http://www.ranesi.nl/dokumentasi/aceh/pemimpingamkeaceh
Pemimpin GAM Bertolak ke Indonesia
03-10-2008
Pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tengku Hasan di Tiro berangkat dari
istananya di Swedia menuju Aceh. Wali Negara Aceh Sumatra ini akan mampir di
Malaysia beberapa hari untuk berjumpa dengan masyarakat asal Aceh di negeri
jiran itu. Apakah tokoh Aceh yang sudah menjadi warganegara Swedia ini akan
menetap di kawasan yang sempat lama dicabik konlik itu? Ikutilah penjelasan
Tarmizi Age dari World Acehnese Association kepada Radio Nederland.
Tarmizi Age[TA]: "Yang dikenal dengan wali negara Aceh-Sumatera merdeka, Tengku
Hasan Muhammad di Tiro, sudah dipastikan hari ini akan berangkat pulang ke
tanah kelahirannya Aceh-Sumatera tempat beliau pernah deklarasikan Aceh
merdeka. Hari ini (Jumat 03/10) beliau berangakat dari istananya di Swedia pada
jam. 09.00 waktu Swedia dan diperkirakan akan tiba di Malaysia pada 06.30
petang waktu Swedia."
Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: "Terus langsung berangkat ke Indonesia, ke
Aceh setelah di Malaysia?"
TA: "Beliau direncanakan akan berada di Malaysia dalam beberapa hari, untuk
bertemu dengan masyarakat Aceh di Malaysia. Dan selepas itu beliau bersama
pendamping kemungkinan besar dari Eropa akan bersama beliau menuju ke Aceh ya."
RNW: "Kenapa dia perlu tim pendamping dari Eropa itu?"
TA: "Ya, karena berdasarkan Memorandum Of Understanding juga terlibat Eropa
dalam menjaga keberlangsungan proses perdamaian Aceh. Saya kira perlu ada
kebersamaan Eropa dengan GAM kemudian juga pemerintah Indonesia."
Kampung
RNW: "Ini rencananya dia mau pulang habis atau kembali lagi ke Swedia?"
TA: "Mungkin hanya beberapa pekan di sana atau beberapa minggu kemudian beliau
akan kembali lagi ke Swedia. Di sana beliau akan berada di Kota Raja atau
dikenal sekarang dengan Banda Aceh, kemudian beliau mungkin akan ke Tiro."
RNW: "Tiro itu kampungnya ya?"
TA: "Kampung halamannya ya, kemudian di sana masyarakat Aceh, saya dapat banyak
sms atau banyak tilpon dari Aceh, masyarakat Aceh sedang sangat-sangat menanti
kepulangan beliau ya."
RNW: "Jadi kalau gitu kenapa dia tidak pulang langsung saja, tidak balik lagi
ke Swedia?"
TA: "Saya pikir untuk saat ini masih ada perlu satu kekuatan yang lebih baik
dalam proses perdamaian. Sebab saat ini dilihat ada semacam sedikit hal-hal
yang mengganggu proses perdamaian seperti kriminalitas di Aceh dan lain
sebagainya."
Klik untuk dengar
kan wawancara
Buyar
RNW: "Kriminalitas bagaimana itu maksud Anda?"
TA: "Seperti misalnya ada gangguan-gangguan keamanan terhadap proses-proses
perdamaian ya. Jadi kita daripada World Acehnese Association atau Persatuan
Masyarakat Aceh Sedunia, kita berharap tidak ada orang-orang atau pihak-pihak
atau elemen-elemen yang bekerja untuk merusak perdamaian."
"Jika ada orang atau pun elemen atau pun komponen baik yang legal maupun yang
ilegal, yang bekerja merusakkan perdamaian, perdamaian ini akan buyar. Dan
sangat sulit untuk kita miliki perdamaian yang kedua kali."
"Maka kita berharap dari pihak-pihak baik yang legal maupun yang ilegal, untuk
tidak bekerja merusak perdamaian. Pertama tidak hanya dimulut tapi di lapangan
juga harus dilaksanakan. Atau diimplemantasinya sehingga tidak ada gangguan
apa-apa, termasuk dengan kepulangan pemimpin yang dikenal dengan Wali negara
Aceh Sumatera."
Tidak hari ini
RNW: "Tapi wali negara ini pulangnya ke Aceh itu, berarti mengakui
kewarganegaraan Indonesia atau bagaimana?"
TA: "Dia warga negara Swedia."
RNW: "Tapi apakah Anda tahu bahwa dia kalau seandainya perdamaian itu sudah
betul-betul berjalan baik, dia akan pulang habis dan akan menjadi warga negara
Indonesia dalam hal ini, dan sebagai orang Aceh tentu saja?"
TA: "Saya pikir itu tidak dapat dipastikan hari ini. Dan saya tidak bisa
menjawabnya. Itu terserah kepada beliau sendiri, dan hari ini belum ada
pembicaraan ke arah itu."
Demikian Tarmizi Age dari World Acehnese Association kepada Radio Nederland.
Kata Kunci: aceh, hasan di tiro
11869519
Description: Binary data
12885887
Description: Binary data
