Perempuan
----- Original Message ----- 
From: [EMAIL PROTECTED] 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Saturday, October 18, 2008 1:57 PM
Subject: [Jurnal Perempuan] Digest Number 404


Perempuan 
Messages In This Digest (1 Message) 
  1. surat terbuka (ttg Dengar Pendapat RUU Pornografi di Yogya) From: Titiana 
Adinda 
View All Topics | Create New Topic Message 
  1. surat terbuka (ttg Dengar Pendapat RUU Pornografi di Yogya) 
  Posted by: "Titiana Adinda" [EMAIL PROTECTED]   titianaadinda 
  Sat Oct 18, 2008 3:27 am (PDT) 
  Dari milis sebelah. Met baca. Terima kasih.

  Salam hangat,

  Dinda
  ======

  surat terbuka

  Posted by: "dcute_ema" [EMAIL PROTECTED] dcute_ema
  Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)

  Surat Terbuka
  Yogyakarta, 16 Oktober 2008
  Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia

  Kawan,
  Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta
  untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka
  Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU
  Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor
  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi,
  Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.

  Sekitar enam puluh orang —pro (mayoritas) maupun kontra— hadir
  sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam
  peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam
  saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk
  menyampaikan pendapat.

  Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah
  meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili
  warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar
  RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi
  kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik
  sekelompok orang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri
  saja, karena tidak diperlakukan adil.

  Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi
  pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan
  berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar
  dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke
  Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah
  ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini
  tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang
  dan bernada bentakan)"

  Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang
  Solo supaya perbaikan keturunan! (membentak)"
  Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.
  Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,
  "Rasis! DPR Rasis!!"

  Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam
  kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"
  ***

  "Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
  perbaikan keturunan!"

  Kawan,
  Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota
  DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan
  pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,
  bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar
  ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.
  Betapa pedihnya!

  Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum
  yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan
  Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?
  Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak tertawa
  bahagia?

  Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,
  Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;
  telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi
  derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.

  Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita direndahkan
  karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa
  empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan
  itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.
  Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap
  kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.
  Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan
  menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan
  keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab
  menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.

  Kawan,
  Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati
  untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama
  dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan
  memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat
  mendengar ucapan Balkan tadi. 
  ***
  "Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya
  perbaikan keturunan!"
  ---"DPR Rasis!"
  "Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"

  Kawan-kawanku,
  Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud
  dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang
  lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang
  lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan
  sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia
  adalah anggota DPR.

  Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap
  disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.
  Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir
  kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.
  Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir
  semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut
  dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan
  Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah
  seseorang yang Rasis!

  Kawan,
  Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa
  bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada
  Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil
  terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,
  RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak
  disahkan!

  Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,

  Maria Listuhayu.

  * saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.
  ** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka. 

  ===
  Kunjungi blogku di:
  http://titiana-adinda.blogspot.com/

  __________________________________________________
  Apakah Anda Yahoo!?
  Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam 
  http://id.mail.yahoo.com 


  Back to top Reply to sender | Reply to group | Reply via web post 
  Messages in this topic (1) Recent Activity
  a..  6 New Members
Visit Your Group 
Yahoo! Groups
Dog Zone

Connect w/others

who love dogs.

Real Food Group
Share recipes,

restaurant ratings

and favorite meals.

Health Groups
for people over 40

Join people who are

staying in shape.

Need to Reply?
Click one of the "Reply" links to respond to a specific message in the Daily 
Digest.
Create New Topic | Visit Your Group on the Web 
Messages | Files | Photos | Links 
__________________________________
Related Link:       www.jurnalperempuan.com
Post message:       [EMAIL PROTECTED]
Subscribe:       [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe:       [EMAIL PROTECTED]
List owner:       [EMAIL PROTECTED] 
 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Individual | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 
 

Kirim email ke