Saya senang atas info tambahan dari anda.
Sayapun entah kenapa sejak kecil paying attention  terhadap orang-orang yang 
diperlakukan tidak adil dalam kehidupan di Dunia ini. Setelah besar saya 
mendapat kesempatan untuk menganalisa orang - orang kulit hitam. Hajar bundanya 
Ismail adalah wanita yang terdekat dengan Khaliqnya. Dia bukan saja berkulit 
hitam tapi juga seorang budak, berlanglang buana dari Afrika ke Asia, diperjual 
belikan orang kulit putih dan kulit merah. Dia memiliki nasib sebagaimana 
kebanyakan orang Afrika berkapal - kapal di angkut ke Amerika untuk diperjual 
belikan. Pada saat itu orang kulit hitam pada umumnya memiliki keyakinan bahwa 
mereka memang ditakdirkan tuhan sebagai budak, sementara orang kulit putih 
sebagai tuannya. Alhamdulillah kemudian mereka mempelajari Islam dimana sangat 
terkenal hadist Rasulullah yang mengatakan bahwa tidak ada beda orang kulit 
putih dengan orang kulit hitam disisi Allah dan juga tidak ada beda penduduk 
asli dengan orang ajam. Yang membedakannya
 hanyalah ketaqwaannya kepada Allah swt. Setelah mereka memiliki ideology yang 
mantap dari Rasulullah, mereka mulai melawan siapapun yang menindas mereka. 
Kini realitanya orang - orang Afrika lebih maju dibandingkan orang Asia.  

Kembali kisah Bunda Hajar. Akhirnya jatuh ketangan orang Arab dan ketemu sama 
Ibrahim yang memiliki seorang isteri bernama Sarah. Ketika itu Jazirah Arab 
dikuasai seorang raja zalim. Ibrahim dan Sarah ditangkap dan ditempatkan secara 
berasingan. Ketika raja Zalim itu hendak memperkosa Sarah, Allah mentakdirkan 
tangan raja itu gemetaran dan kepayahan. Setelah raja itu meminta maaf pada 
Sarah tangannya pulih kembali tapi masih dia coba mengulanginya sampai tiga 
kali.m Akhirnya ditanyakan siapa Sarah itu sebenarnya. Akhirnya Raja tersebut 
masuk Islam lalu menghadiahkan seorang budak kepada Ibrahim yang bernama Hajar.

Ibrahim memuliakan hajar, tidak memperlakukan sebagai budak sebagaimana pemilik 
Hajar sebelumnya. Ibrahim adalah Ibrahim. Dia adalah seorang Rasul tapi ada 
satuhal yang mengganjal dihatinya.  Dia takpunya anak untuk meneruskan tongkat 
estafetnya. Dia mengawini Hajar. Allah menganugerahi Ibrahim seorang anak 
melalui Hajar.  Itulah Ismail. Sarah mulai cemburu meminta Suaminya untuk 
memindahkan Hajar dan Ismail dari rumahnya. Ibrahim membawakan Hajar ke gunung 
tua yang tidak tumbuh pohon walau widuri dan tidak ada bangunan walau Jambore. 
Di gunung tua itu sangat menakutkan, apalagi diwaktu malamnya. Hajar menanyakan 
suaminya, kepada siapakah anda menitip kami?  Kepada Allah, jawabnya Ibrahim, 
singkat.  Hajar adalah Hajar, dia sangat percaya bahwa suaminya itu seorang 
Rasul Allah yang mustahil untuk berbohong. 

Seorang anak membutuhkan ayah sebagai pelindung, seorang perempuan membutuhkan 
suami.  Hajar sendirian, kecuali buah hatinya, Isma'il, calon wakil Tuhan 
diantara deretan wakil Tuhan yang lainnya. Hajar adalah Hajar. Dia yakin benar, 
Allah dapat menggantikan segala-galanya. 


Sebagai manusia Ideal dia membutuhkan air dalam kehidupannya. Karena itulah 
dia pergi ke bukit Safa, namun disana ternyata tidak ada air. Lalu dia pergi ke 
bukit Marwa, dan disanapun ternyata juga tidak ada air, kemudian kembali lagi 
ke 
bukit Safa. Hal ini dilakukannya pulang pergi sebanyak 7 kali, namun belum juga 
membawa hasil. Akhirnya sambil memohon kepada Allah kembali menemui anaknya 
yang 
sedang menangis. Ketika Hajar mendekati Isma'il, terdengarlar gemuruh suara air 
yang memancar dari hentakan tumit Isma'il. 


Ternyata keberhasilan muncul setelah usaha dan do'a dipadukan. Hal inilah 
diantara sekian banyak ilmu yang terdapat dalam pertunjukan Akbar ini (Haji) 
yang perlu digaris bawahi oleh kaum Muslimin dijaman sekarang ini sepertinya 
Islam agama cemerlang namun sudah Dekaden. Di jaman era Globalisasi ataupun 
abad Melinium, memang masih banyak 
orang-orang yang mampu menghafal Quran, masih banyak orang-orang yang mampu 
menterjemahkan Quran ke dalam bahasa mereka sendiri, selain orang-orang yang 
"Mother Tongue" nya memang bahasa Arab, dimana Qur-an diturunkan. Namun 
kesemuanya itu belum apa-apa. Mereka adalah nol nol yang menga-nga."Bagaikan 
buih di lautan" bak kata Rasul. Persoalannya, Qur-an itu tidak mampu ditangkap 
maksudnya kecuali orang-orang yang bersih "A'qidahnya" dari perangkap-perangkap 
Syirik, baik secara syar'i maupun secara filosofis (QS.56;79)  


aceh804ja
Hajar adalah Hajar. Diantara manusia dia adalah seorang perempuan, diantara 
perempuan-perempuan dia adalah seorang budak, diantara budak-budak dia adalah 
berkulit hitam lagi, namun tak seorang pun walau rasul, kuburannya berada di 
samping ka'bah, pelambang Allah dipermukaan bumi. Bangunan setengah lingkaran 
itu benar-benar menghadap ka'bah (afala ta'kilun, afala yatazakkarun ) dalam 
Baitullah itu hanya Allah dan Hajar. Awahai Hajar, kendati pun engkau dipandang 
hina 
oleh basyar-basyar di dunia ini, namun engkau sangat mulia di sisi Allah. 
Ketika 
kupu-kupu putih menhapiri nyala lilin, ketika paru jama'ah haji memasuki 
masjidil haram, hendaklah mereka berfikir sebagai mana pesan Allah yang diulang 
berkali-kali dalm Al-qurannulkarim. "afala ta'kilun, afala yatazakkarun" 
mengapa 
hanya Allah dan Hajar yang ada di rumah Allah itu ? siapakan Hajar itu ? kenapa 
hanya dia yang menghadap Allah di rumah Allah itu, Tuhannya kaum du'afa 
bagaimanakah dia dalam perjalanan hidupnya ?. Kendati pun dalam pandangan 
basyar-basyar bahwa orang-orang cacat, seperti pincang, buta, tuli, kulit 
hitam, 
tidak cantik, tidak bagus body-nya, miskin, kurus dan kekurangan fisik lainnya 
itu hina, namun Allah mengajarkan orang-orang mukmin agar jangan menilai dari 
segi kukurang fisik dan materi, nmaun yang penting adalah ketaqwaannya, 
keteguhan imannya, kemantapan aqidahnya/idiologinya dan kecemerlangan 
pikirannya. 


Hajar adalah hajar, tak seorang pun walau Rasul kuburannya berdampingan 
dengan ka'abah. Antara ka'bah dengan kuburan hajar ada lorong yang dapat di 
laluinya namun Allah, tuhannya kaum dhu'afa tidak membenarkan memasuki lorong 
tersebut saat melakukan tawaf, Allah menginginkan manusia agar dalam melakukan 
tawaf kedua-duanya Allah dan hajar harus ikut di lingkari, ditawafi. Allah 
mengajarkan kita agar mau berfikir tentang pribadi manusia yang satu ini, 
kendati pun di hina oleh basyar-basyar namun sangat mulia di sisinya. Dia 
adalah 
muhajjir teladani . 


Yang perlu kita ingat bahwa di Akhirat kelak hanya dua macam saja kulitnya 
manusia. Yang pertama kulit putih berseri - seri walaupun mereka itu hitam 
kulitnya di Dunia. Mereka itu dipersilakan Allah untuk memasuki surganya dan 
kekal selama - lamanya. Yang kedua hitam muram kulitnya walaupun di Dunia 
kulitnya putih atau kuning sekalipun. Mereka itu diseret Malaikat yang bengis 
ke dalam Neraka dan kekal selama -lamanya. (Na'uzubillahi min zalik)  


Jadi tidak ada manusia yang dibakar dulu, kemudian dimasukkan dalam Surga. Itu 
adalah keterangan di hadist palsu. Hadist palsu inilah yang diyakini manusia 
Hindunesia hingga mereka tidak segan - segan melakukan kedhaliman terhadap 
bangsa Acheh -Sumatra dan West Papua. Mereka mengira walaupun dimasukkan Allah 
dalam neraka, kan dimasukkan juga dalam Surga akhirnya? Mereak mengira sama 
dengan hukum negara taghuti, akan dilepaskan dari penjara setelah menjalani 
masa yang telah difoniskan para hakim yang tidak adil. Sebagian manusia 
Indonesia lainnya mengira setelah berbuat dhalim terhadap bangsa West Papua dan 
Acheh -Sumatra, dapat diampuni Allah dengan melaksanakan Hajji di Saudi Arabia. 
Memang rasulullah mengatakan bahwa para jamaah hajji akan menjadi seperti 
kertas putih (baca diampuni dosanya). Itu memang benar Bunyi Hadist Rasulullah 
tapi dosa yang bagaimana, kemunian bagaimana 'Aqidahnya benar - benar 
menuhankan Allah atau dimulut saja berkomat - kamit
 dengan kalimat "Lailaha illa Allah" sementara dalam kehidupan sehari - hari 
mereka menuhankan atasan. Indonesia itu adalah negara sekuler. Al - Qur-an 
mereka tempatkan dibawah Pancasila. Mereka tidak tunduk patuh kepada apa yang 
dikatakan Allah dalam Qur-an. Mereka tidak beriman dengan ayat 2 dari Surah Al 
Baqarah. Mereka telah menyulap ayat tersebut dari "Hudaqllinnas" (pedoman bagi 
manusia) kepada "Lilqari" (baca untuk dibaca-baca doang). Justru utulah mereka 
membesar-besarkan acara musabaqah setahun sekali. Qur-an diperlombakan macam 
olah raga Olimpiade, betapa ngerinya sontoloyo - sontoloyo itu.

(alasytar, Acheh - Sumatra)




________________________________
From: HINU E. SAYONO <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: Rumah Kita Bersama <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, November 8, 2008 3:43:09 AM
Subject: Re: [PEMBEBASAN PAPUA] Re: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA


Maaf, ikutan.
 
Memang penduduk asli benua AS adalah Indian. 
 
Itu adalah masa jauh sebelum emigran dari Eropa, termasuk ekspedisi Colombus, 
datang ke AS. 
 
Suku-suku Indian diadu-domba dan dihabisi oleh para pendatang yang 'go West'. 
 
Saya pernah datang pada acara Perkemahan Besar Indian Amerika Utara (AS dan 
Mexico) di negara bagian Iowa, ketika menghadiri satu diskusi di Sioux City, 
Iowa. 
 
Mereka berbadan besar, berkulit merah, ganteng dan cakep. 
Dan...... sangat ramah.
 
Ketika itu musim dingin. 
Kedinginan dan rasa lapar menggangguku. 
 
Karena memakai bajiubatik, sebagai tanda rasa hormatku kepada penduduk asli 
benua tersebut, mereka tertarik dengan motif dan warna baju batik yang kupakai. 
 
Salah seorang kepala suku, yang berbadan besar dan tinggi - mengenakan hiasan 
bulu-bulu di kepalanya, mendatangiku dan bertanya 'Kau Indian dari mana?' 
Maklum saja lah perawakanku dan kulitku yang sawo matang mirip dengan Indian 
dari Amerika Selatan. 
 
'Wah, maaf, Chief, saya bukan Indian, saya dari Indonesia, satu negeri nun jauh 
disana. Tetapi saya mengenal hal-ihwal Indian, karena saya tertarik kepada 
peradabannya yang tinggi'.
 
Pengakuanku itu justru 'mencelakakan' diriku.
Aku diminta bergabung untuk menari-nari mengelilingi api unggun. Itu merupakan 
cara mereka untuk menghormati tamu.
 
Maka aku berteriak-teriaklah mendendangkan satu lagu, entah apa judulnya.  
 
'Yee, yee, yihooo, yihoo, yee, yee...yaaa.. ...yaaaa. ...' sambil menari-nari 
sambil menahan rasa lapar. 
 
Setelah itu, kita antri untuk makan. 
Ibu-ibu Indian bagian konsumsi menyediakan sup daging sapi tanpa bumbu apapun. 
Karena lapar, semuanya saya sikat habis.
 
Catatan tambahan :
Ketika diskusi, saya mengenakan jeans dan baju lengan panjang. 
Ke acara Perkemahan Besar Indian Amerika Utara, saya mengenakan baju batik. 
Salah satu panitia diskusi, bertanya "Tadi anda mengenak baju santai, jeans dan 
casual shirt. Sekarang mau ke perkemahan Indian saja kok pakai baju yang bagus?'
 
'Saya sangat menghormati bangsa Indian, Karena sejak kecil saya sudah 
mengenalnya melalui buku-buku karangan Karl May.
 
salam,
hes
 

--- On Sat, 11/8/08, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:

From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
Subject: [PEMBEBASAN PAPUA] Re: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA
To: Pembebasan_Papua@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] ps.com, 
politikmahasiswa@ yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] com, Komunitas_Papua@ 
yahoogroups. com, [EMAIL PROTECTED] com, oposisi-list@ yahoogroups. com, 
kuasa_rakyatmiskin@ yahoogroups. com, fundamentalis@ yahoogroups. com, 
politikmahasiswa@ yahoogroups. com, kota_jakarta@ yahoogroups. com, [EMAIL 
PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, November 8, 2008, 12:35 AM


Setelah membaaca tulisan Dian Guci ini, sepertinya kita mendapat info baru 
bahwa ras merah merupakan penduduk asli negeri Pamansam tersebut. Saya sendiri 
belum mengetahui persis kenapa negara tersebut terkenal dengan dengan sebutan 
negeri paman Sam dan apakah paman Sam itu termasuk ras merah sebagai penduduk 
aslinya? Saya rasa tulisan Dian tersebut ada manfaatnya, minimal kita 
mengetahui bahwa masih ada ras yang diperlakukan secara tidak layak di AS itu, 
padahal merekalah yang berhak menjadi tuan di negaranya sendiri. 

Fenomena tewrsebut mengundang kita untuk renungan suci bahwa betapa rumitnya 
persoalan sejarah kemanusiaan paska Qabil dan Habil sebagai manusia yang 
membentuk permulaan sejarah kemanusiaan dimana seorang manusia yang memiliki 
power begitu leluasa menginjak-injak kehidupan manusia yang tidak berdaya 
sebagaimana diperlihatkan Qabil terhadap adiknya sendiri. Realitanya praktek 
kedhaliman itu berjalan terus sampai dijaman kita ini. Pendatang baru di 
Australia yang berkulit putih dengan leluasanya menindas penduduk asli negara 
Kangguru tersebut dan sampai hari ini penduduk asli masih saja diperlakukan 
secara tidak wajar. 

Penduduk asli West Papua yang berkulit hitampun diperloakukan sebagai setengah 
manusia oleh pendatang dari Jawa melalui kekuasaan Kolonialis Jawa yang 
berkedok Indonesia. Hasil bumi anugerah Allah buat bangsa West Papua dikeruk 
oleh bangsa yang yang hipokrit itu sebagai mana layaknya milik moyangnya 
sendiri. Bangsa Jawa yang berkedok dibalik nama Indonesia itu bukan saja 
menindas bangsa West Papua tapi hal yang sama dilakukan juga terhadap bangsa 
Acheh - Sumatra Maluku dan masih banyak lagi bangsa yang masih tertidur di 
Nusantara Melanesia tersebut. Ketika bangsa Jawa di jajah Belanda, mereka 
meminta bantuan kepada bangsa Acheh - Sumatra. Ironisnya setelah mereka 
mendapat pertolongan, tidak tau membalas jasa malah menindas penolongnya 
sebagaimana dulu Belanda menindas mereka. 

Jadi atas dasar menindas bangsa lain termasuk penolongnyalah, berdirinya negara 
Indonesia yang tidaktau membalas budi, membanggakan diri atas milik bangsa lain 
yang sama kejamnya seperti pendatang Amerika dan Australia yang kita sebutkan 
tadi. Renungan kita baru tiga negara, yaitu negara Pamansam, negara Kangguru 
dan Indonesia pura-pura. Prediksi saya hampir semua penduduk asli suatu negara 
mengalami nasib yang sama seperti penduduk asli AS, Australia, West Papua dan 
Acheh - Sumatra.

Kalau kita renungkan terus, kenapa ini bisa terjadi?  Kenapa mereka tidak 
sadarkan diri berlagak wibawa diatas milik orang lain?  Ketika Indonesia 
berkomplik dengaqn Australia, pihak Indonesia membeberkan sejarah penindasan 
penduduk asli Australia. Indonesia tidak sadar bahwa mereka juga sama dhalimnya 
seperti pendatang Australia. Itulah yang namanyasemut diseberang lautan jelas 
kelihatan tapi gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

Ketika para Malaikat bertanya kena dijadikan manusia sebagai Khalifah yang 
berkuasa di Bumi, Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui 
para Malaikat. Setelah Manusia berproduksi ternyata mereka terbagi kepada 2 
kutup, kutup pembunuh dan korbannya (baca Habil) Bendera Qabil (baca pembunuh, 
penindas atau penjajah terus diwarisi sampai hari ini oleh manusia-manusia kaum 
mutaqabbirun. Ironisnya baik kutub Qabil maupun kutub Habil menggunakan "agama" 
sebagai senjatanya. Agama versi Qabil adalah Agama Habil juga yang diwarisi 
dari orang tuanya (baca Nabi Adam dan Hawa) Namun agama tersebut menjadi 
dekaden ditangan Qabil. Qabil merubah substansi agamanya sebagaimana agama yang 
digunakan penindas dewasa ini untuk menindas manusia - manusia kutub Habil yang 
senantiasa menuntut keadilan, kebebasan dan hak kemanusiaan. 

Justru itulah kita saksikan dua komunitas manusia yang masing - masing mengaku 
beragama Islam tapi saling bunuh - membunuh. Lalu mereka mempropokasikan bahwa 
itu perang saudara. Padahal tidak ada istilah perang saudara tapi komunitas 
hipokrit yang menggunakan agama untuk menindas kaum dhu'afa warisan Habil 
dimana - mana hampir diseluruh dunia. Kenapa kutub Qabil berhasil mengalahkan 
kutub Habil? Jawabannya adalah untuk menguji siapa diantara  manusia yang tetap 
mengikuti warisan Habil kendatipun harus menerima resiko yang luar biasa 
sebagaimana diperlihatkan Imam Hussein di Karbala, "menyirami Pohon Islam" 
dengan darah dan air mata. Bukankah Para pengikut Yazid bin Muawiyah juga 
mengaku diri beragama Islam? Islam yang bagaimana mereka ikuti?  Itulah agama 
Qabil yang tampil sebagai "perahu terbalik" (baca Islam palsu) yang diwarisi 
ulama gadiongan sebagaimana diperlihatkan Bal-am yang memihak Firaun dalam 
menentang Nabi Musa as. Praktek Islam palsu 
 dewasa in membuat para non Muslim keliru dalam melihat Islam. Mereka 
menyaksikan Islam itu tidak jauh berbeda dengan agama lainnya. Padahal fenomena 
yang mereka saksikan adalah Islam palsu bukan Islam sejati.

(alasytar, Acheh - Sumatra.








________________________________
 From: HELB <hai_otodidak@ yahoo.com>
To: [EMAIL PROTECTED] com
Sent: Friday, November 7, 2008 6:37:12 AM
Subject: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA


Kemenangan Obama,
presiden ras lain selain kaukasoid yang pertama di Amerika Serikat,
mengumandangkan ilusi kemenangan perjuangan persamaan hak yang sejak
jaman baheula diperjuangkan kaum hitam. Ada juga kesan, bahwa Obama akan 
mengusung suara minoritas lain...

KEMENANGAN OBAMA:
Oleh: Dian Guci 

klik http://id.acehinsti tute.org

[Non-text portions of this message have been removed]


 
    


      

Kirim email ke