----- Original Message ----- From: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, October 11, 2008 3:54 AM Subject: [pantau-komunitas] Jangan Teriakkan Kata 'Merdeka'
Serambi Edisi: 10/10/2008 08:46:40 Adnan Beuransyah: Jangan Teriakkan Kata 'Merdeka' * Ruas Jalan Ditutup BANDA ACEH - Juru Bicara Panitia Kedatangan Hasan Tiro dari pihak Komite Peralihan Aceh (KPA), Drs Adnan Beuransyah, mengharapkan massa yang mulai ramai mengalir ke Banda Aceh menyongsong ketibaan Tgk Hasan Tiro, hendaknya tidak melakukan tindakan yang bisa memicu persoalan, seperti meneriakkan slogan kata "merdeka". Karena terbawa emosi, kata Adnan, kata itu bisa saja terucap. "Nah, karena itu, sejak awal kita wanti-wanti, jangan sampai diucapkan, apalagi diteriakkan. Kita tidak ingin terjadi yang seperti itu. Karena, kepulangan Wali adalah dalam rangka perdamaian Aceh. Jadi, kami sangat berharap agar massa bisa memahaminya," kata Adnan kepada wartawan di Media Center Dinas Infokom, Kamis (9/10) sore. Diakuinya, sejak kemarin pagi masyarakat Aceh maupun anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dilaporkan mulai bergerak menuju Banda Aceh. Sebagian dari anggota KPA dari berbagai daerah malah sudah tiba di Banda Aceh. Menurut Adnan, dari laporan yang ia terima kemarin, massa dari berbagai wilayah di Aceh juga telah bersiap-siap menuju ke Banda Aceh. "Laporan yang kami terima massa malah sudah mulai bergerak ke Banda Aceh. Diperkirakan akan ada jutaan orang," katanya. Karena jumlah massa yang besar itu, pihaknya meminta agar massa tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ketertiban umum serta tidak menujukkan sikap anarkis selama acara berlangsung. Salah satunya, itu tadi, jangan meneriakkan kata "merdeka". Kepada seluruh panglima sagoe wilayah dia minta untuk mengondisikan dan mengendalikan massa dari daerahnya masing-masing. Menurut Adnan, massa yang datang ke Banda Aceh akan ditempatkan di tiga titik lokasi. Yakni, Kompleks Taman Budaya, Kompleks PKA (Taman Ratu Safiatuddin), dan Kopelma Darussalam. Massa juga tidak diizinkan bergerak ke Masjid Raya sebelum hari "H", karena dikhawatirkan mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum. Ruas jalan ditutup Sementara itu, beberapa ruas jalan yang dilalui oleh delagasi Hasan Tiro akan ditutup. Menurut Kabid Perhubungan Darat Dishubkomintel Provinsi Aceh, Aulia Amri, ada dua ruas jalan yang tidak bisa dilewati masyarakat, karena akan dilalui oleh rombongan. Yakni, Jalan T Mudawali (depan rumah dinas Wagub) dan Jalan T Cut Ali (belakang Masjid Raya Baiturrahman). Kedua jalur ini akan dilalui delegasi yang bertolak dari pendapa menuju Masjid Raya, tempat acara puncak digelar. "Tapi kedua jalur ini akan dibuka kembali setelah rombongan tiba di Masjid Raya Baiturrahman," katanya. Sedangkan masyarakat yang datang ke Masjid Raya, pihaknya menyediakan area parkir di kawasan eks gedung Geunta Plaza dan di depan Balai Kota. Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura, H Safrizal mengatakan, segala sesuatu hal yang berkaitan dengan prosesi penyambutan di bandara telah dilakukan secara matang. Termasuk mengantisipasi terjadinya ada jadwal penerbangan yang sama dengan jadwal ketibaan rombongan, terutama penerbangan lewat jalur domestik. Mengenai hal ini, kata dia, pihak bandara sudah melakukan koordinasi agar tidak ada pesawat yang mendarat secara bersamaan di Bandara SIM sebelum pesawat rombongan Hasan Tiro tiba. Pihak KPA, kata dia, juga sudah meminta izin untuk memarkirkan belasan mobil dan bus dalam area bandara untuk transportasi rombongan menuju Pendapa Gubernur. Dia juga menyebutkan, bagi masyarakat yang ingin melihat kedatangan rombongan diharapkan tidak mamaksakan dirinya, apalagi mendekat ke area batas penerbangan. "Sebab, kondisi bandara saat ini sedang mengalami perbaikan," katanya. (sar)
