Setelah membaaca tulisan Dian Guci ini, sepertinya kita mendapat info baru 
bahwa ras merah merupakan penduduk asli negeri Pamansam tersebut. Saya sendiri 
belum mengetahui persis kenapa negara tersebut terkenal dengan dengan sebutan 
negeri paman Sam dan apakah paman Sam itu termasuk ras merah sebagai penduduk 
aslinya? Saya rasa tulisan Dian tersebut ada manfaatnya, minimal kita 
mengetahui bahwa masih ada ras yang diperlakukan secara tidak layak di AS itu, 
padahal merekalah yang berhak menjadi tuan di negaranya sendiri. 

Fenomena tewrsebut mengundang kita untuk renungan suci bahwa betapa rumitnya 
persoalan sejarah kemanusiaan paska Qabil dan Habil sebagai manusia yang 
membentuk permulaan sejarah kemanusiaan dimana seorang manusia yang memiliki 
power begitu leluasa menginjak-injak kehidupan manusia yang tidak berdaya 
sebagaimana diperlihatkan Qabil terhadap adiknya sendiri. Realitanya praktek 
kedhaliman itu berjalan terus sampai dijaman kita ini. Pendatang baru di 
Australia yang berkulit putih dengan leluasanya menindas penduduk asli negara 
Kangguru tersebut dan sampai hari ini penduduk asli masih saja diperlakukan 
secara tidak wajar. 

Penduduk asli West Papua yang berkulit hitampun diperloakukan sebagai setengah 
manusia oleh pendatang dari Jawa melalui kekuasaan Kolonialis Jawa yang 
berkedok Indonesia. Hasil bumi anugerah Allah buat bangsa West Papua dikeruk 
oleh bangsa yang yang hipokrit itu sebagai mana layaknya milik moyangnya 
sendiri. Bangsa Jawa yang berkedok dibalik nama Indonesia itu bukan saja 
menindas bangsa West Papua tapi hal yang sama dilakukan juga terhadap bangsa 
Acheh - Sumatra Maluku dan masih banyak lagi bangsa yang masih tertidur di 
Nusantara Melanesia tersebut. Ketika bangsa Jawa di jajah Belanda, mereka 
meminta bantuan kepada bangsa Acheh - Sumatra. Ironisnya setelah mereka 
mendapat pertolongan, tidak tau membalas jasa malah menindas penolongnya 
sebagaimana dulu Belanda menindas mereka. 

Jadi atas dasar menindas bangsa lain termasuk penolongnyalah, berdirinya negara 
Indonesia yang tidaktau membalas budi, membanggakan diri atas milik bangsa lain 
yang sama kejamnya seperti pendatang Amerika dan Australia yang kita sebutkan 
tadi. Renungan kita baru tiga negara, yaitu negara Pamansam, negara Kangguru 
dan Indonesia pura-pura. Prediksi saya hampir semua penduduk asli suatu negara 
mengalami nasib yang sama seperti penduduk asli AS, Australia, West Papua dan 
Acheh - Sumatra.

Kalau kita renungkan terus, kenapa ini bisa terjadi?  Kenapa mereka tidak 
sadarkan diri berlagak wibawa diatas milik orang lain?  Ketika Indonesia 
berkomplik dengaqn Australia, pihak Indonesia membeberkan sejarah penindasan 
penduduk asli Australia. Indonesia tidak sadar bahwa mereka juga sama dhalimnya 
seperti pendatang Australia. Itulah yang namanyasemut diseberang lautan jelas 
kelihatan tapi gajah dipelupuk mata tidak kelihatan.

Ketika para Malaikat bertanya kena dijadikan manusia sebagai Khalifah yang 
berkuasa di Bumi, Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui 
para Malaikat. Setelah Manusia berproduksi ternyata mereka terbagi kepada 2 
kutup, kutup pembunuh dan korbannya (baca Habil) Bendera Qabil (baca pembunuh, 
penindas atau penjajah terus diwarisi sampai hari ini oleh manusia-manusia kaum 
mutaqabbirun. Ironisnya baik kutub Qabil maupun kutub Habil menggunakan "agama" 
sebagai senjatanya. Agama versi Qabil adalah Agama Habil juga yang diwarisi 
dari orang tuanya (baca Nabi Adam dan Hawa) Namun agama tersebut menjadi 
dekaden ditangan Qabil. Qabil merubah substansi agamanya sebagaimana agama yang 
digunakan penindas dewasa ini untuk menindas manusia - manusia kutub Habil yang 
senantiasa menuntut keadilan, kebebasan dan hak kemanusiaan. 

Justru itulah kita saksikan dua komunitas manusia yang masing - masing mengaku 
beragama Islam tapi saling bunuh - membunuh. Lalu mereka mempropokasikan bahwa 
itu perang saudara. Padahal tidak ada istilah perang saudara tapi komunitas 
hipokrit yang menggunakan agama untuk menindas kaum dhu'afa warisan Habil 
dimana - mana hampir diseluruh dunia. Kenapa kutub Qabil berhasil mengalahkan 
kutub Habil? Jawabannya adalah untuk menguji siapa diantara  manusia yang tetap 
mengikuti warisan Habil kendatipun harus menerima resiko yang luar biasa 
sebagaimana diperlihatkan Imam Hussein di Karbala, "menyirami Pohon Islam" 
dengan darah dan air mata. Bukankah Para pengikut Yazid bin Muawiyah juga 
mengaku diri beragama Islam? Islam yang bagaimana mereka ikuti?  Itulah agama 
Qabil yang tampil sebagai "perahu terbalik" (baca Islam palsu) yang diwarisi 
ulama gadiongan sebagaimana diperlihatkan Bal-am yang memihak Firaun dalam 
menentang Nabi Musa as. Praktek Islam palsu 
 dewasa in membuat para non Muslim keliru dalam melihat Islam. Mereka 
menyaksikan Islam itu tidak jauh berbeda dengan agama lainnya. Padahal fenomena 
yang mereka saksikan adalah Islam palsu bukan Islam sejati.

(alasytar, Acheh - Sumatra.








________________________________
From: HELB <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, November 7, 2008 6:37:12 AM
Subject: [acehkita] KEMENANGAN OBAMA


Kemenangan Obama,
presiden ras lain selain kaukasoid yang pertama di Amerika Serikat,
mengumandangkan ilusi kemenangan perjuangan persamaan hak yang sejak
jaman baheula diperjuangkan kaum hitam. Ada juga kesan, bahwa Obama akan 
mengusung suara minoritas lain...

KEMENANGAN OBAMA:
Oleh: Dian Guci 

klik http://id.acehinsti tute.org

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

Kirim email ke