http://www.waspada.co.id/Berita/ACEH/Hasan-Tiro-ingatkan-3-hal-penting-MoU-Helsinky.html


      Hasan Tiro ingatkan 3 hal penting MoU Helsinky        
      Sunday, 12 October 2008 17:29 WIB  


WASPADA ONLINE

BANDA ACEH - Mantan pimpinan tertinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Tgk Hasan 
Tiro (83) dalam amanatnya yang dibacakan mantan perdana menteri Malek Mahmud 
meningatkan tiga hal penting yang terdapat di dalam kesepakatan damai MoU 
Helsinki.

"Ada tiga point penting yang harus dijalankan oleh seluruh kompenen baik yang 
berada di Aceh maupun di luar Aceh," katanya di Banda Aceh, Sabtu.

Dihadapan puluhan ribu warga yang memadati halaman masjid raya Baiturahman, ia 
menyebutkan tiga point penting itu adalah mantan pejuang Aceh tidak ada lagi 
dipanggil dengan sebutan sparatis.

Kedua, akibat konflik berkepanjangan kemudian bencana gempa dan tsunami serta 
lahirnya MoU Helsinki, Aceh telah menjadi perhatian dunia sehingga harus 
dibantu demi kepentingan rakyat Aceh untuk bangkit dari segala kehancuran dan 
ketertinggalan di semua bidang.

Terakhir, Aceh akan mendapatkan kebebasan dalam bentuk hak-hak sipil, politik 
dan mengenai hak-hak ekonomi, sosial dan budaya sebagaimana tercantum di dalam 
Konvenan Internasional Perserikatan Bangsa-bangsa, di mana proses tersebut, 
dijalankan melalui proses demokrasi, adil dan bermartabat. Sebagai imbalan, 
Pemerintah Pusat mempunyai hak-hak tersendiri yang telah diatur di dalam MoU 
Helsinki.

Dihadapan massa yang meneriakan shalawat badar, deklarator GAM itu juga 
mengucapkan terima kasih kepada pihak pimpinan Urusan Luar Negeri dan Keamanan 
Uni Eropa, Javier Solana, mantan Ketua Tim Misi Monitoring Aceh, Pieter 
Cornelis Feith atas keberhasilan memantau pelaksanaan MoU Helsinki di Aceh.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mantan Presiden Martti Ahtisaari, 
mantan Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan, pemerintah Amerika Serikat, Jepang, 
Swiss, Swedia, Norwegia dan lainnya yang telah berusaha keras membantu mencari 
jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik Aceh secara damai.

"Teristimewa saya sangat berterima kasih kepada pihak Pemerintah Republik 
Indonesia yang tetap komitmen dengan isi MoU Helsinki dan saya menghargai 
kebijaksanaan serta yang telah dilakukan Bapak Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono dan Wakil Presiden Bapak Yusuf Kalla untuk merintis jalan 
penyelesaian konflik yang berkepanjangan di Aceh," katanya.

Tgk Hasan Tiro juga menyerukan warga Aceh untuk tetap memelihara dan menjaga 
perdamaian yang menyeluruh dan jangan berusaha untuk menghancurkan perdamaian 
yang telah dicapai dengan susah payah.

"Kalau masih ada pihak-pihak yang menentang dan tidak menyetujui MoU Helsinki 
ini, maka di sini, saya menyerukan untuk kembali dan bersatu dengan rakyat Aceh 
yang sekarang sedang memelihara dan menikmati kedamaian dan kebebasan yang 
menyeluruh di bumi Aceh," demikian Tgk Hasan Tiro

<<pdf_button.png>>

<<printButton.png>>

<<emailButton.png>>

Kirim email ke