Harian Komentar
10 September 2008
Alasan Bupati Aceh Besar Mundur, Masih Misterius
Jakarta, KOMENTAR
Penyebab mundurnya Buchari Daud dari jabatannya se-laku Bupati Aceh Besar masih
belum jelas dan misterius. Karena itu, pemerintah pusat berencana meminta
penjelasan Pemprop NAD tentang hal itu. "Beliau (Buchari) telah menyatakan
mundur dengan alsan yang belum jelas. Besok sore saya akan bertemu dengan Wagub
Aceh untuk menanyakan tentang hal ini," kata Menteri Dalam Negeri Mardi-yanto
usai bertemu dengan Presiden SBY di Istana, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta,
Selasa (09/09).
Mardiyanto menambahkan, siapa pun berhak mundur dari jabatannya. Namun hal itu
harus dilakukan dengan alasan yang jelas. "Kalau alasannya karena
ketidakmampuan ya wajib kita dorong agar mampu. Makanya besok sore (hari ini,
red) saya akan bertemu dengan Wagub NAD," ungkap mantan Gubernur Jawa Tengah
ini.
Buchari mengundurkan diri dari jabatannya selaku Bupati Aceh Besar pada Jumat 5
September. Buchari mundur secara mendadak dan dengan alasan yang masih belum
diketahui. Sejak pengunduran dirinya, Buchari sulit ditemui. Disebut-sebut
Buchari tidak tahan dengan tekanan berbagai pihak terkait kepemimpinannya.
Sebuah sumber mengatakan, Buchari kerap menangis jika menghadapi tekanan
politis. Hal lainnya, Bupati Buchari ditenagari diteror kelompok tertentu.
Namun sejauh ini, belum ada konfirmasi dari Bupati Buchari sendiri.(dtc/zal)