Jawa Pos Sabtu, 13 September 2008 ] Ngamuk, Bantai 3 Santri Peserta Ritual Agama di Aceh Diduga Stres
BIREUEN - Kekhidmatan Ramadan di Arongan, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, terusik pembunuhan di Pondok Pesantren Dayah Sa'adatun Daraini Jumat pagi (12/9). Diduga stres, seorang santri mengamuk dan membantai tiga santri lainnya hingga tewas. Korban tewas adalah Zulkarnaen, 25, warga Desa Papuen, Kecamatan Laweung, Aceh Pidie; M. Daud Hasyim, 45, warga Desa Bale, Kecamatan Simpang Mamplam; dan Husein Badai, 60, warga Desa Meunasah Lueng, Kecamatan Jeunib. Amuk pelaku, Abdullah Daud, itu juga melukai empat santri lainnya. Pembunuhan tersebut berlangsung di tengah ritual keagamaan yang disebut Suluk Naqsya'bandiah dengan peserta sekitar 800 orang dari berbagai wilayah di Aceh Darussalam. Suluk itu mulai dilakukan sejak awal Ramadan. Kejadiannya berawal ketika para peserta bergotong royong dalam Jumat bersih mulai pukul 07.30 kemarin. Saat itu, pelaku bercengkerama dengan sembilan rekan sebiliknya. Setelah gotong royong, para peserta bersiap salat Duha. Saat itulah, Abdullah mendekati Husein Badai yang sedang mengambil air wudu. Tanpa alasan jelas, dia langsung menikam dada Husein beberapa kali. Korban berusaha kabur. Namun, baru beberapa meter, dia terjungkal dan roboh bersimbah darah. Seperti kerasukan setan, tersangka mencari korban lain. Yang menjadi korban berikutnya adalah Zulkarnaen yang kebetulan berada di dekatnya. Sebagaimana kepada Husein, tersangka langsung menusuk korban. Zulkarnaen juga berusaha mencari pertolongan. Namun, dia keburu roboh dengan tubuh bersimbah darah dan tak lagi bernyawa. Abdullah terus mencari korban. Tak menemukan orang di dekatnya, dia masuk ke dalam bilik. Mereka yang tahu kejadian tersebut berusaha menenangkan pelaku dengan mengepung bilik itu. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Pelaku terus melawan. Bahkan, Daud Hasyim yang ikut berusaha menenangkan Abdullah menjadi korban ketiga. Dia tewas dengan luka menganga akibat terkena sabetan pisau Abdullah. Beberapa santri lain yang berusaha menenangkan pelaku juga terkena sabetan pisaunya hingga mengalami luka cukup parah. Keempat korban luka itu adalah Idris, 80; Rahman, 55; Fadhlun Risal, 26; dan Nurdin Jalil, 57. Aksi Abdullah itu berhenti ketika petugas dari Mapolsek Samalangan datang ke lokasi dan meringkusnya. Selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti berupa dua bilah pisau, korek gas, sejumlah pisau silet, tasbih, dan uang tunai Rp 3 ribu. Kapolres Bireuen AKBP T. Saladin membenarkan adanya kejadian tersebut.(bah/jpnn/ruk
