KOALISI NASIONAL PEDULI PAPUA
(KNPP)
 
 
Nomor             : 01/A/KNPP/13/2009
Lampiran          : Terlampir
Hal                   : Penolakan Caleg DPR RI  DCS DPP PKB
  Atas Nama DRS. Rahman Idris Dapil Papua 
  
Kepada Yth:
 

Ketua KPU
Ketua Pokja Caleg DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten dan DPRD Kota
Wakil Ketua Pokja DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten dan DPRD Kota
DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
 
Di-
      Tempat.
 
Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
 
Salam sejahtera kami sampaikan kepada Bapak/Ibu semoga dalam lindungan Tuhan 
yang Maha Esa, serta sukses selalu dalam tugas sehari-hari. Amin.
 
Sehubungan Caleg DPR RI Dapil Papua atas nama H. DRS. Rahman Idris, pada urutan 
1 (satu) oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada DCS KPU. Maka Nasional 
Peduli Papua (KNPP), mewakili seluruh element warga adat se-Tanah Papua, dengan 
ini kami memberitahukan kepada DPP PKB, Ketua KPU, Ketua Pokja Caleg DPR RI, 
DPR Propinsi, DPRD Kota dan Kabupaten bahwa seluruh masyarakat Papua menolak 
Caleg DPR RI atas nama Saudara H. DRS. Rahman Idris, pada nomor urut satu dapil 
Papua pemilu legislatif tahun 2009. Karena :
 

Mengkhianati aspirasi Rakyat Papua dan mengganggu aspirasi dan aspek 
keterwakilan orang Papua Asli. Dan untuk tujuan itu KNPP telah melakukan Aksi 
Damai didepan, KPU pusat dan Istana Negara RI. 
Yang bersangkutan bukan orang Papua Asli.
Caleg DPR RI oleh DPP PKB merupakan seorang Non Papua yang bukan kader Partai 
yang tidak lahir dari dari Papua dan tidak tinggal menetap di Papua sehingga di 
khawatirkan menjadi politisi busuk yang karenanya tidak sesuai sebagaimana 
keinginan orang Papua pada janji-janjinya di kampanye dalam pemilu tahun 2009 
nanti. 
 
Demikian pemberitahuan penolakan Caleg Non Papua ini kami sampaikan agar 
menjadi maklum dan atas segala kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. 
 
 
KOALISI NASIONAL PEDULI PAPUA
(KNPP)
 
 
 
Jakarta, 13 Oktober 2008
 
 
     Ketua Koordinator                                      Sekeretaris KNPP
 
 
 
 
      ISMAIL ASSO                                          JHONNY WONDA ST
 
  
 PERNYATAAN SIKAP
KOMITE NASIONAL PEDULI PAPUA
(KNPP)
 
Akar masalah Papua ketidak adilan politik, ekonomi, social dan budaya sejak 
PEPERA tahun 1962. Sehingga rakyat Papua selalu termarginalkan dalam berbagai 
aspek pembangunan. Bahkan perebutan kekuasaan dan pengangkutan kekayaan alam 
Papua secara gila-gilaan, keras kepala, terjadi di depan mata sulit dihentikan. 
Banyak jabatan secara despotis dikuasai dan masih diperebutkan orang non Papua. 
Misalnya jabatan di BUMN, eselon I, II sampai III birokrasi pasca Otsus Papua. 
Ditambah perebutan kekuasaan oleh amber (pendatang, non Papua) dalam pencalegan 
DPR RI mulai dari wilayah Tk II Tk I, Kota dan pusat Dapil Papua untuk Pusat 
pada pemilu tahun 2009 ini. Rakyat Papua tertindas diatas tanah air mereka 
akhirnya nasibnya dari pangkuan ke pangkuan sejak zaman colonial Belanda hingga 
Indonesia merdeka.
 
Namun sesuai amanat Otsus Papua (Otsus) UU nomor 21 tahun 2002 dan UU nomor  25 
tentang Pemerintahan sendiri dan perimbangan keuangan antara pusat dan daerah 
diharapkan ada perbaikan, ternyata gagal total. Sebeliknya rebutan jabatan 
secara rakus oleh orang-orang luar non Papua secara gila terjadi dan itu pada 
pemilu tahun 2009 ini oleh berbagai partai politik. Padahal amanat UU Otsus 
pemerintahan sepenuhnya ada pada orang daerah. Kecuali militer, moneter, agama 
dan hubungan luar negeri wewenang ada di pusat. Selebihnya Papua Otonomi Khusus 
(otsus). Artinya orang Papua menjadi tuan dinegerinya sendiri untuk menikmati 
kekayaan alam dan kekuasaan politik sendiri tanpa diganggu. Tapi kenyataanya 
berbeda, perebutan kekuasaan oleh para pendatang. Lihat saja fenomena partai 
Politik, bahwa hamper semua Caleg dapil Papua diwakili oleh bukan orang Papua.
 
Setelah mempelajari dan memperhatikan aspek negative dari perebutan jabatan 
legislative sebagaimana dimaksudkan diatas oleh Partai untuk caleg DPR RI baik 
Pusat maupun Daerah. Maka dominasi asing lebih kentara daripada banyak orang 
Papua sendiri menjadi nomor urut buntut. Orang Asli Papua kebanyakan  tidak 
mendapat nomor urut satu dan jadi. Tapi, bukan caleg asal Papua untuk dapil 
Papua pada pemilu tahun 2009 ini. Maka Komite Nasional Peduli Papua (KNPP) 
dengan ini menyatakan sikap sbb :
 
1.     Menolak tegas caleg DPR RI Atas Nama H. DRS. Rahman Idris dapil Papua 
karena bukan orang Papua Asli 
2.     DPP PKB harus memberikan nomor urut satu kepada Bapak John Wempi Wona, 
SH Dapil Papua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan segera di tindak lanjuti
3.     Menolak tegas Non Papua Asli mewakili Papua sebagai Caleg pada pemilu 
tahun 2009.
4.     Mendesak segera Pemerintah Pusat membuat UU (aturan tambahan) 
keterwakilan untuk orang Papua dalam Parlemen tanpa mekanisme partai politik
5.     Mendesak segera menetapkan kuota 13 orang tanpa mekanisme partai politik 
mulai dari pusat sampai Kabupaten 
 
KOMITE NASIONAL PEDULI PAPUA
(KNPP)
 
Jakarta 14 Oktober 2009
 
Koordinator Umum                            Sekeretaris
 
 
 
 
ISMAIL ASSO                                               JHONNY WONDA ST
 
 
 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke