Kalian tidak berbicara yang logis. Terindikasi kalian adalah piaraan serigala 
alias milisi syaithan di Acheh. Insya Allah akan saya tanggapi di kesempatan 
lain, sebab tulisan kalian terlihat ketika saya mau tidur malam. Sebelumnya 
sempat saya katakan pada kalian: ".Pergilah ke rumah sakit jiwa dulu sebelum 
nyawa kalian berada dikerokongan" . . . . . . . . . . "Kami akan balas kekejian 
kalian, tunggu saja nanti"

(Njan urusan droekeuh Fadlon)


________________________________
From: himbar Buana <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]
Sent: Monday, November 24, 2008 6:55:22 PM
Subject: [OPOSISI] siapa yang untung bila aceh merdeka ?


Assalamu’alaikum wr wb. 
Gambaran aceh yang saya pantau dari dekat tidak begitu menggembirakan, karena 
penuh dengan pura-pura, tidak serius dan pemaksaan kehendak kelompok yang 
menonjol. Rakyat aceh tidak identik dengan GAM, begitu juga Gam tidak identik 
dengan rakyat Aceh. Semuanya itu dikemas seolah-olah ”damai” dinikmati 
sebagaian besar masyarakat aceh, padahal kenyataannya seperti api dalam sekam, 
aceh bukan hanya aceh, tetapi ada gayo, melayu, jawa, sunda, jame, batak dan 
lain-lain. Jadi ketika ada kelompok di Aceh mengangkat ego/sentimen kedaerahan 
bangsa aceh berarti mereka telah menanam benih konflik baru, karena    kelompok 
tersebut menutup mata kehadiran suku lain di aceh.  
Ketika kita menengok kebelakang  terkait dengan ”tokoh” hasan tiro, maka 
selintas kita bisa melihat bagaimana sepak terjangnya,  
  
Hasan Tiro melakukan pemberontakan dengan merangkul tengku atau idiologi Islam 
dan tidak di ridoi Allah karana dia telah menghalalkan darah sesama muslim 
hanya karena kalah tender di Arun. Pertanyaannya kenapa dia tidak 
memperjuangkan aceh pada saat di jokja atau sebelumnya, akan tetapi dia 
memberontak ketika kalah tender. Hasan tiro belum lama ini mengatakan untuk 
menjaga perdamaian di Aceh,  sangat jelas dia telah menjilat ludahnya sendiri 
sehingga dia dapat dikatakan seorang munafik karena sejak awal dia 
mengumandangkan perang dengan RI tanpa memikirkan akibatnya bagi rakyat aceh, 
kemudian dia lari ke Amerika serikat  dan mengirimkan senjata untuk 
memperpanjang konflik, serta meminta pajak naggroe untuk membeli senjata.  
  
Indonesia adalah negara besar yang penduduknya sebagian besar beragama islam. 
Hasan tiro menjual isu negara ini ke AS dan uni Eropa, berarti dia telah 
menjual islam secara keseluruhan bahkan dia sempat menikah dengan yahudi yang 
bernama Dora. As dengan UE tidak ingin kebangkitan islam itu lahir dari 
indonesia, maka kemerdekaan Aceh lah yang diangkat dan diperjuangkan Hasan 
Tiro. Inikah yang diperjuangkan Hasan tiro?  
  
Ketika gubernur Irwandi dan MoU helsinki dilaksanakan maka : a. Panglima sago 
mempunyai mobil mewah dan tanah serta rumah yang megah. 
  
b. Anak buahnya bersombong ria dan mengatakan bahwa Aceh damai karena GAM  
  
c. Intimidasi, penculikan dan pembunuhan merupakan kegiatan yang menghiasi 
hari-hari di media massa.  
  
Oleh karena itu Kami menyerukan kepada orang Aceh yang berpendidikan :  
1. Sudah saatnya kita berpikir jernih  
2. Sudah saatnya kita melawan intimidasi  
3. Sudah saatnya kita melangkah kedepan tanpa harus memikirkan ”perang bodoh” 
yang telah membuat anak-anak kita bodoh, yang menghilangklan sebuah generasi 
penting sebagai penerus orang Aceh untuk membangun Aceh.  
4. Kepada orang aceh yang di intimidasi saatnya untuk melawan dan merapatkan 
barisan, kalau perlu gandeng TNI untuk keamanan kita, biar bagai mana pun TNI 
masih bisa dirangkul dari pada GAM, sudah jelas mempunya kepentingan, TNI orang 
luar, paling tidak mereka masih punya kode etik dan pimpinan yang bisa di 
pegang, sedangkan GAM siapa yang bisa menjaminnya, pendidikan mereka rendah, 
pelatihan mereka juga rendah, kebanyakan mereka adalah anak-anak korban perang, 
sudah barang tentu mereka belum teruji mentalnya. Saatnya sekarang rakyat Aceh 
dapat menentukan pilihan, bergabung dengan Indonesia atau merdeka dengan 
penderitaan yang lebih dahsyat dari tsunami. Saya juga ingin merdeka, tapi 
merdeka untuk siapa, apakah dengan merdeka, rakyat aceh akan maju dan 
sejahtera, atau bahkan bencana dan konflik lagi. Saya sebagai orang Aceh sangat 
pesimis terhadap massa depan Aceh, karena lebih di akibatkan oleh karakter para 
pemimpin Aceh yang berjuang semu demi
 kepentingan rakyat, pada hal di balik itu semua mereka hanya berpihak kepada 
kepentingan perut, kelompok, status dan kejayaan Aceh massa lalu.  
Rakyat Aceh tidak boleh menjadi korban Timor-timor ke 2 yang meradang dengan 
penderitaan rakyatnya karena tidak di perhatikan oleh pihak-pihak yang dianggap 
membantunya selama ini ( Australia dan portugis dibawah bendera Amerika ). 
Pilah dan pilih jangan sampai menyesal kemudian. Tidak ada niat baik dari AS 
dan UE kecuali ada kepentingan yang lebih luas yaitu sumber daya alam dan 
penguasaan wilayah Asia pasifik secara umum dan Asia tenggara secara khusus.  
  
Trend ke depan tidak akan lebih baik untuk Indonesia, karena tuntutan dunia 
kedepan  berbasis pada tiga hal, pertama perdagangan bebas, kedua, penguasaan 
ekonomi, ketiga, rakyat bebas. Nasionalisme akan bergeser dan memudar  oleh 
perdagangan bebas, penguasaan ekonomi dan demokrasi yang menitik beratkan pada 
hak-hak politik bangsa di dunia. Sebentar lagi Indonesia berada pada posisi 
Siaga dari sisi keutuhan negara, Aceh dan papua terancam, kemungkinan daerah 
lain akan menyusul. (fakta dari media terlampir) 
  
Demikian renungan ini, mudah-mudahan menjadi sentuhan nurani, membuka hati dan 
pikiran serta mendengar getaran lubuk hati yang paling dalam dari bangsa ini. 
Siapa yang peduli, maka selamatlah bangsa ini 
  
Wassalamu’alaikum wr.wb 
  
Fadli Salim Burhan 
*Pengamat peduli rakyat aceh. 
 
 

________________________________
 Dapatkan alamat Email baru Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!    


      

Kirim email ke