http://www.kompas.com/read/xml/2008/10/08/20400014/tni.anggap.hasan.tiro.sebagai.wisatawan.asing
TNI Anggap Hasan Tiro Sebagai Wisatawan Asing HO/MUZAKKIR A HAMID/Serambi Indonesia Hasan Tiro berpose sebelum acara berbuka puasa bersama di Stockholm, Swedia, Rabu (24/9), waktu setempat. / Artikel Terkait: a.. Jusuf Kalla Batal Temui Hasan Tiro b.. Hasan Tiro Datang, Polri Siapkan Pengamanan c.. Hamid Awaluddin Kunjungi Hasan Tiro d.. KPA: Kepulangan Hasan Tiro Tanpa Agenda Politik e.. Tak Ada Agenda Pemerintah Bertemu Hasan Tiro Rabu, 8 Oktober 2008 | 20:40 WIB JAKARTA, RABU - Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen menyatakan rencana kedatangan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro ke Banda Aceh, dianggap tidak jauh berbeda dengan kedatangan wisatawan asing biasa. Hal itu disampaikan Sagom, sesaat sebelum mengikuti diskusi terbatas yang digelar lembaga penelitian Institute of Defense and Security Studies (IODAS) di Jakarta, Rabu (8/10). "Tidak ada sesuatu hal yang harus menjadi perhatian khusus bagi TNI karena kedatangannya sama dengan kunjungan wisatawan asing lain ke Indonesia. Sepanjang bagaimana prosedur kunjungan wisatawan asing ke negara lain itu terpenuhi, ya sudah," ujar Sagom. Soal bagaimana kedatangan Hasan Tiro itu kemudian akan berpengaruh pada masyarakat di Aceh, Sagom meminta pertanyaan tentang itu diajukan saja ke masyarakat Aceh dan para mantan anggota GAM di sana. Institusinya tidak dalam posisi menilai seperti itu. Namun begitu tambah Sagom, pihak TNI tetap akan memperhatikan sejumlah pemikiran dan bahkan kekhawatiran terkait semua perkembangan yang terjadi di wilayah itu pasca Perjanjian Helsinki. Lebih lanjut Sagom menyatakan, TNI tetap akan meningkatkan kewaspadaan apalagi dengan adanya kunjungan tersebut. TNI tetap menjaga kewaspadaan dalam kondisi dan situasi apa pun. Hal itu dilakukan karena TNI, tambah Sagom, tidak ingin kehadiran wisatawan asing tadi akan berdampak memperberat tugas TNI di masa mendatang terutama terkait upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI. "Kami tetap akan memantau di lapangan, terutama terkait kinerja kepolisian lantaran urusan keamanan kan titik beratnya di mereka (Polri). Namun kalau ditanya apakah yang khawatir cuma TNI, saya rasa tidak juga," tambah Sagom.
<<021158p.JPG>>
