusan utang," tegasnya.

Sejumlah aktivis turut hadir dalam acara yang digagas KAU. Di antaranya, 
Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, mantan Direktur Eksekutif Walhi 
Chalid Muhammad, Ketua Forum Umat Islam Mashadi, Ketua Federasi Serikat Petani 
Indonesia Henry Saragih, dan Koordinator Aliansi Buruh Menggugat Anwar Maruf.

Selain mendeklarasikan gerakan merdeka dari utang, acara itu sekaligus 
merupakan serah terima kepengurusan KAU yang sebelumnya dijabat Kusfiardi untuk 
periode 2004-2008 kepada Dani Setiawan untuk periode 2008-2012. (pri/mk)


Kirim email ke