Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
 
 
Kami dari Bansa Acheh di pengasingan mengecam keras atas terjadinya kekerasan 
di Beutoeng, dengan terjadinya kekerasan di Beutoeng berarti telah terbukti 
belum ada satu jaminan keamanan dan kedamaian di Acheh, berarti pemerintah 
Acheh belum berhasil menekan kekerasan yang di lalkukan oleh kelompok-kelompok 
yang tidak bertanggung jawab yang masih gencar berkeliaran di Acheh.
 
Setiap ada pergantian pejabat Militer di Acheh selalau ada kekerasan yang 
terjadi di Acheh,  setiap ada pejabat militer yang mengunjungi Acheh selalu 
terjadi kekerasan terhadap masyarakat sipil yang di lakukan oleh militer atau 
Polri.
 
Kami menghibau kepada juru bicara KPA, saudara KBS jangan mudah menuduh 
kriminalitas yang terjadi di Acheh, yang terjadi di Acheh adalah perjuangan 
baru yang di lakukan oleh ex kombatan GAM yang tidak sependapat dengan kelompok 
kecil yang saudara pimpin sekarang ini.
 
Lahir nya MoU di Helsinki berati telah hilangnya kata-kata kemerdekaan untuk 
Acheh yang telah lama Bansa Acheh perjuangkan, inilah masalah yang 
harus saudara KPA selesaikan dengan ex kombatan GAM yang tersebar di seluruh 
Acheh.
 
Kami mengharap kepada pemerintahan Acheh dan petinggi KPA supaya merunding lagi 
masalah Acheh dengan seluruh Bansa Acheh yang ada di Nanggroe Acheh, sebelum 
lahir nya masalah-masalah baru lagi di Acheh.
 
Perundingan di Helsinki bukan mewakili Bansa Acheh keseleruhnya tapi mewakili 
kelompok kecil yang di pimpin oleh Malek Mahmud yang tidak ada kaitannya dengan 
perjuang 4 desember 1976 dan perundingan di Helsinki tidak di libatkan pimpinan 
tertinggi Tgk Muhammad Hasan Di Tiro. berarti perundingan di Helsinki cacat 
hukum.Terima kasih.
 
22 Juli 2008 Bansa Acheh di Pengasingan
 
 
T. Musa
 
 
.


      Start at the new Yahoo!7 for a better online experience. www.yahoo7.com.au

Kirim email ke