PHAM KEULAI NARIT HASAN TIRO
 
http://www.youtube.com/watch?v=8KnbK-ajC5A
http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow
http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
http://www.youtube.com/watch?v=7VJ8SAKwaSE&feature=related
http://www.youtube.com/watch?v=o9jkid85Lio
http://www.youtube.com/watch?v=pyLVib0ySYA
http://www.youtube.com/watch?v=8KnbK-ajC5A
 
 
MUDAH SAJA.....TULIS DAN BACASENDIRI
ATAS NAMA WALI
 
Tgk.Chik Ditiro sebelumnya menyurati pihak Belanda pada
tahun 1885 dan menyatakan bahwa " Perdamaian baru tercapai
jika Belanda mau memeluk agama Islam."
Gubernur Jenderal Van Teijn menjawab dan menolak ajakan
Tgk.Chik Ditiro, karena " Kerajaan Belanda tidak melakukan
perang Agama di Aceh".
 
 
Pangtibang Malik dan Tgk.chik Zaini trubue + ustad kaméng landôk
(Zakir hamid) menerima surat dari Pemerintah Jawa di Jakarta
isinya bahwa "Perdamaian baru tercapai jika Tgk.Hasan di Tiro
mau masuk kedalam NKRI.
Panglima Jenderal Muzakkir manaf menerima ajakan RI, karena
"Kerajaan Aceh tidak melakukan lagi perang dengan RI, kami
hanya ingin hidup yang aman dengan memiliki Isteri sebanyak
mungkin.
 
Sehingga Hasan tiro selalu menjawab  Yes.!!!!!.... mulai dari Swedia
sampai ke aceh, sedangkan yang dibaca oleh Malik didepan Mesjid
Baiturrahman itu adalah Amanat Partai Aceh yang ditulis oleh
orang2 yang suka menjadi "LAMIET JAWA" menjilat pantat Mbak 
sepanjang hayat.
 
 
 
 
 
http://www.serambinews.com/old/index.php
 
13/10/2008 09:09 WIB
Hasan Tiro Ziarahi Tiga Makam
* Juga Kunjungi Situs Tsunami 
[ rubrik: Serambi | topik: Tokoh Aceh ]
BANDA ACEH - Pada hari kedua kunjungannya ke Aceh, Minggu (12/10) kemarin, Dr 
Tgk Hasan Tiro menziarahi tiga makam tokoh Aceh pada abad lampau. Yakni, makam 
Sultan Iskandar Muda, makam Syiah Kuala (Abdurrauf Al-Singkily), dan makam 
kakek buyut Hasan Tiro sendiri, yakni Tgk Chik Ditiro Muhammad Saman. Di antara 
ketiga tokoh itu, hanya Tgk Syiah Kuala yang belum dinobatkan menjadi pahlawan 
nasional, meski sudah diusulkan Dinas Sosial Provinsi Aceh tahun lalu.Dalam 
prosesi ziarah kemarin, sang Deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu 
mengenakan jas dan sepatu hitam, serta kemeja biru dipadu dengan dasi merah 
plus kacamata agak gelap. Ia diapit Tgk Malik Mahmud, dr Zaini Abdullah, 
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, serta puluhan petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) 
Pusat.
Namun, di dalam rombongan tidak terlihat Ketua KPA Pusat, Muzakkir Manaf, 
kecuali Wakil Ketua KPA, Abu Razak yang dengan setia mengawal Tgk Hasan Tiro 
sejak di dalam mobil. Selain Abu Razak dan sopir, pendamping lainnya di dalam 
mobil Land Rover BK 20 SD itu adalah Tgk Malik Mahmud. 
Hasan Tiro yang duduk di bangku belakang sebelah kiri mobil, membuka sendiri 
kaca mobil, lalu melambaikan tangan kanannya berkali-kali ke arah wartawan yang 
meliput dari dekat kunjungan ziarahnya, yang diawali ke makam Sultan Iskandar 
Muda. 
Makam itu berada di Kompleks Baperis, sebelah kanan Pendapa Gubernur (Meuligoe 
Aceh). Tepat pukul 10.50 WIB, Hasan Tiro yang menginap di kamar utama pendapa, 
tempat biasanya Presiden RI atau tamu kehormatan lainnya menginap, ke luar 
kamar diiringi Malik Mahmud cs. Dari kamar ke beranda pendapa, Tgk Hasan Tiro 
berjalan cepat di bawah pengawalan ketat lima anggota tim pengapit yang 
kabarnya bekas kombatan GAM jebolan Libya. 
Dari beranda, Hasan Tiro melangkah menuju mobil yang sudah sejak pagi stand by 
di halaman kediaman resmi Gubernur Aceh itu. Ke luar dari pendapa, mobil 
berbelok ke arah kanan, Kompleks Baperis. Di lokasi inilah Sultan Aceh yang 
paling sohor pada abad 17, Iskandar Muda, dimakamkan dan sudah dinobatkan 
sebagai pahlawan nasional. 
Hasan Tiro lagi-lagi berjalan sendiri sejauh sekitar 50 meter dari tempat mobil 
diparkir ke makam yang artistik itu. Ia tetap diapit Malik dan Zaini serta 
Gubernur Irwandi Yusuf. 
Begitu masuk pintu kompleks makam, Hasan Tiro menatap makam itu sebentar, 
berbincang singkat dengan Malik, lalu bergerak ke arah kanan makam. Di 
dekatnya, sudah berdiri Prof Tgk H Muhibuddin Waly, ulama besar Aceh dari 
Labuhan Haji, Aceh Selatan, yang dipercaya memimpin doa. 
Usai doa, Hasan Tiro menyediakan waktu bagi fotografer dan kameramen untuk 
mengabadikan gambarnya saat berdiri di sisi kanan makam. Ia didampingi Malik, 
Zaini, Gubernur Irwandi, dan Abuya Muhibuddin Waly. Di dalam rombongan itu 
terlihat pula Juha Christensen dari IIAP Interpeace dan sejumlah tokoh Aceh 
berasal dari Malaysia. 
Tak lebih 15 menit rombongan berada di makam ayah kandung Sri Ratu Safiatuddin 
ini. Lalu, Hasan Tiro kembali berjalan menuju mobil. Pada saat menuruni dua 
undak anak tangga di kompleks makam tersebut, Malik dan Zaini menggamit tangan 
Wali. Ia kemudian melambaikan tangannya berkali-kali ke arah wartawan, hingga 
saat masuk mobil. 
Tak sepotong pernyataan pun yang dapat dikutip pers ke luar dari mulut Wali 
maupun Malik Mahmud dalam ziarah ke makam pertama itu. 
Di makam Abdurrauf 
Diiringi sekitar 100 mobil dan satu unit ambulans, rombongan Tgk Hasan Tiro 
meluncur menuju Makam Tgk Syiah Kuala di dekat Kuala Krueng Aceh. Sebagaimana 
di Makam Sultan Iskandar Muda, di makam ulama Aceh paling sohor yang wafat 
tahun 1693 itu pun dibacakan doa yang dipimpin Prof Muhibuddin Wali. 
Saat ke luar dari mobil, karena cuaca mulai terik, Tgk Hasan Tiro dipayungi 
seorang anggota tim pengaman internal. Ia diapit di sebelah kanan oleh Malik, 
di sebelah kiri oleh Zaini. Hasan Tiro sempat bertanya kepada Malik tentang 
makam Mufti Agung Kerajaan Aceh pada masa Ratu Safiatuddin memerintah itu 
(1641-1675). Ia juga sempat memerhatikan dan memegang pagar makam. 
Menjelang pulang, Malik menerangkan kepada Tgk Hasan Tiro bahwa kawasan yang 
mereka kunjungi itu paling parah dihantam tsunami pada 26 Desember 2004. 
“Semuanya habis dan hanya makam ini yang tersisa,” kata Malik. Mendengar 
penjelasan itu, pria yang disapa Malik sebagai “Paduka Wali” itu 
mengangguk-angguk. 
Ke makam Chik Ditiro 
Setelah sekitar 20 menit ziarah di Makam Syiah Kuala, rombongan bergerak ke 
arah Aceh Besar, tepatnya ke Kecamatan Indrapuri. Yang dituju adalah Desa 
Meurue, sekitar 25 kilometer arah utara Kota Banda Aceh. Di desa itulah 
dimakamkan seorang pahlawan nasional asal Aceh lainnya, Tgk Chik Ditiro (wafat 
tanggal 25 Januari 1891). 
Ulama berdarah bangsawan ini dikenal atas keberanian dan kegigihannya 
mengobarkan perlawanan kepada Kolonial Belanda yang memerangi Kerajaan Aceh, 
tatkala Sultan Aceh yang terakhir, Sultan Muhammad Daudsyah telah melakukan 
kapitulasi (pengakuan kalah perang) terhadap Belanda pada 10 Januari 1903. 
Chik Ditiro sebelumnya menyurati pihak Belanda pada tahun 1885 dan menyatakan 
bahwa “Perdamaian baru tercapai jika Belanda mau memeluk agama Islam.” 
Belakangan, Gubernur Jenderal van Teijn menjawab dan menolak ajakan Tgk Chik 
Ditiro, karena “Kerajaan Belanda tidak melakukan perang agama di Aceh.” 
Pada bulan Maret 1882 Gubernur Jenderal Belanda untuk Aceh mengeluarkan 
instruksi rahasia akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang sanggup 
menyerahkan Tgk Chik Ditiro, hidup atau mati, dengan imbalan 1.000 dolar. 
Sembilan tahun kemudian, barulah kakek buyut Hasan Tiro dari garis ibunya itu 
wafat dan dimakamkan di Meurue, Indrapuri. 
Di Indrapuri kemarin, selain ziarah makam dan berdoa, Tgk Hasan Tiro juga 
menyampaikan pidato yang dibacakan Malik Mahmud. Saat ziarah di makam Tgk Chik 
Ditiro ini barulah Ketua KPA Pusat, Muzakkir Manaf, kelihatan. 
Setibanya di depan kompleks makam, rombongan deklarator GAM itu disambut tarian 
Ranup Lampuan dan ribuan masyarakat yang sejak pagi telah menunggu 
kedatangannya. Hasan Tiro kemudian memasuki cungkup yang di dalamnya terdapat 
kuburan Tgk Chik Ditiro. 
Sang cicit Hasan Tiro itu sempat berdoa di depan makam sekitar 15 menit 
dipimpin Abuya Muhibuddin Waly. Terlihat pula seorang pemuda terisak haru saat 
tokoh GAM itu memasuki ruang utama makam. Belakangan diketahui pemuda itu 
adalah lelaki yang sehari-hari bertugas menjaga (khadam) makam Tgk Chik Ditiro. 
Setelah itu, Wali bersama rombongan menuju ke sebuah tempat yang dihiasi 
dekorasi adat Aceh menghadap ke arah ribuan orang. Di tempat itulah Hasan Tiro 
menyampaikan petuahnya. Namun ia hanya berdiri sesaat saja sambil mengucapkan 
Allahuakbar dua kali. Selanjutnya dia berujar, “Lon Wali, katrok bak sajan awak 
droen (Saya Wali, sudah sampai di antara kalian semua -red),” katanya dengan 
suara agak parau. 
Hasan Tiro sempat melambaikan tangan ke arah ribuan orang di depannya sesaat 
sebelum menyampaikan pesannya. Karena kondisi fisik yang lemah, selanjutnya 
teks pidato Hasan Tiro dibacakan Malik Mahmud. Dalam pidatonya, doktor hubungan 
internasional jebolan Columbia University, USA, itu lebih banyak mengulang 
kembali sejarah perjuangan para pahlawan Aceh masa lalu. Termasuk salah satunya 
perjuangan ulama besar yang juga seorang pahlawan nasional, Tgk Chik Ditiro 
Muhammad Saman. 
Dia katakan, lokasi makam tempat jasad Tgk Chik Ditiro bersemanyam adalah 
benteng pertahanan terakhir pejuang Aceh ketika Belanda menguasai Koetaraja 
(sekarang Banda Aceh). 
Dalam pidatonya yang disampaikan Malik Mahmud itu dia juga kembali menyatakan, 
agar masyarakat Aceh harus menjaga perdamaian yang sudah ada saat ini. Karena 
perdamian itu diraih dengan pengorbanan harta dan nyawa pahlawan dan masyarakat 
Aceh yang pernah terkungkung dalam konflik bersenjata selama 30 tahun. 
Setelah itu, Hasan Tiro bersama rombongan dijamu makam siang karena panitia 
membuat kenduri di lokasi acara. Dia juga sempat shalat zuhur di Balee Rayeuk 
dalam kompleks dan bertemu beberapa saudaranya. 
Situs tsunami 
Kemudian, rombongan berziarah ke kuburan massal korban tsunami di Ulee Lheue 
dan mampir di lokasi terdamparnya kapal PLTD Apung di Punge Blang Cut, 
Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. 
Rombongan juga melintas di depan Museum Tsunami yang sedang dibangun di kawasan 
Sukaramai (Blower) Banda Aceh. (dik/sar)
 
 
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Mon, 13 Oct 2008 
03:36:49 -0700Subject: «PPDi» ANAK IBU PERTIWI DAMPINGI TGK HASAN TIRO









 

Muzakir dan Isteri Sumpah Setia buat Si-pa-i
Topik: Muzakir Hamid Kembali ke ibu pertiwi02 Nopember 2006 dari Tgk Lampôh 
Saka  MUZAKIR HAMID (Adik Kandung Isteri Menlu GAM, Zaini Abdullah, dan 
Isterinya) UCAPKAN SUMPAH SETIA NKRI DI KEDUBES RI, STOCKHOLM17 Feb 2006, 
http://www.acehkita.com/index.php?
 
Sekretaris pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Abdul Hamid kembali 
menjadi warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah setia, Selasa 
(14/2), di Stockholm. Pengambilan sumpah dilakukan di Kedutaan Besar Republik 
Indonesia di Stockholm, Swedia.
 







Kebiadaban, Keganasan, Kekejaman, Kekejian dan Kebuasan Jawa terhadap bgs 
Aceh"People who call themselves Indonesians are having an identity 
crisis."Almarhum Syahid Tgk Abdullah SyafieTgk Hasan di Tiro in FEER: " 
Djawanjan mandum saban! Biadap dan 'A Bra 'u Beureugu seupot!"(They're all the 
same. Uneducated fools....the Javanese "barbaric and uncivilized! " )










Demikian keterangan yang disampaikan Kuasa Usaha KBRI Stockholm Ben Perkasa 
Sudrajat , ketika dihubungi pertelepon Rabu (15/02) malam.”kemarin Muzakir 
Abdul Hamid mengambil sumpah setia untuk kembali menjadi warga Negara 
Indonesia. Dia bersama istrinya, berdua menjadi WNI lagi,” katanya.
 
Ben mengatakan perubahan status warga Negara bagi GAM memang termasuk 
difasilitasi dalam butir nota kesepahaman (MoU) RI-GAM tahun lalu. Dalam MoU 
tersebut disebutkan bagi anggota GAM yang telah menjadi Warga Negara Asing 
(WNA) atau kehilangan kewarganegaraannya dan ingin kembali menjadi WNI akan 
difasilitasi.
 
Kepada anggota GAM tersebut diberikan jangka waktu enam bulan sejak 
penandatangan MoU untuk mengajikan permohonan menjadi WNI. Dengan fasilitas 
yang akan berakhir pada 28 Februari 2006 itu, perubahan status warga Negara 
anggota GAM akan dipermudah dari biasanya yang bisa memakan waktu 
bertahun-tahun. Ben mengatakan, Muzakir yang juga asisten pribadi Hasan Tiro 
telah mengajukan niat dan mengikuti proses perubahan warga Negara sejak dua 
bulan lalu. Sebagai bagian akhir porses, Muzakir pada Selasa lalu diambil 
sumpah setianya pada NKRI dan diberikan paspor. Kepada ben, Muzakir mengatakan 
pengajuan permohonan menjadi WNI itu ia lakukan baru sejak dua bulan yang lalu 
karena menunggu perkembangan situasi pasca penandatangan MoU. Muzakir menilai, 
seperti yang dikatakan pada Ben, situasi saat ini sudah cukup kondusif hingga 
ia langsung mewujudkan niatnya kembali menjadi WNI.
 
Pengambilan sumpah itu dilakukan sendiri oleh Ben yang ditunjuk sebagi 
perwakilan Menteri Hukum dan HAM di Indonesia. Acara pengambilan sumpah 
dilaksanakan pada pukul 11.00 siang waktu setempat.Sampai sejauh ini sejak 
penandatanganan MoU, menurut Ben, baru Muzakir saja yang telah menjadai WNI. 
Sedangkan petinggi GAM lainnya, termasuk Hasan Tiro dan Zaini Abdullah, belum 
ada yang mengajukan niat baik secara resmi maupun pribadi kepada Ben untuk 
menjadi WNI.
Ben berharap langkah Muzakir ini diikuti oleh petinggi GAM lainnya di Swedia
""MUZAKIR HAMID (Adik Kandung Isteri Zaini Abdullah, dan Isterinya) Ucapkan 
SUMPAH SETIA Kepada NKRI di Kedubes RI, Stockholm"  
"...Saat ini, tim KPA sedang mencari Muzakkir Hamid (red: adik kandung Istri 
Dr. .Zaini Abdullah) di Alby, Swedia karena dia salah satu “aktor” dibalik 
kisruh KPA/GAM. "(Red/Diolah dari berbagai sumber yang memiliki akses dengan 
beberapa tokoh/petinggi KPA/GAM) http://www.modus.or.id/polkam.html18/9/06 
18:00WIB
 
#########################################################"Udép geutanjoë hana 
juëm meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang ka geukeubah lé 
éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm meu-sikeuëh ! 
Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan! UREUENG-UREUENG LAGÈË LÔN 1000 X ( 
SIRIBÈË GO ) LEUBÈH GOT MATÉ NIBAk DIDJADJAH LÉ DJAWA !!! Kheun Tgk Hasan di 
Tiro 30 thôn njang ka ulikôt.http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ
########################################################## 





_________________________________________________________________
Var sommaren för kort? Här hittar du solen!
http://resor.se.msn.com/

Kirim email ke