----- Original Message ----- 
From: Pandji R. Hadinoto BARPETA 
To: Nasional ListGroup 
Cc: K Prawira NasionalList 
Sent: Saturday, November 01, 2008 7:57 AM
Subject: [nasional-list] Saatnya Potensi Bela Negara Bangkit


        
      Saatnya Potensi Bela Negara Bangkit 




      Tabloid INTELIJEN No. 17/V/2008/22 Oktober – 4 Nopember, mengungkapkan 
“Agenda Rahasia Hasan Tiro ACEH SIAP REFERENDUM 2013” dan “Ledakan Papua 
Pemanasan Referendum 2010” mengisyaratkan Kehidupan Sosial Politik potensial 
Resah (1). 

      Demikian pula dari buku berjudul Tahun 2015 Indonesia Pecah, ISBN 
978-979-15527-1-4, diutarakan “Peta Republik Indonesia telah di-redesign dengan 
memecah menjadi 17 negara baru (Propinsi Timor Timur sudah dilepaskan menjadi 
negara merdeka sendiri)” yang memberi isyarat Kehidupan Ideologi potensial 
Retak (2). 

      Sementara itu ahli iklim NASA, Dr HJ Zwally menyatakan “Hampir semua es 
di kutub utara akan lenyap pada akhir musim panas 2012” 
[www.suprememastertv.com] yang menandakan bahwa Kehidupan Ekologi (Lingkungan) 
potensial Gersang (3). 

      Selebihnya dapat disimak Kompas 31 Oktober 2008 yang mengangkat “Fokus : 
Awas Babak Kedua Krisis Global !”, hal yang memicu kewaspadaan akan Kehidupan 
Sosial Ekonomi potensial Ganas berawal tahun 2009 (4). 

      Sedangkan berita Kompas 31 Oktober 2008 pula yakni “Lumpur Sidoarjo, 
Geolog Dunia Yakin Lumpur Tak Dipicu Gempa” berdampak bagi Kehidupan HanKamNas 
potensial dapat Lengah, khususnya skala Jawa Timur (5). 

      Pemberitaan Suara Pembaruan 31 Oktober 2008 “Tolak UU Pornografi, Uji 
Materi Segera Diajukan, Daerah yang Keras Menentang adalah Bali, Sulawesi 
Utara, Sumatera Utara, Papua, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau” berindikasi 
Kehidupan Sosial Budaya potensial Pudar (6). 

      Sikap Nasionalisme banyak anak bangsa yang seolah mati suri dibuktikan 
dengan jajag pendapat Kompas 27 Oktober 2008 tentang “Soempah Pemoeda, Semangat 
Luntur”, mempertebal keyakinan berimbas Kehidupan Keagamaan dapat saja 
potensial Rawan (7). 

      Singkat kata, ke-7 Strategi Ketahanan Bangsa kini sedang tergoyang hadapi 
ujian yang tidak bisa dikatakan ringan, apalagi dikatakan oleh pengusaha Arifin 
Panigoro bahwa “Tarikan kebutuhan antara energi terbarukan dan pangan akan 
terus meningkat pada masa depan. Untuk itu, gerakan bersama mewujudkan 
ketahanan energi dan pangan nasional harus segera dirintis guna menghindari 
krisis lanjutan yang mengancam Indonesia ke depan” [Kompas 1 Nopember 2008], 
yang bilamana tidak terbangun dengan seksama pada waktu2 mendatang maka akan 
mendulang masalah berlapis. 

      Dengan posisi ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan kehidupan 
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tersebut diatas, pilihan strategik guna 
tetap menjaga bangunan rumah NKRI selain tekad 7 Resolusi Sumpah Pemuda 2008 
sebagai pondasi, maka kiprah yang seharusnya segera dibangun adalah Bela Negara 
sebagaimana diamanatkan UU No. 3/2002 tentang Pertahanan Negara, khususnya agar 
segera diperkenalkan kepada publik tentang kesiapan struktural Komponen 
Pendukung meliputi warganegara, sumber daya alam, sumber daya buatan, sarana 
dan prasarana nasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat 
meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama dan Komponen Cadangan, dalam 
rangka mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan 
segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. 

      Jakarta, 1 Nopember 2008 

      DR Ir Pandji R. Hadinoto, MH / HP : 0817 983 4545, eMail : [EMAIL 
PROTECTED] 
     




--------------------------------------------------------------------------------
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!

 

Kirim email ke