http://www.ranesi.nl/dokumentasi/aceh/perjalanan_hasan_ditiro20081017

Semangat Keacehan dan Perdamaian 
Warnai Perjalanan Hasan di Tiro di Aceh
Aboeprijadi Santoso 

17-10-2008

 Semangat Keacehan dan Perdamaian Warnai Perjalanan Hasan di Tiro di Aceh 


Pada hari ke 5 dan 6 kunjungannya ke Aceh, Teungku Chik Hasan Muhammad di Tiro 
bertandang ke negeri asalnya, Pidie, selama sepekan. Di Banda Aceh, Indrapuri 
dan Pidie, dua tema utama menandai muhibah mudik Hasan di Tiro: semangat 
kebangsaan Aceh dan seruan perdamaian. Di mana mana, dia disambut hangat dan 
meriah sebagai pejuang Aceh. Di mana-mana, pidatonya mensyukuri MoU Helsinki 
dan menyerukan perdamaian sebagai berkah berharga bagi Aceh. Koresponden 
Aboeprijadi Santoso mengikuti perjalanan Hasan di Tiro. 

Doa dan puja puji bagi Allah selalu membuka acara temu masyarakat dengan Hasan 
di Tiro dan rombongannya. Pada usia 83 tahun, Hasan Tiro datang untuk mendoakan 
keselamatan Aceh di muka makam para endatu, yaitu nenek moyang Aceh. Dari makam 
Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, makam Syech Abdul Rauf al Sangkili di Syah 
Kuala, sampai ke makam ayah kakeknya, Teungku Chik di Tiro di Indrapuri. 

Di Laweung, dia berziarah di makam karib seperjuangan, Teungku Muhammad Usman 
Lampoh Awe yang meninggal dua minggu lalu, tentu juga ke makam gurunya, 
pemimpin Aceh, Teungku Muhammad Daud Beureu'eh di Beureunuem, dan ke makam 
orangtuanya. Setiap kali, dia berdoa demi Aceh. 

Maka, muhibah itu bukan sekadar saweue gampong, atau pulang kampung, suatu 
perjalanan kangen pribadi seorang putra Aceh kelahiran Tanjong Bungong, 
melainkan muhibah sang Wali Nanggroe untuk menyapa cikal bakal yang telah 
menghias sejarah besar Aceh. 

Menjaga perdamaian 
Wakil Rakyat: Paduka yang mulai, wali ... saya atas nama Rakyat Aceh yang masih 
setia dengan wali sampai saat ini, dengan ini kami semua terima kedatangan wali 
ke Aceh dengan kata kata Assalam mulaikum warahmatullahi wabarakatuh, marhaban 
ya amirul mukminin samik na wa atak na, (do'a kami semoga limpah dan rahmat 
suasana yang baik ini menjadi berkat, menumbuh semangat kembali, merebut 
kembali hak dan martabat) Rakyat Aceh yang sudah pernah diajari nenek moyang 
kita secara terus menerus mulai dari Raja Iskandar Muda. 

Pidato Hasan Tiro yang dibacakan Malik Mahmud al Haytar juga berbicara tentang 
masa kini. Dia meminta rakyatnya menjaga perdamaian yang dihasilkan MoU 
Helsinki. 

Memuji kebesaran masa lalu, tapi juga berterima kasih kepada dunia, termasuk 
Uni Eropa, yang membantu Aceh bangkit dari dampak tsunami dan konflik. 

Meski pidato Hasan Tiro hanya sesekali menyebut Indonesia, namun dengan 
menekankan pentingnya melaksanakan dan menjaga MoU Helsinki, dia tentu 
menyadari bahwa MoU itulah yang mengembalikan Aceh ke dalam Indonesia melalui 
perdamaian. 

Untuk memelihara damai yang marwah, aman hidup yang adil serta dapat 
membersihkan hati kita semua. Jangan lupa perjuangan kita sekarang melalui 
jalur politik dan demokrasi, jalur ini didukung penuh oleh dunia internasional. 
Saya sangat yakin jalur ini juga sangat didukung penuh oleh Rakyat Indonesia 

Aceh bersatu
Walhasil inilah muhibah demi kebangsaan Aceh sekaligus demi perdamaian. Dan, 
seperti di muka Masjid Raya Baiturrahman, di alun-alun kota Sigli pun, Hasan 
Tiro disambut meriah dan hangat. 

Vox Pop Pria: Oh sangat berkesan. Memang kita masyarakat kan dari dulu sangat 
menunggu-nunggu kepulangan beliau. Kita kan merasa gembira. Apalagi masyarakat 
sangat antusias menyambut kedatangan Wali Nanggro. Sekian lama beliau 
diisyu-isyukan meninggal, tapi kenyataannya sekarang kan masih bergairah. Walau 
pun kita enggak sempat berjabat tangan, melihat wajahnya saja kita sudah merasa 
gembira. 

VoxPop Wanita: Ya terharulah. Namanya wali kita sudah pulang. Sudah lama, 
sekian lama dia sudah pergi. Sekarang baru kita jumpa, ya kita semua terasa 
terharu. Kalau dia memang masih segar, kita ini pun semua jadi bersemangat, 
bersemangat kita jadi senang, gembira rasanya. Semoga kita berhasil. Semoga 
aman dengan berkat usaha dia, titik peluh dia yang udah lama dia berjuang, doa 
semoga dia umur panjang, sempat membimbing rakyat Aceh yang sudah sengsara 
sekian lama. Kami kepingin Aceh ini bisa diajak bersatu kembali. 

Hasan di Tiro, selaku Wali Nanggroe, dapat menjadi pemersatu Aceh, tapi dia 
datang pada usia yang telah amat lanjut. 


Kata Kunci: Aceh, Indrapuri, perdamaian, Pidie, Teungku Chik Hasan di Tiro


 

<<MP3.gif>>

Attachment: 16037659
Description: Binary data

Kirim email ke