----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED] 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, October 11, 2008 3:48 AM
Subject: [pantau-komunitas] Hasan Tiro Akan Orasi di Masjid Raya


Serambi Indonesia 10/10/2008 08:30:49

Hasan Tiro Akan Orasi di Masjid Raya

* Delegasi Disambut Azan
* 1.125 Polisi Dikerahkan

BANDA ACEH - Kerinduan Dr Tgk Hasan Muhmmad Ditiro (83) bertemu rakyat
Aceh sepertinya makin tak terbendung. Setiba di Banda Aceh, pendiri
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu dijadwalkan akan menyampaikan pidato
singkat. Pesan dan tausiah itu akan disampaikan di Masjid Raya
Baiturrahman, di hadapan massa. "Di sini masyarakat Aceh bisa melihat
langsung eksistensi Wali yang berdiri bersama Tgk Malik Mahmud dan Abu
Sanusi, eks pejuang GAM angkatan 1976. Selain Wali, pidato yang sama juga
akan disampaikan seorang ulama Aceh, Abu Tumin," kata sekretaris panitia
penyambutan, Adnan Beuransyah kepada para wartawan di Media Center Dinas
Infokom, Kamis sore.

Sementara itu, hingga kemarin massa dari berbagai penjuru Aceh terus
berdatangan ke Banda Aceh menggunakan berbagai jenis kendaraan.
Diperkirakan, kepulangan Hasan Tiro yang kalangan GAM menyebutnya "Wali",
akan disambut jutaan rakyat Aceh yang ingin menyaksikan langsung
kedatangannya.

Dalam keterangan persnya, Adnan Beuransah didampingi Asisten II Setda
Aceh, Teuku Said Mustafa mewakili pemerintah Aceh. Hadir pula Kepala
Dishubkomintel, Yuwaldi Away, Kabid Perhubungan Darat, Aulia Amri, Kabid
Perhubungan Udara, Bustamam, dan General Manager PT Angkasa Pura, H
Safrizal.

Menurut Adnan, Tgk Hasan Tiro bersama delegasi yang diperkirakan mencapai
seratusan orang itu dipastikan tiba di Aceh melalui Bandara Internasional
Sultan Iskandar Muda (SIM) pukul 10.30 WIB, Sabtu besok (11/10).
Kepulanganya kali ini --setelah 29 tahun hidup di luar negeri-- akan
disambut dengan upacara adat.

Prosesi penyambutan delegasi di-setting dengan sangat bersahaja. Kumandang
azan menjadi awal pembuka prosesi penyambutan ketika pertama kali Hasan
Tiro menjejakkan kakinya di Bumi Aceh. Di bandara delegasi disambut Wakil
Gubenur Aceh, Muhammad Nazar, bersama penjemput lainnya. Sedangkan
Gubernur Irwandi tidak ikut menyambut, karena berada bersama rombongan
Wali.

Setelah turun dari pesawat yang membawanya, Hasan Tiro berhenti sejenak.
Dua perempuan, Tgk Nyak Puteh dan Tgk Nyak Asma, keduanya keluarga dekat
Dr Hasan Tiro akan menaburi beras padi (sepreu breuh pade) kepada Hasan
Tiro dan rombongan. Prosesi adat itu dimaksudkan untuk memuliakan tamu
yang datang ke Aceh dari jauh.

Hasan Tiro juga akan dikalungi bunga kehormatan oleh Pocut Sariwati, istri
almarhum mantan juru runding GAM, Tgk Muhammad Usman Lampoh Awe. Setelah
itu, rombongan disambut suara seurune kalee. Seluruh delegasi selanjutnya
akan dijemput dengan belasan mobil dan bus yang dizinkan masuk ke dalam
area landasan bandara. Dari sini, rombongan menuju ke Pendapa Gubernur
(Meuligoe Aceh) dan di-peusijuek (ditepungtawari) oleh Ketua Majelis Adat
Aceh (MAA), Badruzzaman Ismail MHum.

Menurut Adnan, kegiatan Wali selanjutnya adalah makan siang bersama
jajaran dan instansi pemerintah. Setelah shalat zuhur, petinggi GAM itu
menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk bertemu dengan masyarakat Aceh dan
menyampaikan orasi/pidato singkat. Sebelumnya, Wali bersama sejumlah
petinggi GAM lainnya akan di-peusijuek di Masjid Raya Baiturrahman.

Selain Hasan Tiro, dua orang lainnya, yakni Malik Mahmud dan ulama
kharismatik Aceh, Abu Tumin, juga dijadwalkan menyampaikan pidato singkat
kepada masyarakat Aceh.

Di Masjid Raya Baiturrahman, penyanyi kondang Aceh, Rafly, akan
melantunkan beberapa syair untuk menghibur undangan dan massa yang hadir.

Malam harinya, kata Adnan, rombongan disuguhi berbagai tarian Aceh di
Pendapa Gubernur. Adapun penyambutan Wali pada hari pertama diserahkan
sepenuhnya kepada tim protokoler pemerintah. Sedangkan pada hari kedua,
kegiatan Hasan Tiro tidak lagi ditangani sepenuhnya pemerintah.

Dalam lawatannya ke Aceh ini, kata Adnan, Hasan Tiro akan berada di tanah
kelahirannya itu selama dua pekan. "Untuk agenda Wali selanjutnya kami
belum banyak tahu, karena belum mendapat informasi dari protokoler KPA,"
katanya.

Meski demikian, kata dia, pada hari kedua, kegiatan Wali akan dirangkai
dengan sejumlah agenda. Antara lain, Wali bersama delegasi berkunjung ke
situs tsunami di kawasan Ulee Lheue, termasuk Kapal PLTD Apung di Punge
Blang Cut, dan museum tsunami yang sedang dibangun di kawasan Blower,
Banda Aceh.

"Beliau ingin menyaksikan langsung kondisi Aceh pascatsunami. Selanjutnya,
rombongan akan berziarah ke Makam Pahlawan Nasional, Tgk Chik Ditiro, di
kawasan Indrapuri, Aceh Besar dan kembali ke Pendapa Gubernur," jelasnya.

Hari-hari berikutnya Wali akan berkunjung ke Pidie untuk berziarah ke
sejumlah makam keluarganya. "Wali juga akan melakukan pertemuan dengan
ulama dan tokoh Aceh ketika masih berada di Banda Aceh," beber Adnan yang
mantan wartawan.

Dikawal 400 personel

Adnan Beuransyah menyebutkan, setiba di Bandara, Hasan Tiro bersama
delegasi langsung mendapat pengawalan dari anggota KPA. Mereka akan
disebar di tiga titik, di mana petinggi GAM itu melakukan kegiatannya.
Seperti setiba di Banda Aceh, menuju ke Pendapa, dan ketika berada di
Masjid Raya Baiturrahman.

Semua pengawal itu mencapai 400 orang. Sebanyak 100 orang di antaranya
memakai pakaian seragam safari hitam dengan Id Card khusus. Sedangkan 300
personel lainnya memakai pakaian biasa. "Kita sudah koordinasikan dengan
polisi agar tidak terjadi benturan di lapangan," kata Adnan.

Dia sebutkan, para pengawal ini tidak berpindah akan posisi. Mereka tetap
berada di lokasi sesuai tugas masing-masing.

Kepala Dinas Hubkomintel, Yuwaldi Haway mengatakan, segala hal berkaitan
dengan kepulangan Hasan Tiro sudah dikoordinasikan dengan jajarannya.
Termasuk dalam hal kelancaran rombongan dalam melakukan kegiatan baik
lewat jalur udara maupun darat.

Dia sebutkan, untuk mengantisipasi adanya massa dalam jumlah besar,
pihaknya juga menyediakan layanan liputan langsung dari Masjid Raya
Baiturrahman melalui tiga stasiun stasiun penyiaran. Yakni, TVRI Aceh,
Aceh-TV, dan RRI Banda Aceh. "Jadi, masyarakat juga bisa melihat langsung
lewat siaran TV di rumah," katanya.

Para rombongan, kata Yuwaldi, juga tidak diperiksa paspor mereka di
bandara demi kelancaran kegiatan. Terlebih delegasi yang datang dalam
jumlah banyak. "Kita sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi. Paspor
akan dilihat setelah berada di dalam bus," katanya.

Dalam keterangan pers kepada wartawan di tempat yang sama, Asisten II
Setda Aceh, Teuku Said Mustafa, mengatakan pihaknya selama satu hari
kegiatan wali di Banda Aceh ditangai tim protokoler pemerintah. Terkait
adanya isu kedatangan Wapres Jusuf Kalla, pihaknya membenarkan bahwa
memang ada rencana Wapres datang ke Aceh. "Ada keinginan itu. Kami tahu
informasi dari Jakarta," katanya.

Bahkan, kata dia, sempat beredar informasi agar Pemerintah Aceh diminta
mengkoordinasikan jadwal kedatangan Wali dengan kunjungan Wapres ke Aceh.
Namun, karena berbagai kesibukan, kata Said, rencana kedatangan Wapres
ditunda. "Bukan hanya jadwal kunjungan ke Aceh. Tapi juga kunjungan ke
daerah lain juga ditunda," katanya. "Kalau memang rencana itu jadi, maka
kami akan segara melakukan persiapan," tambahnya.

1.125 polisi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Farid Ahmad, mengungkapkan
bahwa 1.125 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan kepulangan Tgk
Hasan Tiro, besok. Terdiri atas Brimob, intel, dan tim Samapta Polda Aceh.

Farid mengatakan, jumlah personel yang dikerahkan itu sesuai dengan hasil
rapat khusus di Mapolda Aceh, Rabu (8/10).

Menurut dia, karena Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs H Rismawan MM sedang
bertugas di Jakarta, maka rapat persiapan kepulangan Hasan Tiro dipimpin
Wakapolda Aceh, Brigjen Fajar Prihantoro. Sedangkan Kapoltabes Banda Aceh,
KBP Drs Ilsaruddin, Kadis Dinas Perhubungan, serta wakil dari dinas dan
lembaga terkait ikut hadir dalam rapat itu.

"Dari jumlah personel tersebut, 400 di antaranya anggota Poltabes Banda
Aceh. Sedangkan untuk pengawasan jika Tgk Hasan Tiro pulang ke Pidie, kami
menyiapkan 275 personel dari Polres Sigli," jawabnya kepada Serambi
kemarin.

Ditanya di mana saja dan bagaimana bentuk pengawasan yang akan dilakukan
polisi, Farid tak merincinya. Ia mengatakan pihaknya hingga kemarin belum
menerima laporan tertulis tentang agenda kepulangan Hasan Tiro. "Yang
pasti kami siap mengawasi Tgk Hasan Tiro selama di Aceh, walaupun nanti
ada penambahan pasukan jika dibutuhkan," ujarnya.

Menurut dia, jumlah anggota polisi yang dikerahkan hanya sebatas
mencocokkan dengan agenda Tgk Hasan Tiro selama di Aceh berdasarkan
laporan lisan pihak KPA serta Pemerintah Aceh, selaku sponsor kepulangan
sang Wali.

"Pemda sudah membicarakan kepulangan Hasan Tiro pada kami. Sekarang
tinggal menunggu surat izin kepulangan beliau dari Imigrasi Aceh,"
demikian Farid. (sar/sal)



 

Kirim email ke